Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 23, 2017

Kesederhanaan Khalifah Umar bin Khattab

 

Khalifah Umar bin Khattab ra. dalam kesederhanaannya

Bayangkan, seorang kepala negara hanya memiliki satu baju (?) dan demi mengamalkan sebuah sunnah ia harus bersusah-payah “kejar-tayang baju-kering” sedemikian rupa. Kalo kita? Baju puluhan stel pun masih terasa kurang. Itu pun kalo berangkat Jum’atan yang dipakai malah busana tidur atau kostum untuk belanja pergi ke pasar.. 

Read more: Quantum Zakat

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Rabu, Desember 07, 2011

Syahadat dan Kemanusiaan

Terus terang saya malu sekali karena dia tak punya alasan untuk mengagumi saya. Syahadat usia dini tidak mengarahkan saya menjadi humanis yang berarti. Sewaktu saya tanya tentang inti filosofinya, Samanta hanya menjawab, ”Untuk membahagiakan orang lain.” Sebuah filosofi yang melawan sifat mementingkan diri sendiri. Demikian buya Safie Maarif bertutur dalam tulisannya di Kompas. Ungkapan itu disampaikannya kepada Dr Achyuta Samanta yang dikenal sebagai the Poorest of the Poor, Nabi kaum miskin dari yang termiskin. Semua tahu bahwa buya Safie Maarif mantan ketua Umum Muhammadiah yang dikenal Ormas terbesar di Indonesia yang mengabdikan diri untuk kemanusiaan dibidang pendidikan, kesehatan, panti asuhan. Namun bagaimanapun kehebatan gerakan Muhammadiah tetap membuat Safie Maarif menaruh hormat dan merasa rendah dihadapan pejuang kemanusiaan Dr Achyuta Samanta.

Betapa tidak? Achyuta Samanta, menggeluti perjuangan selama 20 tahun untuk orang miskin diantara yang miskin itu. Dia melepaskan jabatan dosen dan menggunakan ilmunya untuk berbaur dengan orang mskin dan berbuat untuk mereka. Selama dua puluh tahun, dia berhasil membuat project bernilai ratusan juta dollar , bukan untuk dirinya dan tidak diwariskan kepada keluarganya, tapi untuk orang miksin. Sikap dan perbuatannya menyatu dengan pribadinya yang rendah hati, Demikian yang dirasakan oleh Buya Safie Maarif ketika kali pertama bertemu dengan Dr Achyuta Samanta di kota Bhubaneswar, Negara Bagian Orissa, India. Dia memang panta disebut sebagai pejuang pembebas dari ketertindasan: kasta, ekonomi, pendidikan, sosial, dan politik.

Begitu banyak contoh perjuang kemanusiaan yang legendaries dibumi ini, termasuk kisah Madam Teresa yang mengabdikan hidupnya bersama rakyat duapa di pusat kota Bombai. Yang dari kelompok kaya , yang ikut berkorban untuk orang miskin kita bisa lihat seperti Angelina Jolie yang mengabdikan populartisnya sebagai artis untuk membantu rakyat teraniaya akibat perang. Menjadi duta keliling bagi UNHCR. Bukan hanya dari kegiatan melepas harta dan waktunya untuk orang miskin tapi juga membagi jiwanya dengan mengadopsi anak anak yang terlantar dari Negara miskin. Walau hanya empat anak namun itu sudah menjadi repliksi betapa dia dekat dengan orang miskin. Juga ada Bill Gate dan Warren Baffet super kaya dari AS yang menghibahkan miliaran dollar bagi program kemanusiaan yayasan yang didirikannya.

Tentu di Indonesia atau umat islam dibelahan dunia lain, juga berbuat hal yang sama untuk kemanusiaan walau tidak diberitakan secara luas. Namun ada juga kita melihat kenyataan yang kadang membua kita miris. Bahwa bukan rahasia lagi bila banyak pengurus Ormas social entah itu Pendidikan seperti Ponpes, Panti Asuhan, Kesehatan, bahkan Dai yang sering berkotbah didepan kamera televise, hidup mereka bergelimang dengan kemewahan. Kegiatan social dibuatnya dan pada waktu bersama mereka juga menumpang hidup dari kegiatan social itu. Bahkan ada yang hidup makmur karena itu. Kalau mereka popular sebagai Dai maka apapun dikomersialkan , termasuk menulis buku, mendapatkan fee dari program umroh bersama Dai. Kalau mereka aktifis politik utuk syiar islam, maka lihatlah gaya mereka ketika terpilih sebagai anggota dewan atau Menteri. Sangat jauh dari gaya orang miskin. Bahkan Partainya memilih hotel termewah didunia sebagai tempat Muktamar.

