Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 15, 2013

Andragogy vs Pedagogy


Tulisan ini ditulis untuk menanggapi pernyataan salah satu dosen penulis. Mohon maaf karena disampaikan justru setelah aktivitas kuliah sudah berlalu. Tak lain karena keterbatasan penulis dalam mencerna apa yang beliau sampaikan. 

Dalam paparan tersebut, ada perbedaan mencolok antara andragogi dan pedagogi. Perbedaan itu terletak pada mindset, cara pandang yang akan berdampak pada teknis dan metodologi pengajaran/ yang dilakukan oleh seorang tenaga pengajar. 

Beliau memaparkan, bahwa pendidikan orang dewasa (andragogi) mengkritik pendidikan model anak-anak (metode ceramah), yang menganggap bahwa anak didik sama sekali tidak tahu. Dan guru adalah satu-satunya sumber pengetahuan di dalam kelas. Metode ini dikritik karena dianggap tidak memanusiakan manusia, yang notabenenya punya pengalaman/ pengetahuan sebelumnya. Metode orang dewasa mengajarkan adanya interaksi antara guru dan murid. Bukan  hanya guru yang aktif di dalam kelas. 

Salah satu dampak dari pengajaran pedagogi adalah tidak sinkron-nya ilmu dengan perilaku. Yang beliau contohkan dengan mata pelajaran PMP atau PPKn ketika di SD dulu. Di mana seorang murid ditanya tentang pendidikan moral. Semisal apa yang akan kamu lakukan bila ada orang buta yang ingin menyeberang jalan? Tentu dengan mudah seorang murid akan menjawab, pilihan jawaban ‘membantunya’. Tapi pada prakteknya, tidak banyak orang bisa bertindak seperti itu.. hanya berhenti dalam teori, atau kemampuan kognitif. 

Maka tidak heran bila banyak orang pintar, tapi tetap saja jadi koruptor. Menurut beliau, yang bisa dilakukan semisal dengan menutup mata semua orang siswa, kemudian memberi mereka bola dan membiarkan bermain di dalam kelas. Kemudian ditanya, “apa yang kalian rasakan saat mata kalian ditutup dan tidak bisa melihat?” dan dilanjutkan, “bagaimana dengan orang yang buta dan ingin menyeberang, apakah kalian akan membantunya?”

Dengan begini, seorang siswa akan diajar moral dengan apa yang ia rasakan, ia alami sendiri. Sehingga munculnya sikap empati tersebut, bukan atas kemampuan kognitif, tapi kepekaan hati..

Kemudian beliau pun merumuskan beberapa prinsip penting dari metode andragogi:
  1. Bersifat praktis. Berangkat dari studi kasus, berbentuk terapan yang dikaitkan dengan pengalaman peserta didik.
  2. Aksi dan komunikasi. Adanya interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan guru. Bukannya monolog dari gurunya.
  3. Emansipatoris. Tujuan utama dari metode ini adalah mewujudkan manusia merdeka dalam mengambil keputusan atau pemikiran yang tidak bergantung kepada pihak lain, termasuk gurunya. Dengan bentuk, aksi-refleksi.



Kritik

Beliau menganggap bahwa metode pedagogi salah.. metode ceramah tidak tepat. Sebagaimana yang sering dilakukan oleh juru bicara agama.

Jawaban
  1. Pedagogi adalah pembentukan dasar. Pijakan, fundamental, asas. Yang tanpa ini andragogi tidak ada artinya. Andragogi sendiri lebih bersifat pengembangan. (pendekatan fungsional)
  2. Beda peserta ajar, beda pula metode pendidikannya. Beda antara orang yang belajar yang sudah punya pengalaman, dengan mereka yang baru membangun dasar. (pendekatan psikologis)
  3. Beda materi ajar, beda pula cara pengajarannya. Contoh, panduan manual book akan berbeda dengan buku ajar mahasiswa S2. Di mana-mana, manual book bersifat doktrin. Sementara buku ajar mahasiswa, akan lebih berupa pengembangan bila sudah berada di level advance. (pendekatan materi)
Dengan demikian, alasan dosen penulis mengkritik habis metode ajar pesantren, sorogan, dan ceramah dalam agama Islam tidaklah tepat. Metode ajar sorogan, ceramah, adalah memang dikhususkan bagi mereka-mereka yang benar-benar baru belajar.. atau sebagai upaya pembentukan fondasi. 

Apalagi khususnya, yang diajarkan dalam keagamaan bersifat wahyu, doktrin. Maka tak heran, bila banyak materi ajar yang ada (khazanah keilmuan Islam) bersifat pedagogis dibanding andragogis. Tentu ini bukannya tidak ada ruang bagi andragogi.. tapi khusus bagi mereka yang sudah menguasai dasar-dasar pijakan dalam khazanah keilmuan Islam. Tentu kita tidak akan mengajarkan ilmu fatwa, kepada mereka yang tulisan Arab saja gak bisa baca, apalagi mengenal ilmu fiqih, ushul fiqih, dan lainnya. 

Adapun kritikannya tentang sifat praktis, tidak satupun ilmu dalam khazanah keilmuan Islam yang tidak bersifat praktis. Bahkan sejatinya, khazanah keilmuan Islam itu sendiri, lahir dari hipotesa, dialektika dengan realita.. 

