Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 27, 2014

Pada Siapa Ku Bertanya

saat apa yang kau lihat dengan mata
ternyata tak sama..

saat yang kau baca dengan akal
tak lagi nyata..

pun saat apa yang kau dengar dari telinga,
rupanya tak tunjukkan arti kejujuran..

langkah kaki pun goyah
mata mulai rabun, ragu tuk melangkah

tanganmu gagal meraih pegangan
kakimu hilang pijakan.

pada siapa aku harus bertanya?



--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Sabtu, Desember 17, 2011

Mencintaimu Karena Allah itu..

speechless.. sekedar renungan untuk diri sendiri..

"cinta, sebagaimana perbuatan manusia lainnya membutuhkan pondasi. dan pondasi terkuat untuk sebuah alasan adalah Allah. lalu, pernahkah kau bertanya, untuk alasan apa engkau mencintainya..?"

-------
Wahai diri..
Jika memang kau mencintainya karena Allah
Cintailah dia dengan cara yang benar
Cintailah dia pada saat yang tepat

Ya Robb..
Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan

Ya Robb..
Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk
Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya


Ya Robb..
Aku memilihnya karena sebuah keyakinan
Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya
Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya
Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya

Ya Robb..
Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…
Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…
Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya
Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui
Karena Engkaulah yang Menciptakanku
Karena Engkaulah yang Memelihara diriku

Ya Robb…
Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridhlo kepadaku
Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku
Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu
Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..
Sebagai wujud bakti ku pada Mu
Sebagai wujud syukurku pada Mu

Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah
Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur
Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan

Ya Robb..
Dengan segala Kekuasaan Mu
Dengan segala Kekuatan Mu
Dengan segala Keagungan Mu
Hamba mohon pada Mu,
Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit
Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat
Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu, diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.

Ya Robb buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan
Ya Robb buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)
Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…
Aku tidak hanya mencintaimu..
Tapi aku ingin mencintaimu karena Allah
Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar
Aku ingin Alloh Ridhlo dengan cinta ini
Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya
Karena semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya
Tak usah memaksakan jika dia memang bukan untuk diriku
Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu

Sehebat apapun cinta ini…
Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita, saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita
Karena yang terbaik adalah…
Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan
Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti
Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhan nya
Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat
Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridhloan dan kebahagiaan
Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Allah swt
Aamiin..


Sumber: Facebook
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Sabtu, November 12, 2011

Maaf



gelung cincin ini masih terpasang erat
melepasnya,
mengendurkannya,..
ingin sebenarnya membuat jemari tangan ini sedikit bernapas

tapi ahr... rasanya ga bisa
hati ini terikat kuat
melepasnya, sama saja melepaskan separuh jiwa

aku pun terlelap, dengan gelung cincin itu
masih melingkar di jari manis kanan
berat tuk menggenggamnya,
lebih berat lagi buat melepasnya

semua bermula saat kata maaf tak kunjung bertuah jawaban
jangankan berucap maaf,
tuk mengerti kenapa harus meminta maaf pun tak terpikir sebelumnya
sampai kemudian sebuah cerita,
sadarkan khilafku

ingin rasanya kembali ke masa lalu
mengulang kembali renda-renda yang sempat terangkai
kembali menata puzzle demi puzzle

tentang arti hidup
tentang arti bahagia
dan tentang arti cinta..

tapi apa daya..
manusia seringkali khilaf
dan kembali ke masa lalu adalah hal paling mustahil
sementara penyesalan adalah penyakit hati paling menyakitkan

hingga sebuah khutbah Jum'at mengingatkanku,
"sesungguhnya malaikat, merasakan sakit sebagaimana manusia merasakannya.."
malaikat juga tak senang bila ada orang, membuat orang di sekitarnya merasa terganggu
dan hilanglah rahmat bersama perginya sang malaikat
degh!