Begitu banyak contoh orang yang bukan muslim yang menjadi pejuang kemanusiaan bagi simiskin. Ada mereka yang memang tak berharta namun mewakafkan umur dna keahliannya bagi simiskin. Ada mereka yang memang diberkati harta berlebih karena profesi atau bisnisnya namun tidak hidup bermewah dengan itu kecuali merasa puas ketika mereka melepas hartanya bagi program kemanusiaan. Bagi saya, mereka semua itu adalah cobaan bagi orang muslim. Suatu pembelajaran yang dibentangkan Allah dihadapan kita bagaimana ruh kasih sayang Allah itu tampil kepermukaan, walau lewat orang yang tidak bersahadat. Jangan sampai keberadaan mereka membuat kita mencibir dengan berkata untuk apa pengorbanan mereka , toh mereka tidak beriman kepada Allah maka amalan itu akan terbang. Tapi pada waktu bersamaan kita yang mengaku bersahadat lupa akan makna sahadat. Lupa makna cinta dan kasih sayang.

Lupa bahwa Allah itu dekat dengan orang miskin dan yang dizolimi. Tidak kita temukan Allah di Mesjid mewah, TIdak kita temukan Allah di acara Zikir akbar. Allah ada bersama mereka yang miskin dan terlupakan oleh orang orang yang berada. Kalau ingin mencari Allah maka temuilah fakir miskin, anak yatim dan piatu, orang yang terjerat hutang, orang terzolimi. Bantulah mereka karena kita yang berlebih telah ditakdirkan menjadi wakil Allah untuk menegakkan keadilan bagi mereka yang duafa harta maupun ilmu. Setidaknya mulailah berpikir dan besikap seperti ungkapan Samanta " Untuk membahagiakan orang lain"

Tulisan asli dari Pak Jeli

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Kamis, November 10, 2011

Negara Islam di Mata Agus Mustofa



JAWA POS - PERBINCANGAN seputar Islam dan negara hampir selalu menarik untuk diangkat. Tak saja karena ia bersinggungan secara ideologis dengan 1,57 miliar pemeluknya di seluruh dunia, tetapi juga bisa menimbulkan konflik bahkan disintegrasi dan perang yang tak berkesudahan. Perbedaan pendapat dalam masalah itu bukan saja perbedaan yang paling pertama terjadi di kalangan umat Islam, tapi juga perbedaan yang paling ''rawan'' dan paling sering memakan korban.

Realita itulah yang bahkan bisa kita lihat sejak masa-masa awal Islam, tepatnya setelah Rasulullah wafat. Perang Jamal adalah perang internal pertama umat Islam. Perang itu pun terjadi karena perbedaan pendapat dalam soal kebijakan pemerintah. Siti Aisyah ketika itu mengangkat senjata kepada Ali. Siti Aisyah, Talhah, dan Zubair menghendaki persoalan pembunuhan Usman diselesaikan
secepatnya. Sementara itu, Ali yang sudah dibaiat sebagian sahabat merasa kondisi yang masih kacau belum memungkinkan untuk pelaksanaan qishas. Hingga kemudian terjadilah perang Jamal tersebut.

Adapun dalam kaitannya dengan realitas kekinian, Agus Mustofa dalam bukunya ini mencoba bertanya, ''Manakah menurut Anda negara Islam yang paling islami: Arab Saudi, Iran, Iraq, Mesir, Sudan, Afghanistan, Jordania, Pakistan, Malaysia, ataukah Brunei Darussalam?''

Sebuah pertanyaan sederhana namun tak mudah untuk dijawab. Ketika kita menyodorkan Arab Saudi yang menerapkan syariah Islam, ternyata di sana masih ada kebijakan yang mengekang wanita. Di sana, kita juga mendapati bentuk pemerintahan yang berbentuk kerajaan. Padahal, kita tahu bahwa Rasulullah selaku pemimpin negara Madinah ketika itu tidaklah disebut sebagai raja dan tidak mewariskan tampuk kepemimpinan kepada kerabatnya. Tidak juga Abu Bakar, Umar, Ustman, maupun Ali.