Pun penulis sepakat, bahwa di suatu kondisi, pengajaran pedagogi menjadi sia-sia, stagnan dan tidak praktis, ketika tidak dilanjutkan pada ranah nyata. Kesimpulannya, antara pedagogi dan andragogi, tidak ada yang lebih baik..  kecuali bila digunakan dalam bentuk saling melengkapi. Pembentukan fondasi, kemudian pengembangannya. 

Kalau dalam kesempatan kali itu, beliau juga menyinggung, metode ini tak ada hubungannya dengan usia seseorang, maka bentuk kombinasi dari dua metode ini pun sama. Tapi secara sederhana bisa dipetakan dengan fungsinya, apakah untuk pembentukan dasar atau pengembangan/ penerapannya. Belajar Bahasa Inggris di tingkat basic, tentu berbeda dengan tingkat advance bukan?

Wallahu a'lamu bish-showab.
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Senin, Januari 07, 2013

Apakah Business Model itu?

Seringkali kita mendengar istilah business model, alias bentuk usaha bisnis. Tapi sudahkah kita memahaminya?

Business model ini sangat penting bagi para periset dan pengembang sebuah produk usaha, baik bagi lembaga keuangan ataupun para pebisnis. Semisal untuk pengembangan produk-produk perbankan, koperasi, baitul mal wa tamwil (BMT) dan lembaga keuangan lainnya.

Atau bagi penulis buku, programmer, dan siapapun para petualang yang ingin menciptakan sebuah produk, value-added, sebuah nilai tambah. Ini adalah ilmu dasar bagi para pengusaha, calon pebisnis dan inovator.

Bagaimana sebuah telur jadi martabak? Bagaimana air putih jadi Aqua? Bagaimana 'tumpukan besi' jadi pesawat airbus? Anda ingin jadi pebisnis besar? Maka ciptakanlah value-added bagi sebuah barang. Siapa yang pernah tahu, tulisan diary bisa jadi film "kambing jantan"? He...

Dan karena sebelum kita melakukan proses produksi suatu barang (memberi nilai tambah, mengcaputre value untuk sebuah produk), kita harus memahami dulu struktur alias bentuk dasar, bagaimana sebuah value itu dihasilkan. Maka, yok belajar bareng-bareng.. Entrepreneur Muda!! :D


--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Selasa, November 29, 2011

Renungan Untuk Para Sarjana

Bodoh VS Pintar Ala Bob Sadino

1. Terlalu Banyak Ide -
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai -
Orang "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", kenapa ? Karena orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu banyak pertimbangan.


3. Telalu Pandai Menganalisis -
Sebagian besar orang "pintar"sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses -
Orang"Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar -
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang "bodoh"tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi -
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai -
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri -
Orang "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan -
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus -
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh"tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen -
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas -
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas -
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas -
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan -
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah -
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

sumber: Irwan Masduqi
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Selasa, Juli 26, 2011

Indonesia's Mission Impossible!



Bercerita tentang persoalan bangsa kita memang tak pernah ada habisnya. Hingga tak sedikit orang yang kemudian menjadi apatis karenanya. Jangankan berbuat sesuatu, berkorban apalagi membela bangsa ini dengan karya nyata, bahkan untuk sekedar melihat persoalan bangsa kita pun tak banyak orang yang mau memikirkannya. Sebagian bilang itu tak berguna, toh apa yang kita pikirkan tak akan mengubah apa-apa. Ada juga yang bilang, lebih baik mikirin diri sendiri, lebih kongkrit, yang penting kebutuhan hidup bisa kita penuhi. Ada lagi yang bilang, bangsa ini sudah terlalu sakit. Terlalu besar untuk menjadi sebuah negara!

Kompleksitas persoalan bangsa ini memang banyak yang mengakui. Atau menggerutui, mengeluhkan dan merasa desperate, putus asa. Mulai dari persoalan pertikaian antar kelompok agama, panggung sandiwara politik, penjajahan ekonomi oleh kapitalis, permainan kebutuhan pokok rakyat, hingga yang paling menyedihkan adalah kemandulan hukum yang serba tebang pilih. Masih teringat dalam benak penulis, seorang pencuri spion mobil, mati dikeroyok massa. Ya, satu nyawa untuk sebuah spion mobil. Sedangkan di sana, ratusan juta, miliaran, bahkan penilepan triliun dana negara, pelakunya cuma dikenakan hukuman penjara. Belum termasuk remisi-remisi hukuman pada momen tertentu!

Tentu masih terekam jelas dalam benak kita, nama seorang pegawai pajak yang jadi sangat terkenal hingga di jagad Youtube. Yupz, Gayus Tambunan. Namanya pertama kali disebut oleh mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji. Susno menyebutkan Gayus memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya, namun hanya Rp 395 juta yang dijadikan pidana dan disita negara. Sisanya Rp 24,6 miliar tidak jelas. Salah satu yang jadi pertanyaan, mengapa hanya Gayus yang ditangkap? Dulu pernah santer diberitakan bahwa Gayus akan membongkar semua orang-orang yang terkait dengan penilepan pajak. Tapi nyatanya, cuma Gayus yang hingga saat ini jadi tumbal.

Setali tiga uang dengan kasus Gayus, Susno Duadji pun sempat akan membeberkan ‘kelakuan nakal’ para petinggi POLRI. Kasusnya sempat menghiasi headline-headline semua media massa. Tentu itu bukan sekedar kicauan sembarangan. Di dalamnya ia berkoar akan membongkar semua borok-borok Jendral di tubuh POLRI, mempermainkan kasus demi uang, memeras pengusaha, dan memelihara budaya setoran dari anak buah. Maka timbullah pertanyaan, POLRI, melindungi dan melayani siapa? Istilah Markus, alias makelar kasus pun menambah ‘entri’ baru dalam kamus bahasa kita.