maaf,... maaf.. dan maaf..
kata-kata itu terus berputar dalam perjalanan hari selanjutnya
meski begitu, keinginan menata ulang sang puzzle juga tak berkurang

dan lalu hari ini, sebuah majlis di masjid Azhar
Syekh Yusri menegaskan
sesungguhnya perlakukanlah manusia,
sebagaimana engkau ingin agar Allah memperlakukanmu seperti itu
bersikaplah lembut, bila engkau ingin Allah lembut pula kepadamu
dan bersikaplah pemaaf, bila engkau ingin Allah juga pengampun atas dosa-dosamu..

meski benar, bahwa aku ingin mencintai hanya karena-Mu
tapi jalan menuju ke sana tak semudah itu
maka, maafkanlah..
dan bersikaplah bijaksana

aku pun tak tahu lagi, bagaimana Engkau akan memberiku takdir
yang aku tahu, segala yang Engkau berikan adalah ujian untukku

aku pun menutup mata siang itu, dengan doa sederhana

"duhai Allah, jika hal ini adalah baik bagiku, agamaku, dan hidupku..
maka mudahkanlah dan takdirkanlah untukku
namun bila hal ini buruk untukku, agamaku dan hidupku
maka jauhkanlah hal itu dariku dan jauhkanlah aku darinya..

maka berikanlah aku takdir yang baik dari-Mu
kemudian berilah aku keridhaan atas keputusan-Mu itu"

maafkan aku ya, bunda.

#sore yang melelahkan, di atas pembaringan, Nasr City, Cairo 2011
 
--------------------------
 Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Minggu, September 19, 2010

I Need Ur Help

Seekor burung kecil tiba-tiba mengusik tidurku
Warnanya yang indah, memesona retinaku
Bulunya yang halus, mematikan saraf kulitku
Suaranya yang merdu, hilangkan peka indra telingaku

Sama seperti ketika ia mentapku jernih
Lalu dengan tulus menghimpun nafas
Dan memulai kicau menghibur duniaku

Sabtu, Agustus 29, 2009

What About Love?

may be a late response...

gelisah
gundah
tak tentu arah..

ingin kusampai padamu
ingin ku jujur untukmu


mendekapmu hangat
membelaimu lembut
dan menjadi bahu sandar gelisahmu

akan tetapi cinta
adalah anugerah,
karenanya ku minta maaf
bila dirimu ku letakkan di belakang
sang Pemberi anugerahmu..

tak ingin kunodai cintamu,
pun tak mau kuterhempas oleh cintaku

biarkan ia tumbuh dan mekar
dengan tetes rintik air ketaatan
dan bukan guyuran bah kenafsuan

kasih, jangan kau persempit duniamu dengan namaku
duniamu begitu luas dan berwarna
sementara diriku begitu sempit dan kaku

terbanglah bebas duhai merpatiku,
pandanglah awas jalan masa depanmu
senantiasa angkat dagumu
dan buang gundah gelisahmu tentangku

pun ingin kurangkai cerita
tentang kisah cinta sejati,

hanya saja belum ingin kumulai
hingga kau terima cincinku di jari manis kirimu.

kairo, sehabis sahur 1430.

Selasa, Agustus 25, 2009

Surat Cintaku Untukmu, Ukhti..

Sebuah surat cinta universal kutemukan dari sebuah catatan adekku. Sengaja dia masang tag di profil fesbukku. Kusebut universal, karena surat cinta ini bertujukan untuk semua wanita dan global, tanpa menyebut nama. Tulisannya menarik, dan atas pengakuan adekku itu sendiri sebagai wanita, akan dibikin terbang melayang-layang. Bahkan katanya, saking berbunganya, bunga musim semi di empat negara pun akan kalah... *lebay deh keknya. And truly, I wanna say it as my own words...


Assalammu'alaikum Wr... Wb...

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku...
Masihkah menungguku...?

Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu.
Apalagi hanya demi sebuah pernikahan.
Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat,
tapi ia bisa hancur dalam sedetik.
Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun,

tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu...
Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...