Demikian juga ketika kita berbicara tentang Mesir, Prof Dr Rafaat -anggota Komisi Fikih dan Fatwa Majma' al-Buhuts al-Islamiyyah Mesir- dengan tegas menyatakan bahwa sebenarnya masyarakat Mesir sangatlah dekat dengan ulama. Namun, juga tak bisa dimungkiri bahwa bentuk resmi negara Mesir adalah negara sekuler.

Lantas, bagaimana sebenarnya bentuk negara yang islami itu?

Perbedaan-perbedaan bentuk pemerintahan ''islami'' di negara berpenduduk muslim adalah sebuah realitas yang tak terbantahkan. Ada yang tekstualis seperti Arab Saudi, namun ada juga yang substansialis semisal Mesir dan Indonesia. Lalu, di mana posisi Agus Mustofa? ''Buku yang saya tulis ini bukan dalam rangka memperjelas berbagai perbedaan-perbedaan itu, melainkan justru menyodorkan titik temu antara berbagai kalangan dengan harapan mudah-mudahan umat Islam bisa memiliki pandangan yang senada dalam hal ini,'' tulisnya dalam kata pengantar buku ke-27 serial diskusi tasawuf modernnya itu.

Agus Mustofa tidak sedang berdiri di kanan ataupun kiri, tapi dia sedang menawarkan sebuah pandangan alternatif. Hanya, berbeda dengan tulisan-tulisan ilmiah berbobot lain, Agus Mustofa mengemas persoalan paling pelik dalam umat Islam itu menjadi seperti kacang goreng. Renyah, ringan, namun bergizi. Dan, tetap dengan gaya tulisannya yang mampu menyihir para pembaca setianya, sebuah buku bergizi tinggi dengan rasa dialog dan diskusi interaktif. Tak heran, kemudian judul yang diangkatnya adalah sebuah kalimat tanya tanpa tanda tanya, Perlukah Negara Islam.

Agus Mustofa memilah buku tersebut menjadi empat bagian. Dia mengawali buku ini dengan kata pengantar singkat seputar Reformulasi Negara Islam. Bagaimana seharusnya kita melihat realitas perbedaan bentuk negara muslim dan seperti apa sesungguhnya frame work bentuk negara yang islami itu. Dengan harapan, sebelum akhirnya kita bisa memformulasi sebuah jawaban dari pertanyaan, Perlukah Negara Islam, kita bisa mengenal terlebih dahulu alur peta perjalanannya.

Di bagian pertama bangunan pemikirannya, dia mengawalinya dengan ragam potret realitas negara-negara muslim modern. Di sini dia mencoba menyusun puzzle-puzzle pemahaman yang berserakan, terkait apa itu negara Islam. Dengan runtut dia paparkan warna-warni bentuk negara muslim modern. Ada yang bersifat demografis, kerja sama lintas negara semisal OKI (Organisasi Konferensi Islam), hingga persoalan penerapan syariat Islam di berbagai negara berikut kritiknya.

Bagian kedua buku ini membahas bentuk-bentuk pemerintahan masa Islam klasik. Dimulai dengan analisis masa Abbasiyah, kemudian Muawiyah, hingga masa Khulafaurrasyidin. Yang terakhir adalah potret seperti apa negara yang Rasulullah bentuk selama memegang tampuk pemimpin pemerintahan di Madinah.

Sekilas terlihat aneh, ketika Agus Mustofa membangun pemikirannya itu dengan alur mundur. Tapi, keanehan tersebut terjawab ketika kita telah sampai di subjudul terakhir bab ini, yaitu masa pemerintahan Rasulullah. Sebuah masa yang sudah seharusnya kita jadikan sumber rujukan, termasuk dalam usaha reformulasi negara Islam.

Perang dan terorisme menjadi isu utama bagian ketiga dari buku ini. Terorisme dan perang adalah dua isu utama yang sering dibenturkan kepada Islam. Entah sudah berapa ribu tulisan menyoroti isu perang dalam Islam. Hingga kemudian, terpatrilah sebuah premis, Islam disebarkan dengan pedang. Agus Mustofa menjawabnya dengan lincah. Mulai bagaimana sesungguhnya situasi ketika perintah perang itu turun dan apa saja aturan main dalam Islam ketika perang. Islam tidak berperang tanpa alasan dan tidak membunuh hanya karena perbedaan.