Ini baru dari bidang pajak dan penegak hukum. Belum lagi kasus lumpur Lapindo yang sangat menyakitkan. Ganti rugi yang hingga kini masih jadi mimpi di siang bolong. Lapindo, adalah sebuah kasus permainan dan kongkalikong pemerintah dengan Bakrie. Benar bahwa Lapindo terbukti tidak bersalah karena sesuai dengan aturan pemerintah. Akan tetapi, aturannya itu yang memang dibuat supaya Lapindo tidak bersalah! Tak heran bila kemudian pengadilan memenangkan Lapindo.

Kasus penjajahan ekonomi oleh TNC (Trans National Company), perusahaan multinasional. Perusahaan yang mengeruk kekayaan alam negeri ini, dan meninggalkannya dengan sedikit cipratan. Sedikit untuk rakyat daerah dan sedikit untuk pejabat! Dengan dalih belum menguasai teknologi, pemerintah membuat kontrak pengurasan kekayaan negara hingga 30 tahun. Itu pun masih bisa diperpanjang lagi!

Sistemik, kata temen penulis. Dimulai dari para pembuat kebijakan, hingga kelompok masyarakat terendah turut berperan. Apa mau dikata, keboborokan pemerintah kita mengatur negara ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari akumulasi sikap kita sehari-hari. Berapa banyak dari kita yang sudah bekerja keras, berfikir keras dan bersabar keras?? Kalau baru ditempa dengan ujian di Azhar aja kita udah sering mengeluh, bagaimana kita akan menghadapi kompleksnya persoalan bangsa ini?

Sekali lagi kata temen penulis, mental asal menyalahkan penguasa adalah mental bawahan. Segala sesuatu hanya ia gantungkan kepada mereka yang ada di atasnya. Kalau ada yang gak beres, maka pemerintah yang salah. Tanpa pernah melihat apalagi berbuat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu. Katanya, wajar. Ini karena kita dijajah, dan terbiasa menjadi bangsa jajahan. Sebelum dijajah Belanda, bangsa ini adalah bangsa pelayan di bawah ketiak kerajaan.

Mission impossible.

Begitu sebut penulis suatu waktu. Sebuah pernyataan yang sama, setiap kali selesai mendiskusikan ragam persoalan bangsa ini. Mulai dari kaburnya para ilmuwan kita. Penanganan industri strategis yang hanya memihak asing. Hingga masa depan suram, generasi penerus bangsa ini.
Hingga hari itu datang. Saat di mana penulis melihat wajah-wajah saudara dekat. Melihat semangat yang sama. Merasakan gelora dan optimisme yang tak pernah padam. Dan setruman-setruman baru dari mereka yang kita cintai. Ya, sebuah momen di sebuah tempat yang prestisius. Dengan wacana prestisius. Dan diisi oleh orang-orang prestius!

Harapan itu masih ada. Gedung Bhinneka, KBRI Cairo, Garden City. Dalam sebuah bingkai cerita sejarah, Konferensi Internasional IKPM.

Ust. Akrim menyebutnya, membangun bangsa ini terlihat jalan di tempat. Tak lain karena, saat yang lain mencoba membangun salah satu bagiannya, di saat yang sama, muncul orang lain menghancurkannya. Maka bagaimana mungkin bangunan itu akan berdiri? Memang sulit, kata beliau, dan memang sulit. Kita tidak bisa membangunnya sendirian. Kita harus bersama-sama, sinergis, dan simultan!

Perjalanan itu masih sangat panjang.. akan tetapi, tak pernah ada yang tak mungkin di alam mumkinat ini. Bukankah kita meyakini, bahwa “La yajibu ala Allahi fil mumkinat?”. La haula wala quwwata illa billahi. Teruslah berjalan Kawan, meski onak duri melukai kakimu. Teruslah bekerja, meski berulang kali bangunanmu mereka hancurkan. Dan teruslah berjuang, meski keringatmu telah menjadi darah.
Sejauh apapun jalan itu, ingatlah selalu, bahwa Allah tak kan pernah melupakan balasan bagi orang-orang yang berbuat baik. Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu.

Tulisan ini dimuat dalam Buletin Silaturahim Internasional IKPM Edisi Perdana Juli 2011. 
Download buletinnya di 4shared.com

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Minggu, Juli 17, 2011

Stop Fighting, Let it flow..


Po kemudian terbangun di sebuah desa di mana ia berasal. Ia dirawat the Soothsayer, sang kambing peramal di gubuk itu. Saat melihat boneka kecil miliknya yang telah lama tak bersua, ia pun terbawa ke alam inner peace. Kemudian mulai bergerak gemulai khas selingkung kungfunya, softcore. Saat mengalir bersama embun di tubuhnya, the Old Goat berbicara pelan padanya, "Stop fighting. Let it flow.. "


Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ku sampaikan malam itu. Di ACC (Al Azhar Conference Center), tempat di mana dilaksanakan dialog bersama Pak Habibie. Pak Habibie, pertama kali mengangkat tema soal Eyang, hehe.. Karena yang berbicara di depan kita adalah pria berumur 75 tahun, maka kata beliau, bukan lagi bapak atau om. Tapi eyang.