Ukhtiku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia...
'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
......

(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah...
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah...
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin...

Wassalamu'alaikum Wr... Wb...
===============

Duhai Rabbi..
betapa hina hamba ini
tak mampu merasa cinta-Mu,
bahkan ketika cinta Kau anugerahkan dalam hidupku..

cintaku akan ni'mat-Mu serasa menjadi hijab
dan lantas ku terpesona dalam anugerah-Mu
terpaku melupakan-Mu..

ya Allah,
ajari hamba yang lemah ini
tak saja mengenal cinta dalam saraf materi
tapi juga mampu merasa cinta dalam transenden-Mu

ingin merindui panggilan-Mu,
seperti aku merindui ketikan baris suaranya
ingin pula merasa hangat dalam kalam-Mu
seperti saat aku nyaman tatkala mengingatnya
ingin pula memandang takjub dan takut pada alam ciptaan-Mu
seperti ketika hati bergolak saat beradu mata dengannya

ya Allah,
letakkan dunia di tanganku,
dan bukan di hatiku..

Senin, Mei 25, 2009

Bulan Gerhana

lagi-lagi ku terpasung
menjejak kata dalam rasa ini
padahal dulu aku sudah bilang,
aku hanya ingin mati rasa..

menatap indahnya langit
melenakan dan membuat takjub
terlebih saat pandangan beradu bulan
selami rasa yang tak lagi asing di telinga

ku tak pernah berharap lebih padamu
persis seperti saat pertama kali ku melihatmu

maka saat gelap mentari menghalangimu
dan ciptakan gerhana tutupi cahayamu
aku tak kan protes

tak jua itu salahmu, atau salahku
itu hanya bagian dari hidup
dan revolusi putaran sunnah

meski sulit, tapi ijinkan aku
untuk mati rasa. kali ini saja..

dan bila suatu saat pelita hati bertanya di mana,
aku akan bilang, tak perlu gelisah
meski bulan gerhana dan tak kasat mata
tapi ia ada di sana
dan masih akan ada di atas sana..

suatu waktu
maaf bila ku masih suka mengintipmu dari balik jendelaku
dan lagi-lagi.. ku tersenyum
saat kutemukan orbitmu yang lain

engkau masih dalam sederhanamu
dalam lembut cahayamu

tetaplah di atas sana bulan,
meski gerhana dan matahari menghadang
tapi kita tak kan menyerah, bukan?

wasta'inu bi ash-shobri wa ash-sholat...
ya Allah, berilah kami kekuatan dengan kesabaran dan kekhusyukan dalam mengingat-Mu

Rabu, April 29, 2009

Mengukir Lucky - Jason Marz

saat hati terantuk semu
dan kegelisahan mengulum kelambu
aku tepekur dalam sumbang
hanya mampu teriak dalam kalbu

Do you hear me,
I'm talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I'm trying
Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard


I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don't know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I'll wait for you I promise you, I will

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
Lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I'm sailing through the sea
To an island where we'll meet
You'll hear the music fill the air
I'll put a flower in your hair
Though the breezes through trees
Move so pretty you're all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I'm lucky I'm in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again
I'm lucky we're in love every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh
Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


ijinkan aku bersandar sejenak
sekali ini saja,
pada rasa ini, pada suara ini
dan biarkan aku tersenyum
walau hanya dalam mimpi... ^_^

summer cairo, 29/4/2009

Senin, April 27, 2009

Teruntuk Adekku

lewat tengah malam, jam 00:00 di Kairo
tanggalan di desktopku pun berubah,
berganti bertambah satu
27 April 2009

melirik tanggal ini
ku teringat sebuah kisah..
bertahun-tahun yang lalu
saat sebelum ku berseragam putih biru

"Niam.. hoi, cepetan sini."
"Kenapa?"
"Udah ikut aja!" bentak temenku, sebelum aku bertanya sambil lalu.