Bahasannya soal distorsi makna jihad kembali menjadi bukti baru bahwa perang istilah itu ada dan amat berbahaya. Hasilnya, jihad pun menjadi lekat dengan usaha teror umat Islam dan perang melawan kaum kafir. Padahal, jihad, dalam arti umumnya, bermakna perjuangan dan usaha keras. Sementara dalam Alquran, menurut Agus Mustofa, di antara lima pengertian jihad yang ada, menariknya hanya ada satu yang bermakna perang fisik. Lantas, bagaimana mungkin jihad diartikan hanya dengan satu makna tunggal, yaitu terorisme?

Terakhir, Agus Mustofa menutup bab ''tambahan'' ini dengan kesimpulan tegas bahwa pada saat tertentu tindakan perang pun bisa jadi adalah hal yang sangat rasional, bahkan bagi pencinta kedamaian di mana pun mereka berada. Di bagian akhir buku ini, sampai pulalah kita pada sebuah formulasi negara Islam. Setelah diperbincangkan terlebih dahulu soal gambaran konsep sebuah negara madani hingga akhirnya kita siap memformulasikan jawaban, Perlukah Negara Islam.

Sebagaimana buku-buku Agus Mustofa lain, dia kerap mengangkat tema atau bahkan judul yang sebagian orang bilang kontroversial. Namun, kiranya ada satu hal menarik yang perlu dicatat. Agus Mustofa menulis dan mengangkat judul buku-bukunya tersebut dengan jujur dan bertanggung jawab. Dalam arti, tidak hanya menarik minat pasar dengan bombastisisme judul, tapi dia benar-benar jujur bahwa apa yang dia angkat sebagai judul adalah kesimpulan isi bukunya. Itulah salah satu kekuatan utama buku-bukunya hingga selalu berhasil menjadi best seller di pasaran, selain gaya bahasanya yang ringan dan membumi tentunya. (*)

*) Nailunni'am , mahasiswa Jurusan Tafsir Universitas al-Azhar Mesir dan
Pimpinan Umum Majalah La Tansa IKPM Kairo

Judul Buku: Perlukah Negara Islam

Penulis: Agus Mustofa

Penerbit: Padma Press, Surabaya

Cetakan: I, Juli 2010

Tebal: 272 halaman

Sumber: JawaPos.co.id
Resensi ini terbit pada [ Minggu, 01 Agustus 2010 ] di Jawa Pos

Selasa, Juli 26, 2011

Indonesia's Mission Impossible!



Bercerita tentang persoalan bangsa kita memang tak pernah ada habisnya. Hingga tak sedikit orang yang kemudian menjadi apatis karenanya. Jangankan berbuat sesuatu, berkorban apalagi membela bangsa ini dengan karya nyata, bahkan untuk sekedar melihat persoalan bangsa kita pun tak banyak orang yang mau memikirkannya. Sebagian bilang itu tak berguna, toh apa yang kita pikirkan tak akan mengubah apa-apa. Ada juga yang bilang, lebih baik mikirin diri sendiri, lebih kongkrit, yang penting kebutuhan hidup bisa kita penuhi. Ada lagi yang bilang, bangsa ini sudah terlalu sakit. Terlalu besar untuk menjadi sebuah negara!

Kompleksitas persoalan bangsa ini memang banyak yang mengakui. Atau menggerutui, mengeluhkan dan merasa desperate, putus asa. Mulai dari persoalan pertikaian antar kelompok agama, panggung sandiwara politik, penjajahan ekonomi oleh kapitalis, permainan kebutuhan pokok rakyat, hingga yang paling menyedihkan adalah kemandulan hukum yang serba tebang pilih. Masih teringat dalam benak penulis, seorang pencuri spion mobil, mati dikeroyok massa. Ya, satu nyawa untuk sebuah spion mobil. Sedangkan di sana, ratusan juta, miliaran, bahkan penilepan triliun dana negara, pelakunya cuma dikenakan hukuman penjara. Belum termasuk remisi-remisi hukuman pada momen tertentu!

Tentu masih terekam jelas dalam benak kita, nama seorang pegawai pajak yang jadi sangat terkenal hingga di jagad Youtube. Yupz, Gayus Tambunan. Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno menyebutkan Gayus memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas. Salah satu yang jadi pertanyaan, mengapa hanya Gayus yang ditangkap? Dulu pernah santer diberitakan bahwa Gayus akan membongkar semua orang-orang yang terkait dengan penilepan pajak. Tapi nyatanya, cuma Gayus yang hingga saat ini jadi tumbal.