Acara yang diadakan kerjasama KBRI Kairo dan PPMI ini berlangsung sangat meriah. Aku sudah menduga dari awal. Makanya ketika jam menunjukkan pukul 3 sore ternyata aku masih di sekretariat, pastinya bakal lesehan nih. Dan yap, seperti perkiraanku. Sampai di sana pukul 5 sore, ruangan sudah penuh dengan mahasiswa yang berdiri. Sebagian lagi lesehan karena jumlah kursinya ga muat.

Tapi tanpa perlu lama menunggu, Pak Irwan, selaku MC kali itu, mulai membuka acara. Seperti biasa, acara formal tilawah al Quran dan anthem Indonesia Raya pun diperdengarkan. Seteleh 'berpuisi' beberapa beberapa bait, jalannya acara diserahkan kepada bapak Dubes, A.M Fachir selaku moderator.

Acara bertemakan 'Indonesia Pasca Reformasi dan Peran Lulusan Azhar' pun segera dimulai. Seperti yang ku bilang di awal, Pak Habibie bicara sebagai seorang eyang. Selanjutnya beliau bercerita tentang wawancara beliau di Mesir. "Mungkinkah kami bisa maju di tahun 2020? Bagaimana caranya? Dari mana memulai?" tanya seorang mahasiswa Mesir dalam acara tersebut.

Beliau menjawab, "Bisa. Dan itu adalah dengan nilai tambah dari sumber daya yang terbaharukan. Manusia."

Beliau kemudian menjelaskan arti penting dari nilai tambah. Bagaimana sebuah barang itu bisa bernilai. Memberi contoh mobil Marcedes dan Kijang. Plus Marcedes habis tabrakan. Harga itu yang menilai adalah pasar. Hasil dari nilai tambah dikurangi cost. Semakin besar nilai tambah, dan semakin kecil biaya cost, maka keuntungan semakin besar.

Bagaimana membuat nilai tambah itu? Kata beliau ada 3 elemen. Agama, budaya dan IPTEK. Ketika ketiga hal ini bersinergi positif, maka akan menghasilkan nilai tambah luar biasa. Dan inilah yang dibutuhkan demi sebuah kemajuan.

Selesai bercerita tentang konsep, kemudian beliau berbagi pengalaman bagaimana dulu merintis dan mengembangkan IPTN - yang kini bernama PT DI. Dimulai dari sebuah obrolan panjang dengan Pak Harto alm. Sekitar 5 jam, kata beliau. Tepatnya pada tanggal 10 Oktober 1974, beliau diminta untuk mengembangkan industri strategis negara maritim.

Ada hal yang menarik ketika itu. Pak Habibie bertanya, "Kenapa saya Pak?"
"Banyak negara-negara tetangga memberi saya nasehat. Bahwa kalau Indonesia ingin maju, maka harus meninggalkan Islam. Karena Islam adalah hambatan utama bagi sebuah kemajuan."

Suasana di ACC hening dan kaget.

"Lantas,..?"
"Saya tahu kamu, ini berkas-berkas tentangmu," kata Pak Harto sambil menunjukkan bertumpuk dokumen tentang Pak Habibie.
"Kamu puasa senin-kamis, .... nafasmu adalah al Quran. Karenanya, nanti kamu yang akan buktikan. Bahwa Indonesia, dengan Islam, pun bisa membuat sebuah kemajuan. Itu kamu."

Ruang ACC seketika bergemuruh. Sungguh aku tak pernah tahu. Ku pikir, Pak Harto setali tiga uang dengan Bung Karno yang dekat dengan komunis. Terlebih ketika mendengar kalimat pertamanya. Ternyata,..

"Duitnya, Pak?" tanya Pak Habibie setelah nampak menerima alasan penunjukan beliau.

Di sinilah titik balik alur pikiranku. Dari semula yang sangat bersemangat dan bangga dengan apa yang sudah diperbuat Pak Habibie, menjadi sebuah kemirisan.

Sebuah realita yang tak terbantahkan. Benar bahwa dulu Pak Harto bahkan pernah bilang, "Kamu buat apapun, terserah, saya akan mendukung. Bikin kapal, pesawat, kereta api, atau apapun." Namun realita sekarang, membuat para pelaku industri strategis menangis. Para ilmuwan pun kabur karena ga ada dana riset dan lapangan pengabdian. IPTEK di Indonesia jalan di tempat. Hilmi Fauzi bilang, industri ini sudah seperti zombie, it's dying.

Apa yang membuat saya miris adalah, ketika itu, ya di malam itu Pak Habibie begitu bersemangat. Menjelaskan panjang lebar dengan berapi-api tentang cerita itu. Saat CN 250 akhirnya terbang perdana tanggal 10 Agustus 1995, sebagai sebuah hadiah bagi Indonesia... Sebagai sebuah pesawat pertama yang menggunakan teknologi fly by wire di dunia. IPTN sebagai sebuah perusahaan pertama dan satu-satunya, yang memproduksi semua komponen pesawatnya. Dan semua ini, hasil dari orang-orang Indonesia. Kita mampu!

Hampir semua yang ada di ACC tertegun bangga saat film itu diputar. Bagaimana pesawat bernama Gatotkaca itu terbang tinggi dan bermanuver. Kemudian mendarat dengan sempurna. Tapi tak banyak yang ingat, bahwa tanggal itu adalah tahun 1995. Lima Belas tahun yang lalu Bung!! Dan sekarang? Hm.. Wajah itu terlihat bersemangat. Tapi aku yakin, dalam hati beliau bersedih. Melepaskan IPTN dan meninggalkan Indonesia.