Temen baikku itu, menggandeng tanganku. Membawaku turun dari kelasku di lantai dua, dan menyeretku ke depan pintu gerbang sekolah ku.

Adekku yang cantik, terlihat lugu. Dikelilingi beberapa temen cowoknya, diam terpaku. Aku kaget dan marah. Kukepalkan tinju, dan siap beradu.

Kayaknya sih, aku pengen marah. Dan ngerasa, sebagai senior di sekolah, harga diriku dan adekku diinjak-injak. Gimana bisa mereka gangguin adekku, padahal mereka tau posisiku???

sayang rupanya
saat ku genggam tangan adek ku
ku malah meminta keping seratus
dan pergi sambil lalu

dan di atas lantai dua,
aku terdiam marah,
kakak macam apa diriku?
ngebiarin adeknya diganggu??

hari ini genap lewat 22 tahun sejak adekku terlahir setelahku. ia masih tetep adekku dulu yang manis. ia juga masih seperti adekku dulu yang ceria. pun aku masih inget betul manjanya sama masnya. tapi masih seperti biasa, aku pun tetap tak punya waktu untuk berada di sisinya...

iya adek, mas ini lum bisa ada di sisi adek hari ini. sama kayak dulu, waktu adek masih kecil dan sering mas tinggalin bareng mbak ihda. ato seperti seringnya adek sakit diopname, yang mas lum pernah juga nemenin..

padahal mas tau, dan kenal betul adek yang pengen banget nyenengin masnya. dek iis yang slalu pengen tau bahagia buat masnya. juga dek noris yang mau berkorban apa aja buat masnya. hanya sayang, mas lum bisa bener-bener ngasih sayang buat adeknya...

lampu kamar di flat temenku tlah dimatikan
sambil berteman samar suara mobil dari jalan
saat bulan pun enggan muncul
hatiku berbisik malu,
tengadahkan tangan berucap pada-Mu Tuhan..

jalannya hari terus berganti
menanti perubahan yang tak pasti
tapi untuk mu adek, muslimah sejati
kan selalu ada Rabbmu di sisi

tak perlu takut datangnya hari
ia kan selalu memberi harapan dan janji
asal engkau punya keyakinan dalam hati
tak perlu ragu tuk langkahkan kaki...

---------------------------

Met ultah ya, dek...

Jumat, April 17, 2009

Hari Berkabung Internasional

Jalan kehidupan manusia emang gak selalu mulus. Terkadang ada saat di mana kita harus menerima sebuah musibah. Ada pula kalanya saat kita diberi anugerah dan kenikmatan tiada tara. Nah, di hari Jum'at ini... selainnya semalem ada pembacaan Yasin di sekretariat IKPM, dalam hatiku juga aku bacain Yasin untuk kematian salah satu kontak dalam jalan hidupku, kematian seorang b-u-l-a-n.

Dan untukmu, kutuliskan sebuah puisi ini.. tentang sebuah kesadaran.

aku tak pernah menyangka
saat dirimu datang tiba-tiba
saat kulihat malam begitu kelam,
dan tak kuduga kan ada secercah cahaya di ufuknya

lalu tiba-tiba saja engkau datang,
menyembul di balik gelapnya awan malam
sinari bumiku dengan cahaya lembutmu
berikan kehangatan dalam mati suriku

pelan tapi pasti...
tetesan lembutmu, telah melubangi batuku
percikan air tawamu, segarkan kembali bungaku
sementara manis manjamu, hempaskan aku dari orbitku
dan tanpa kuduga
tiba-tiba saja, sinar hangatmu tlah mengisi ruang di guaku, bulan...

--------------------

sore itu sepulang kuliah,
aku tertegun akan sebuah lubang di hati
berjalan ngawang, teteskan air mata
tlah selama ini kah, ku terhempas dan jauh dari cinta-Nya?