Setali tiga uang dengan kasus Gayus, Susno Duadji pun sempat akan membeberkan ‘kelakuan nakal’ para petinggi POLRI. Kasusnya sempat menghiasi headline-headline semua media massa. Tentu itu bukan sekedar kicauan sembarangan. Di dalamnya ia berkoar akan membongkar semua borok-borok Jendral di tubuh POLRI, mempermainkan kasus demi uang, memeras pengusaha, dan memelihara budaya setoran dari anak buah. Maka timbullah pertanyaan, POLRI, melindungi dan melayani siapa? Istilah Markus, alias makelar kasus pun menambah ‘entri’ baru dalam kamus bahasa kita.

Ini baru dari bidang pajak dan penegak hukum. Belum lagi kasus lumpur Lapindo yang sangat menyakitkan. Ganti rugi yang hingga kini masih jadi mimpi di siang bolong. Lapindo, adalah sebuah kasus permainan dan kongkalikong pemerintah dengan Bakrie. Benar bahwa Lapindo terbukti tidak bersalah karena sesuai dengan aturan pemerintah. Akan tetapi, aturannya itu yang memang dibuat supaya Lapindo tidak bersalah! Tak heran bila kemudian pengadilan memenangkan Lapindo.

Kasus penjajahan ekonomi oleh TNC (Trans National Company), perusahaan multinasional. Perusahaan yang mengeruk kekayaan alam negeri ini, dan meninggalkannya dengan sedikit cipratan. Sedikit untuk rakyat daerah dan sedikit untuk pejabat! Dengan dalih belum menguasai teknologi, pemerintah membuat kontrak pengurasan kekayaan negara hingga 30 tahun. Itu pun masih bisa diperpanjang lagi!

Sistemik, kata temen penulis. Dimulai dari para pembuat kebijakan, hingga kelompok masyarakat terendah turut berperan. Apa mau dikata, keboborokan pemerintah kita mengatur negara ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari akumulasi sikap kita sehari-hari. Berapa banyak dari kita yang sudah bekerja keras, berfikir keras dan bersabar keras?? Kalau baru ditempa dengan ujian di Azhar aja kita udah sering mengeluh, bagaimana kita akan menghadapi kompleksnya persoalan bangsa ini?

Sekali lagi kata temen penulis, mental asal menyalahkan penguasa adalah mental bawahan. Segala sesuatu hanya ia gantungkan kepada mereka yang ada di atasnya. Kalau ada yang gak beres, maka pemerintah yang salah. Tanpa pernah melihat apalagi berbuat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Katanya, wajar. Ini karena kita dijajah, dan terbiasa menjadi bangsa jajahan. Sebelum dijajah Belanda, bangsa ini adalah bangsa pelayan di bawah ketiak kerajaan.

Mission impossible.

Begitu sebut penulis suatu waktu. Sebuah pernyataan yang sama, setiap kali selesai mendiskusikan ragam persoalan bangsa ini. Mulai dari kaburnya para ilmuwan kita. Penanganan industri strategis yang hanya memihak asing. Hingga masa depan suram, generasi penerus bangsa ini.
Hingga hari itu datang. Saat di mana penulis melihat wajah-wajah saudara dekat. Melihat semangat yang sama. Merasakan gelora dan optimisme yang tak pernah padam. Dan setruman-setruman baru dari mereka yang kita cintai. Ya, sebuah momen di sebuah tempat yang prestisius. Dengan wacana prestisius. Dan diisi oleh orang-orang prestius!

Harapan itu masih ada. Gedung Bhinneka, KBRI Cairo, Garden City. Dalam sebuah bingkai cerita sejarah, Konferensi Internasional IKPM.

Ust. Akrim menyebutnya, membangun bangsa ini terlihat jalan di tempat. Tak lain karena, saat yang lain mencoba membangun salah satu bagiannya, di saat yang sama, muncul orang lain menghancurkannya. Maka bagaimana mungkin bangunan itu akan berdiri? Memang sulit, kata beliau, dan memang sulit. Kita tidak bisa membangunnya sendirian. Kita harus bersama-sama, sinergis, dan simultan!

Perjalanan itu masih sangat panjang.. akan tetapi, tak pernah ada yang tak mungkin di alam mumkinat ini. Bukankah kita meyakini, bahwa “La yajibu ala Allahi fil mumkinat?”. La haula wala quwwata illa billahi. Teruslah berjalan Kawan, meski onak duri melukai kakimu. Teruslah bekerja, meski berulang kali bangunanmu mereka hancurkan. Dan teruslah berjuang, meski keringatmu telah menjadi darah.
Sejauh apapun jalan itu, ingatlah selalu, bahwa Allah tak kan pernah melupakan balasan bagi orang-orang yang berbuat baik. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.