Pertanyaan itu berputar-putar dalam kepalaku. Hingga, hampir-hampir aku tak terlalu memperhatikan apa yang beliau sampaikan. Terlebih karena suara beliau yang kadang kurang jelas, tercampur dengan logat Germany-nya yang kental. Maka ketika sesi pertanyaan dibuka, aku segera angkat tangan. Berharap Pak Fachir bakal menunjukku. Tapi ternyata tidak. Aku harus membawa pulang pertanyaan-pertanyaan itu sampai di kamar.

Satu-satunya kalimat semangat yang ku ingat adalah, "you perform!" Semua itu karena perform. Bukan ngomong doang. Bukan polemik. Apalagi tawar menawar politik.

Sambil membawa ratusan - lebay dikit, - pertanyaan, aku pulang ke sekretariat. Sengaja aku jalan dari mahattah gami' menuju KSW dengan jalan kaki. Sambil menikmati malam dan membawa terbang angan-angan.

Sampai kemudian saat tiba di kamar, temenku lagi nyetel film Kunfu Panda 2. Aku pun jadi asyik duduk. Sedikit lupa dengan pertanyaan tadi. Hingga ketika sampai di suatu adegan, saat Po terkena tembakan meriam si Peacock. Po terjebak dan tak mampu menghindar. Terlebih karena ketika itu ia harus bertarung dengan masa lalu. Sebuah pertanyaan, "who am I?".

Po kemudian terbangun di sebuah desa di mana ia berasal. Ia dirawat the Soothsayer, sang kambing peramal di gubuk itu. Saat melihat boneka kecil miliknya yang telah lama tak bersua, ia pun terbawa ke alam inner peace. Kemudian mulai bergerak gemulai khas selingkung kungfunya, softcore. Saat mengalir bersama embun di tubuhnya, the Old Goat berbicara pelan padanya, "Stop fighting. Let it flow.. "

Aku tertegun dengan kalimat ini. Stop fighting. Hm... iya. Ternyata banyak dari kita, lebih sering bertarung dengan masa lalu. Menyalahkan apa yang sudah terjadi. Kesalahan kita. Kesalahan orang. Kedzaliman mereka. Ketidak-aturan di dunia. Keserakahan negara-negara kapitalis. Dan yang lebih menyesakkan adalah, para korporasi besar yang membuat negara ini jajahan oportunis! Termasuk saat melihat diriku. Ku lihat di sana sebuah pertarungan tak pernah usai. Antara memori dan masa kini.

Stop fighting dude,..

Berhentilah bertarung dan menyalahkan masa lalumu. Ia tak kan berubah. Kau juga tak kan pernah menang. Tapi yang pasti engkau akan semakin terluka. Berdamailah.. terima masa lalumu dan maafkan realita dirimu.

Let it flow..

"The only thing that matters is what you choose to be now.”

Terima kasih Pak Habibie. Semangat dan pesan Bapak akan selalu kami ingat. Ketegaranmu berdamai dengan masa lalu, tampak sekali dengan suara lantang itu. Melihat IPTN pelan-pelan mati seharusnya benar-benar menyakitkan untuk Bapak. Tapi bukan itu, bukan itu yang engkau bagikan kepada kami. Bukan rasa sakit. Tapi semangat untuk memilih, what ought we choose to be now!

--------------------------
 Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Sabtu, Juli 09, 2011

Pengumuman Calon Mahasiswa Al Azhar Mesir 2011-2012

PENGUMUMAN
Nomor : Dj.I/Dt.I.IV/4/HM.00/1206/2011


Berkaitan dengan seleksi calon mahasiswa baru dari Indonesia ke Universitas Al-Azhar Mesir tahun akademik 2011-2012, dengan ini disampaikan bahwa :

1. Sejak tahun 2011 Al-Azhar mewajibkan bahwa semua ijazah Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren yang telah mu'adalah harus diperbaharui kembali sebagai syarat untuk studi ke Universitas Al-Azhar.
2. Namun dikarenakan pengurusan mu'adalah ijazah dimaksud membutuhkan waktu sekitar 3 atau 4 bulan, maka Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama memutuskan pada tahun 2011 ini tidak melakukan seleksi mahasiswa baru ke Univ. Al-Azhar. Keputusan ini diambil sampai ada ketentuan lebih lanjut.

Demikian pengumuman ini, harap maklum adanya.

Wassalamu’alaikum wr. wb.



Jakarta, 23 Juni 2011

An. Direktur Jenderal
Direktur Pendidikan Tinggi Islam

Ttd.

Prof. Dr. H. Machasin, MA
NIP. 19561013 198103 1 003


Tembusan :
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (sebagai laporan)
-----

Sumber: http://www.diterptais.net


--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Sabtu, Mei 07, 2011

PENGUMUMAN BEASISWA UNIV. AZHAR MESIR 2011-2012

PENGUMUMAN BEASISWA UNIV. AZHAR MESIR
TAHUN AKADEMIK 2011-2012
Nomor : Dt.I.IV/4/PP.009/129/2011



Menunjuk surat Kedutaan Besar Republik Mesir di Jakarta bahwa Universitas Al-Azhar Mesir memberikan tawaran beasiswa bagi putra-putri Indonesia untuk melanjutkan studi kesana untuk tahun akademik 2011-2012 dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pelaksanaan seleksi akan dilaksanakan selama seminggu dimulai dari tanggal 16 Mei 2011 di Kedutaan Besar Republik Mesir Jalan Teuku Umar No. 68 Jakarta Pusat Telp. (021) 31931141

2. Materi ujian meliputi ; Hafalan Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan Pengetahuan Agama Islam .

3. Info selengkapnya menyangkut pendaftaran, persyaratan seleksi, waktu ujian dan pengumuman kelulusan dapat ditanyakan langsung ke Kedubes Mesir Jakarta.



Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.



Jakarta, 5 Mei 2011

Direktur Pendidikan Tinggi Islam



ttd


Prof. Dr. H. Machasin, MA

NIP. 19561013 198103 1 003

-------------------------------------------------------

UPDATE: 


Untuk pengumuman HASIL UJIAN, sebagaimana sudah tertera di atas, agar MENGHUBUNGI pihak Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, dengan alamat sebagai berikut:


Jl. Teuku Umar No. 68, Menteng Jakarta Indonesia

Phone:
+6221-3143440
+6221-31935350
+6221-31931141

Fax:
+6221-3145073

Email:
egypt@indosat.net.id

Website URL:
http://www.mfa.gov.eg/Missions/Indonesia/Jakarta/Embassy/en-gb - TIDAK VALID





--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Jumat, Mei 06, 2011

Sekilas Pandang Dinar dan Dirham

tulisan ini adalah komentar Mirza Komera dalam status Pak Zaim Saidi dengan sedikit editing minor

Berikut ini adalah beberapa pendapat keliru tentang Dinar Dirham. Pendapat-pendapat tersebut dapat dikelompokkan kedalam dua kutub ekstrim.

PERTAMA: yang menilai dinar adalah bagian dari perekonomian Arab 1500 tahun yang lalu, sehingga tidak relevan dengan perekonomian sekarang.

1. Dinar hanya untuk closed economy: pendapat ini keliru karena pada masa Rasullah beredar dinar (dari Romawi) dan dirham (dari Persia).
# Volume transaksi perdagangan international di jazirah Arab begitu besarnya, bahkan dikenal sebagai jalur perdagangan Utara dan Selatan.
# Jalur perdagangan Utara: India, Oman, Syam, Roma; Jalur Selatan: Roma, India; serta jalur Utara-Selatan: Syam dan Yaman.
# Perdagangan Rasul menggunakan barter: pendapat ini tidak tepat, karena pada masa sebelum Rasulullah telah beredar alat tukar dinar dirham.
# Dan Rasulullah tidak melarang dinar dan dirham yang beredar di masayarakat untuk digunakan sebagai mata uang.
# Hal ini otomatis membantah pendapat yang mengatakan bahwa perdagangan pada masa Rasul menggunakan sistem barter.

2. Dengan dinar, tidak perlu adanya Bank central: pendapat ini keliru karena negara perlu mengontrol peredaran dan harga emas/perak.
# Pada masa Rasullah tidak ada bank sentral karena tidak mencetak dinar/dirham. Namun dikenal otoritas keuangan pemerintah: Baitul Mal.
# Pada masa Abdul Malik bin Marwan (74 H) ada bank sentral karena pada masa itu dinar/dirham telah dicetak oleh Daulah Islamiyah.

KEDUA : yang menilai dinar dan dirham adalah mata uang yang diridoi Allah dan Rasul, sehingga penggunaannya wajib hukumnya.

1. Dengan digunakannya dinar, otomatis terhindar dari inflasi. Pendapat keliru karena digunakannya dinar, tidak otomatis inflasi hilang.
# Bahkan pada zaman Rasul tercatat, pernah terjadi inflasi meskipun pada saat itu digunakan dinar dan dirham.
# Inflasi sebenarnya bukan merupakan fenomena yang musti ditakuti, karena tergantung penyebab dari inflasi.
# Sepanjang inflasi diakibatkan oleh supply stocks dan high cost economy (dinamika dari sektor riil) maka itu tidak menjadi masalah.
# Lain halnya jika diakibatkan oleh money creation tanpa diimbangi kebutuhan dari sektor riil.

2. Dinar adalah mata uang Islam. Anggapan sebagian masayarakat bahwa dinar berasal dan merupakan milik Islam adalah sebuah kekeliruan.
# Pada kenyataannya sejarah mendapati bahwa dinar berasal dari Roma dan dirham berasal dari Persia.
# Bahkan nama dinar sendiri diambil dari nama raja Roma yang bernama ”Dinarius”, sedangkan dirham diambil dari bahasa Yunani Kuno ”Drahms”.
# Penggunaan dinar akan menghapuskan riba. Ini tidak benar. Riba pun dipraktekkan secara luas pada masa Rasulullah meski ada Dinar Dirham.
# Riba dihapus secara bertahap bahkan sampai dengan Khutbatul Wada’ riba masih dilakukan oleh sahabat Rasulullah.

-Multisumber-

kesimpulan: sebagaimana yang sudah sering saya bilang, bahwa dinar dan dirham itu hanyalah mata uang yang sifatnya netral. sifatnya sama persis seperti mata uang lain, termasuk rupiah. dan menurut saya, satu-satunya jalan untuk mencapai bentuk ekonomi yang lebih adil dan sejahtera, adalah dengan mencari sistem alternatif baru yang tidak melulu berpusat pada keuntungan pemodal semata.

pertanyaan yang sangat menohok bagi pemuja ekonomi kapitalis adalah; "Mungkinkah kita bisa mengurangi kemiskinan bila keinginan terdalam kita justru selalu berusaha menjauhkan mereka dari menikmati harta yang kita peroleh?"

ini sama seperti sikap Qarun, sebagaimana diceritakan dalam al Quran (al Qoshos: 78), "Innama utituhu ala ilmin indi" Sesungguhnya, apa yang kudapatkan adalah dari amal perbuatanku sendiri.. (neilhoja)

Wallahu a'lamu bisshowab.