--------------------

sore itu di sebuah oase padang pasir
bulan bergerak menjauh dari orbitku
gravitasinya membuatku tertolak
lalu keluar dari galaksiku

tak jauh memang,
hanya di seberang andromeda sana
tapi ku yakin engkau pun tahu, bulan..
aku menatapmu @#$%^&
saat engkau temukan orbitmu yang baru

..........
ia berpindah galaksi?
..........
ia hempaskan aku?
...........
mana bulanku yang dulu?
setelah semua yang kau lakukan
dan perhatian yang kuberikan?

apakah karena engkau lupa
atau pemberianmu yang fana?
detik-detik memori pengembaraan galaksi kita
tiba-tiba sirna.

-----------------------

PLAK!
sebuah suara tiba-tiba menamparku
"bulanmu, engkau bilang?"
apakah engkau lupa ada pemilik hakiki di sana?
yang menciptakanmu dari tiada menjadi ada,
dan yang meniupkan musim semi di antara kalian berdua?!
lalu bagaimana engkau bisa berkata bulanku,
sedangkan atas kaki dan tanganmu, engkau sama sekali tak berkuasa!

aku terduduk malu
di atas sajadah lusuh itu.

bila kubayangkan betapa sakit dan tercerabutnya bumi ini,
saat bulan tinggalkan orbitku
dan bermadu di depanku...

lantas bagaimana selama ini pemilik ruhku
masih setia menuangkan cinta dan maghfirah-Nya
sementara aku juga bermadu
dalam lingkaran orbit bersama bulan, di hadapan-Nya!

aku terduduk malu.

---------------------------

ya Allah, anugerahilah aku cinta; untuk mencintai-Mu saja, dan menafikan yang selain-Mu...

Jumat, Maret 06, 2009

Rindu tak terjawab

Malam ini aku merenung sendiri. Seperti malam-malam sebelumnya...
Tapi kali ini berbeda, entah apa yang menggelayut di hatiku, aku pun tak tahu
Aku hanya merasa itu adalah sebuah kerinduan,..
Tentang apa, pada siapa dan bagaimana, aku juga sedang sibuk mengejanya..

Ingatanku terbawa ke sebuah surau, tentang lantunan sebuah ayat
"Inna al-insana khuliqa haluuan, idza massahu asy-syarru jazu'an wa idza massahu al-khairu manuan.."
Tak terasa, air mataku meleleh...
Apakah aku rindu untuk menangis?

Siang tadi, lidahku pun serasa kelu
Bacaan ayat-ayat suciku tak seperti biasa
Ada yang salah dengan ingatanku?
Pikiranku selalu terbang.. mengembara tak tentu arah
Dan aku pun tercenung,
Mengetuk kekeluan hatiku akan ayat-ayat Mu


Peng-ejaanku tercekat pada sebuah majalah bulanan kampusku, al-Azhar
Saat sebuah malam, aku membelinya dari toko kelontong pinggir jalan Bawwabah II
Saat aku terduduk lesu di depan monitor kerja IKPM
Mataku yang basah karena membaca selarik cerita Nabiku, Muhammad saw
Tentang sebuah doa yang tak hentinya beliau panjatkan untuk umatnya

Ada juga cerita tentang sebuah kekesalan
saat sebuah hati yang pergi dan tak kunjung kembali
Berkelana entah ke mana,
Saat bertumpuk data bersahut-sahutan meminta dituliskan
Huff, wanita..