Tulisan ini dimuat dalam Buletin Silaturahim Internasional IKPM Edisi Perdana Juli 2011. 
Download buletinnya di 4shared.com

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Minggu, Februari 20, 2011

Informasi Pengembalian WNI ke Mesir

originally written by: Willy Sakareza
with minor html editing

Dear rekans2,

Memberikan info agar dapat disampaikan kepada yang membutuhkan,

Sejak tanggal 15 Februari 2011 yang lalu, kami dari Pokja Pemulangan WNI ke Mesir, telah membuka akses registrasi kepada mereka yang ingin kembali ke Mesir pasca evakuasi. Bagi yang belum daftar atau baru daftar via sms, disarankan dengan sangat untuk mendaftar via website ke www.kln.dikti.go.id.

Bagi rekan-rekan yang memiliki masalah dengan visa Mesir (hilang atau habis masa berlaku), akan dibantu pengurusannya oleh pokja sesuai dengan informasi tercantum di website tersebut, sehingga tidak perlu datang secara fisik ke Jakarta/Surabaya untuk mengurus visa. Jalur informasi utama adalah website www.kln.dikti.go.id


Senin, November 29, 2010

Cinta adalah Misteri

Cinta adalah misteri dalam hidupku
yang tak pernah ku tahu akhirnya
namun tak seperti cintaku pada dirimu
yang harus tergenapi dalam hidupku


Begitulah ungu bercerita dalam melodinya tentang cinta. Bercerita tentang cinta seolah tak ada habisnya. Entah kenapa, akhirnya aku pun jadi tertarik dengan tema ini. Sebuah alur pemikiran yang sudah lama tak pernah ku ikuti. Pun jarang ku jadikan ia sebagai jalan cerita di blog ini. Maka jangan heran bila tak lagi kalian dapati di sini, selarik puisi.

Minggu, November 21, 2010

Rindu dan Kangen; Facebook vs Google

Ups, ko judulnya rindu dan kangen? Yeeha... ini karena dah lama sekali aku ga ngeblog. hehe, akhirnya bisa ngeblog lagi setelah dipaksa. Aturannya sih, hari ini harus dah jadi makalah buat besok presentasi. Tapi karena ngerasa banyak berutang tulisan sama blog, harus dipaksa-paksain deh nulis. :D

Okeh, sebenernya banyak banget yang ingin kubagi di sini. Yah, gimana enggak.. bahkan kalau pun mau dibagi, sehari aja bisa dapet banyak cerita. Gimana jadinya kalo udah sebulan penuh ga pernah cerita? Wkwkkwk...

Minggu, September 19, 2010

I Need Ur Help

Seekor burung kecil tiba-tiba mengusik tidurku
Warnanya yang indah, memesona retinaku
Bulunya yang halus, mematikan saraf kulitku
Suaranya yang merdu, hilangkan peka indra telingaku

Sama seperti ketika ia mentapku jernih
Lalu dengan tulus menghimpun nafas
Dan memulai kicau menghibur duniaku

Rabu, Juli 14, 2010

Ngantuk

Waduwh, ko judulnya ngantuk? Aku yakin pasti temen-temen kenalanku pada ketawa baca judul tulisanku ini. Yah, karena entah kenapa mereka itu menganggapku suka tidur, alias ngantukan. Padahal, kalo ku itung-itung sendiri aku paling jarang tidur di bawah jam 12 malam. Sudah gitu, aku paling anti dengan tidur pagi. Kalaulah bukan karena tidur setelah subuh, insya Allah kalian ga akan nemuin aku tidur lagi setelah subuh.. Jadi sebenarnya, sapa yang suka tidur alias abu naum? :P

Jumat, Juli 09, 2010

PENGUMUMAN BEASISWA PROGRAM S1 KE MAROKO
TAHUN AKADEMIK 2011-2012
          Nomor : Dt.I.IV/4/HM.00/1297/2011

Berdasarkan surat Kedutaan Besar Maroko di Jakarta nomor : 0719/11 tanggal 4 Juli 
2011, diberitahukan bahwa Kerajaan Maroko memberikan penawaran beasiswa 
program S1 bagi pelajar Indonesia sebanyak 15 (lima belas) orang untuk tahun 
akademik 2011-2012 dengan ketentuan :