--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Minggu, Februari 20, 2011

Informasi Pengembalian WNI ke Mesir

originally written by: Willy Sakareza
with minor html editing

Dear rekans2,

Memberikan info agar dapat disampaikan kepada yang membutuhkan,

Sejak tanggal 15 Februari 2011 yang lalu, kami dari Pokja Pemulangan WNI ke Mesir, telah membuka akses registrasi kepada mereka yang ingin kembali ke Mesir pasca evakuasi. Bagi yang belum daftar atau baru daftar via sms, disarankan dengan sangat untuk mendaftar via website ke www.kln.dikti.go.id.

Bagi rekan-rekan yang memiliki masalah dengan visa Mesir (hilang atau habis masa berlaku), akan dibantu pengurusannya oleh pokja sesuai dengan informasi tercantum di website tersebut, sehingga tidak perlu datang secara fisik ke Jakarta/Surabaya untuk mengurus visa. Jalur informasi utama adalah website www.kln.dikti.go.id


Senin, November 29, 2010

Cinta adalah Misteri

Cinta adalah misteri dalam hidupku
yang tak pernah ku tahu akhirnya
namun tak seperti cintaku pada dirimu
yang harus tergenapi dalam hidupku


Begitulah ungu bercerita dalam melodinya tentang cinta. Bercerita tentang cinta seolah tak ada habisnya. Entah kenapa, akhirnya aku pun jadi tertarik dengan tema ini. Sebuah alur pemikiran yang sudah lama tak pernah ku ikuti. Pun jarang ku jadikan ia sebagai jalan cerita di blog ini. Maka jangan heran bila tak lagi kalian dapati di sini, selarik puisi.

Minggu, November 21, 2010

Rindu dan Kangen; Facebook vs Google

Ups, ko judulnya rindu dan kangen? Yeeha... ini karena dah lama sekali aku ga ngeblog. hehe, akhirnya bisa ngeblog lagi setelah dipaksa. Aturannya sih, hari ini harus dah jadi makalah buat besok presentasi. Tapi karena ngerasa banyak berutang tulisan sama blog, harus dipaksa-paksain deh nulis. :D

Okeh, sebenernya banyak banget yang ingin kubagi di sini. Yah, gimana enggak.. bahkan kalau pun mau dibagi, sehari aja bisa dapet banyak cerita. Gimana jadinya kalo udah sebulan penuh ga pernah cerita? Wkwkkwk...

Minggu, September 19, 2010

I Need Ur Help

Seekor burung kecil tiba-tiba mengusik tidurku
Warnanya yang indah, memesona retinaku
Bulunya yang halus, mematikan saraf kulitku
Suaranya yang merdu, hilangkan peka indra telingaku

Sama seperti ketika ia mentapku jernih
Lalu dengan tulus menghimpun nafas
Dan memulai kicau menghibur duniaku

Rabu, Juli 14, 2010

Ngantuk

Waduwh, ko judulnya ngantuk? Aku yakin pasti temen-temen kenalanku pada ketawa baca judul tulisanku ini. Yah, karena entah kenapa mereka itu menganggapku suka tidur, alias ngantukan. Padahal, kalo ku itung-itung sendiri aku paling jarang tidur di bawah jam 12 malam. Sudah gitu, aku paling anti dengan tidur pagi. Kalaulah bukan karena tidur setelah subuh, insya Allah kalian ga akan nemuin aku tidur lagi setelah subuh.. Jadi sebenarnya, sapa yang suka tidur alias abu naum? :P

Jumat, Juli 09, 2010

PENGUMUMAN BEASISWA PROGRAM S1 KE MAROKO
TAHUN AKADEMIK 2011-2012
          Nomor : Dt.I.IV/4/HM.00/1297/2011

Berdasarkan surat Kedutaan Besar Maroko di Jakarta nomor : 0719/11 tanggal 4 Juli 
2011, diberitahukan bahwa Kerajaan Maroko memberikan penawaran beasiswa 
program S1 bagi pelajar Indonesia sebanyak 15 (lima belas) orang untuk tahun 
akademik 2011-2012 dengan ketentuan :

1. Beasiswa tersebut meliputi  bebas  biaya kuliah, akomodasi dan  insentif yang 
terbatas. Sedangkan biaya tiket pemberangkatan dari Jakarta ke Maroko 
ditanggung oleh peserta.
2. Bagi calon peserta  yang yang berminat  diharapkan melampirkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
a. Foto copy ijazah (Aliyah atau Pondok Pesantren) dan transkrip nilai yang 
telah terakreditasi di Kementerian Agama dan dilegalisir oleh sekolah yang 
bersangkutan dengan standar nilai minimal 7,5 (tujuh koma lima);
b. Foto copy akte kelahiran;
c. Daftar Riwayat Hidup;
d. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar.
3. Pendaftaran dibuka dari tanggal 9 s/d 15 Juli 2011 dan dokumen persyaratan
langsung dikirim melalui :  Subdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam 
Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4 Lantai 8 Jakarta Pusat 1071 
Telp. (021) 3812344  ext.326.
4. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama akan melakukan seleksi 
administrasi untuk diseleksi menjadi 15 orang yang kemudian akan diusulkan ke 
Kedutaan Besar Maroko di Jakarta.
5. Bagi peserta yang lulus seleksi akan dihubungi langsung oleh panitia dan 
diharuskan melakukan pemberkasan ulang untuk dikirim ke Maroko.