1. Beasiswa tersebut meliputi  bebas  biaya kuliah, akomodasi dan  insentif yang 
terbatas. Sedangkan biaya tiket pemberangkatan dari Jakarta ke Maroko 
ditanggung oleh peserta.
2. Bagi calon peserta  yang yang berminat  diharapkan melampirkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Foto copy ijazah (Aliyah atau Pondok Pesantren) dan transkrip nilai yang 
telah terakreditasi di Kementerian Agama dan dilegalisir oleh sekolah yang 
bersangkutan dengan standar nilai minimal 7,5 (tujuh koma lima);
b. Foto copy akte kelahiran;
c. Daftar Riwayat Hidup;
d. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
3. Pendaftaran dibuka dari tanggal 9 s/d 15 Juli 2011 dan dokumen persyaratan
langsung dikirim melalui :  Subdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam 
Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Lantai 8 Jakarta Pusat 1071 
Telp. (021) 3812344  ext.326.
4. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama akan melakukan seleksi 
administrasi untuk diseleksi menjadi 15 orang yang kemudian akan diusulkan ke 
Kedutaan Besar Maroko di Jakarta.
5. Bagi peserta yang lulus seleksi akan dihubungi langsung oleh panitia dan 
diharuskan melakukan pemberkasan ulang untuk dikirim ke Maroko.

Demikian pengumuman ini agar dimaklumi.  
Jakarta, 8  Juli 2011


Direktur Pendidikan Tinggi Islam



ttd
Prof. Dr. H. Machasin, MA
NIP. 19561013 198103 1 003



Sumber: http://www.ditpertais.net
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Jumat, Juni 18, 2010

Pengumuman Hasil Seleksi Non Beasiswa Univ. Al-Azhar Mesir 2010-2011

Alhamdulillah, akhirnya keluar juga pengumuman hasil seleksi ujian non Beasiswa al-Azhar. Setelah menunggu sekian bulan, dan sempat diundur.. Ditpertais (Direktorat Jendral Pendidikan Islam) Depag, mengeluarkan keputusannya tanggal 8 Juni lalu. Sebelumnya mohon maaf karena mungkin agak terlambat, karena kemarin-kemarin ketika mencari di situsnya belum sempat ketemu. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah dapat informasinya. Jadi, bagi temen-temen yang tanggal 18 dan 19 Mei kemarin sudah ikut ujian kelulusan masuk, bisa melihat pengumumannya di bawah.


Jumat, Mei 28, 2010

Rencananya, Sepeda Motor Bakal dilarang Pakai Premium

Menurut bocoran dari pemerintah, pengendara sepeda motor akan dilarang menggunakan bensin premium bersubsidi, dan dipaksa memakai pertamax. Maaph, ni bukan pertamax gan seperti yang dicari-cari di kaskus, tapi ini pertamax beneran salah satu jenis bbm (Bahan Bakar Minyak). Alasannya, karena dikhawatirkan beban APBN akan membengkak dengan banyaknya sepeda motor yang memakai bensin bersubsidi. Karenanya, pemerintah pun berinisiatif memaksa pengendara sepeda motor membeli pertamax. T_T

Senin, Mei 17, 2010

10 Daya Tarik Pria yang Bisa Membuat Wanita jadi Gila

Meski diciptakan untuk saling mengisi, dan sudah barang tentu memiliki kutub-kutub ketertarikan, kira-kira penasaran ga sih, apa yang membuat wanita jatuh cinta sama aku (cowo, maksudnya.. hehehe)? Jangan salah, biarpun tulisan di bawah ini lebih bersifat laporan, sapa tau bisa dimanfaatkan buat kita-kita yang masih cari tulang rusuk yang hilang.. ^^v

Pria bisa menjadi sangat seksi di mata wanita. Bukan hanya karena bentuk tubuhnya, tetapi juga sikap manisnya. Daya tariknya membuat wanita jatuh cinta.


Ketahui sepuluh daya tarik pria yang membuat wanita tergila-gila. Mungkin salah satunya adalah yang membuat Anda jatuh cinta pada pasangan.

Senin, Mei 10, 2010

Karakter Berdasarkan Tanggal Lahir

Tulisan ini kudapat dari blog orang, kemudian ku posting ulang di sini sebagai bahan arsip. Di bawah ini menjelaskan secara singkat tentang bagaimana karakter dan bawan watak seseorang yang lahir pada tanggal tertentu. Hal ini bisa Anda temukan dan bisa dicocokkan pada teman, saudara ataupun pada diri Anda sendiri terkait karakter yang dijelaskan di sini. Benarkah karakter seseorang bisa dibaca atau ditentukan oleh suatu hal yang sifatnya takdir, seperti tanggal lahir ini? Dan benarkah ramalan ini bisa dipercaya, atau malah ga boleh kita percayai? Soalan ini pernah dulu kubahas, dan jawaban singkatnya adalah.. silahkan anda baca, dan anda cocokkan, akan tetapi tidak untuk kita percayai mutlak kebenarannya. kata Rasul, "kadzaba al-munajjimun walau shadaqu.." sesungguhnya orang-orang ahli perbintangan (dukun, dsb) itu berbohong, meskipun (bisa jadi) yang dikatakannya (ternyata) benar.

Minggu, Mei 02, 2010

Beasiswa Universitas Afrika Internasional Khartoum Sudan dan Non Beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir 2010-2011

Sehubungan akan dilaksanakannya seleksi Beasiswa Universitas Afrika Internasional Khartoum Sudan dan Non Beasiswa Universitas Al-Azhar Mesir program S1 tahun akademik 2010-2011 maka Direktorat Pendidikan Islam perlu mensosialisasikan program tersebut keseluruh Perguruan Tinggi Islam yang ada di Indonesia.

Minggu, April 25, 2010

Kebenaran, Relatif atau Mutlak?

Sempat tertarik dengan diskusi yang ada di lapak sebelah soal redefinisi aliran sesat, tapi alih-alih memberikan definisi baru.. menurut saya justru artikel di sana, malah memberikan definisi lain yang lebih blur.. alias ga jelas. Persoalannya sederhana, karena patokan kebenaran menurut kang as adalah relatif. Karenanya, tanpa sebuah patokan, sesuatu hal (benda) tidak bisa dinilai atau dihukumi.

Kamis, April 01, 2010

Meraba Sketsa 7 Pribadi dalam Diri

Sore itu tubuh ini berasa sangat lelah. Pandangan mataku sayu. Remang-remang gelap menuju senja semakin membuat kabur pandanganku. Perjalanan ke daerah Dokki siang itu benar-benar menguras tenaga. Makan pagi ala chips Syibsi jelas tak kuasa menopang banyaknya energi yang harus keluar. Apa boleh buat, demi mendapatkan 'jatah' bulan ini.. sekitar ratusan mahasiswa penerima bantuan itu rela berdiri antri berpanjang-panjang. Termasuk di antara mereka adalah diriku.

Jumat, Maret 19, 2010

Sekilas Cerita tentang Dunia Mayaku

Barusan berkunjung ke blognya Maya, seorang blogger yang juga cerpenis, dan masih satu jenis santri denganku, santri al-Azhar dan 'Kampus Masisir'. Dalam tulisannya, Maya cerita soal kaitan antara dunia maya-nya dengan dunia nyata. Sebenernya, kalau kupikir dia ga berhak membeda-bedakan dua dunia itu.. Tak lain karena, dunianya dia itu adalah dunia maya thok, gak peduli yang nyata ataupun yang maya. Kok bisa? Lah, kan yang punya dunia si Maya... jadi ya, dunia Maya semua... ekekeke.. (Peace99x)

Rabu, Maret 17, 2010

Trauma tapi Cinta

Trauma, dalam kamus KBBI Daring (Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan) dijelaskan bahwa kata ini adalah sebuah kata benda (noun) yang artinya; 1 keadaan jiwa atau tingkah laku yg tidak normal sbg akibat dr tekanan jiwa atau cedera jasmani; 2 luka berat. Ada juga yang memberi penjelasan tentang trauma sebagai berikut; segala sesuatu yang memiliki sebab, dan membuat manusia menderita untuk waktu yang lama, mungkin juga sepanjang hidup mereka, membuat mereka merasa sedih, menghantui generasi mendatang, adalah trauma.

Minggu, Maret 07, 2010

Penyebab Kepunahan Dinosaurus

WASHINGTON--MI: Sekelompok peneliti top kembali menegaskan bahwa penyebab punahnya dinosaurus adalah jatuhnya sebuah asteroid raksasa ke Bumi.

Anda tentu pernah mendengar pernyataan itu bukan? Pada 1980, Louis Alvarez dan putranya, Walter, memublikasikan sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa punahnya dinosarus sekitar 65 juta tahun yang lalu disebabkan efek jatuhnya sebuah asteroid raksasa.