Demikian pengumuman ini agar dimaklumi.  
Jakarta, 8  Juli 2011


Direktur Pendidikan Tinggi Islam



ttd
Prof. Dr. H. Machasin, MA
NIP. 19561013 198103 1 003



Sumber: http://www.ditpertais.net
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Jumat, Juni 18, 2010

Pengumuman Hasil Seleksi Non Beasiswa Univ. Al-Azhar Mesir 2010-2011

Alhamdulillah, akhirnya keluar juga pengumuman hasil seleksi ujian non Beasiswa al-Azhar. Setelah menunggu sekian bulan, dan sempat diundur.. Ditpertais (Direktorat Jendral Pendidikan Islam) Depag, mengeluarkan keputusannya tanggal 8 Juni lalu. Sebelumnya mohon maaf karena mungkin agak terlambat, karena kemarin-kemarin ketika mencari di situsnya belum sempat ketemu. Tapi alhamdulillah, sekarang sudah dapat informasinya. Jadi, bagi temen-temen yang tanggal 18 dan 19 Mei kemarin sudah ikut ujian kelulusan masuk, bisa melihat pengumumannya di bawah.


Sekilas Cerita tentang Orangtua Kita

Sahabat Abu Hurairah sempat gelisah karena ibunya masih dalam jeratan
kekufuran. Dalam shahih Muslim disebutkan, dari Abu Hurairah, ia bercerita.

Aku mendakwahi ibuku agar masuk Islam. Suatu hari aku mengajaknya untuk
masuk Islam, tetapi dia malah mengeluarkan pernyataan tentang Nabi yang aku
benci. Aku (pun) menemui Rasulullah dalam keadaan menangis. Aku mengadu.

Jumat, Mei 28, 2010

Rencananya, Sepeda Motor Bakal dilarang Pakai Premium

Menurut bocoran dari pemerintah, pengendara sepeda motor akan dilarang menggunakan bensin premium bersubsidi, dan dipaksa memakai pertamax. Maaph, ni bukan pertamax gan seperti yang dicari-cari di kaskus, tapi ini pertamax beneran salah satu jenis bbm (Bahan Bakar Minyak). Alasannya, karena dikhawatirkan beban APBN akan membengkak dengan banyaknya sepeda motor yang memakai bensin bersubsidi. Karenanya, pemerintah pun berinisiatif memaksa pengendara sepeda motor membeli pertamax. T_T

Senin, Mei 17, 2010

10 Daya Tarik Pria yang Bisa Membuat Wanita jadi Gila

Meski diciptakan untuk saling mengisi, dan sudah barang tentu memiliki kutub-kutub ketertarikan, kira-kira penasaran ga sih, apa yang membuat wanita jatuh cinta sama aku (cowo, maksudnya.. hehehe)? Jangan salah, biarpun tulisan di bawah ini lebih bersifat laporan, sapa tau bisa dimanfaatkan buat kita-kita yang masih cari tulang rusuk yang hilang.. ^^v

Pria bisa menjadi sangat seksi di mata wanita. Bukan hanya karena bentuk tubuhnya, tetapi juga sikap manisnya. Daya tariknya membuat wanita jatuh cinta.


Ketahui sepuluh daya tarik pria yang membuat wanita tergila-gila. Mungkin salah satunya adalah yang membuat Anda jatuh cinta pada pasangan.

Sabtu, Mei 15, 2010

Artikel Bursa dan Saham dalam Perspektif Ekonomi Islam

Pagi-pagi, berencana onlen sebentar ternyata di sapa temen di facebook. Namanya Rois Fata, katanya butuh bantuan terkait artikel-artikel tentang bursa dan saham. Sambil curhat dia bilang, “Di muqorror (diktat kuliah di Azhar) Qodoya yang ngebahas hukum mesir, isinya njlimet dan ga sistematis..” Dan akhirnya sambil iseng bentar, aku coba nyari-nyari di internet, karena kubilang ga punya makalah tersebut di laptop.

Apa itu bursa saham? Dan bagaimana pasar bursa saham itu bergerak? Apa saja yang menjadikannya begitu penting, sehingga Majma’ Fiqih Islamy tidak memfatwakan untuk menghilangkannya?

Senin, Mei 10, 2010

Karakter Berdasarkan Tanggal Lahir

Tulisan ini kudapat dari blog orang, kemudian ku posting ulang di sini sebagai bahan arsip. Di bawah ini menjelaskan secara singkat tentang bagaimana karakter dan bawan watak seseorang yang lahir pada tanggal tertentu. Hal ini bisa Anda temukan dan bisa dicocokkan pada teman, saudara ataupun pada diri Anda sendiri terkait karakter yang dijelaskan di sini. Benarkah karakter seseorang bisa dibaca atau ditentukan oleh suatu hal yang sifatnya takdir, seperti tanggal lahir ini? Dan benarkah ramalan ini bisa dipercaya, atau malah ga boleh kita percayai? Soalan ini pernah dulu kubahas, dan jawaban singkatnya adalah.. silahkan anda baca, dan anda cocokkan, akan tetapi tidak untuk kita percayai mutlak kebenarannya. kata Rasul, "kadzaba al-munajjimun walau shadaqu.." sesungguhnya orang-orang ahli perbintangan (dukun, dsb) itu berbohong, meskipun (bisa jadi) yang dikatakannya (ternyata) benar.