Sementara Qur'an hitamku terbujur kaku
Ayat "dzalika al-kitabu..." seakan menarik lidahku untuk segera dibaca
Sedang ayat "wa an laisa lil insani..." mengeluhkanku untuk dikerjakan
"Inna sholati wa nusuki..." ayat lain yang meratapi penjagaan hatiku
Sedang aku masih tercekat dalam bacaan "Thoha,.." dan tak mampu kuteruskan

Lantas ku bersimpuh, mataku sayu menatap langit yang kelu
Masih adakah celah untukku?
Bisik tangisan hatiku

Madrasah, 22:41 CLT



Kamis, Desember 18, 2008

Surat Untuk Tuhanku

Di Ujung Tanduk

di mana Engkau?
kucari-cari dalam tiap rakaatku,
dan hanya kutemukan toleh salam dalam tahiyatku

dan saat aku bertakbir di waktu duha-Mu,
kutemukan diriku t'lah berdoa memohon rizki dariMu
tapi di mana kebesaran-Mu?

kulanggengkan rawatib sunnah Nabi-Mu,
pun tak jua kutemukan keagungan jejak-Mu

aku masih ingat di istikhorohku malam itu,
kupanjatkan kegelisahanku,
namun sungguh tak kutemui Engkau di hatiku


kusuarakan bacaan kalam agung-Mu,
kuulang-ulang di waktu apapun di bilangan hari-hariku,
namun masih tak mampu kudengar bisikan-bisikan-Mu

lalu aku berlari-lari mengejar bus kuliahku,
namun tak kujumpai niat dalam tiap langkahku

dan saat kurangkai perjalanan mimpi cintaku
rupanya tak kutemukan nama-Mu dalam anganku itu

di mana Engkau ya Rabb...
benarkah Engkau tlah tinggalkanku?

bukankah Engkau tahu betul,
aku tak dapat hidup tanpa nikmat-Mu
ku takut berjalan sendiri tanpa-Mu
aku hina bila tak disentuh rahmat-Mu
dan bukankah aku hanyalah seorang hamba-Mu?

Rabbi inni audzubika an as'alaka ma laisa laka bihi ilm
wa illa taghfirly wa tarhamny akun min al-khasirin

Selasa, September 16, 2008

Ramadhan Mengaku

Di penghujung akhir rakaat shalat kami... setelah hati dan diri ini penuh luka karena dunia, mencoba meniti kembali jalan menuju ridha-Nya. Pemberhentian pertama, taubatku;

Aku berdiri di tengah keramaian
Tapi aku mematung dalam kesendirian
Kepalaku tertunduk lesu
Menangisi waktu yang telah lalu

Saat itu, kutemukan satu cawan merah jambu
Hatiku berdesir, terpesona keindahannya
Namun tiba-tiba sebuah suara berbisik
“Jangan, jangan kau isi sekarang cawan itu...”
Aku abai, dan kuisi cawan itu dengan tulus harapanku




Hari itu, aku membusung dada
Berselancar dalam ombak tinggi hirearki kekuasaan
Tapi lalu aku kian kehausan,
saat ku minum dari telaga kebanggaan
Sedang sajadahku, tergolek dalam keterasingan

Kini, air tulus cawan itu keruh dengan debu dan kotoran
Sedang papan seluncurku rapuh, dihantam karang

Di penghujung Syaban, kulihat selarik siluet Ramadhan
Dengan hati yang kering oleh cawan, dan kaki yang tergores karang
Ku tengadahkan tangan,
lalu di balik kelopak mata ku tatap Ramadhan
“Allahuma irham dha’fana,
Allahumma irham dha’fana...”


hoja elfaqir
Terinspirasi dari sebuah doa di masjid “Kedamaian”


Sabtu, Maret 29, 2008

Sepucuk Doa


Duhai Allah…
Kedamaian hanyalah milik-Mu
Keindahan adalah mutlak tentang-Mu
Dan cinta hanyalah karena anugerah-Mu

Tapi mengapa ada damai dalam sorot matanya
Ada keindahan dalam selarik senyumnya
Ada bias cinta dalam canda tawanya
Dan hatiku pun terenggut oleh ketulusannya

Duhai Allah…
Sesungguhnya ku yakin akan takdir-Mu
Aku pun mengerti tentang ketentuan-Mu
Namun bahkan, ketika tulang rusuk kiriku hanya Engkau yang tahu

Tapi mengapa aku takut kehilangannya
Ku ingin segera menjaga kesuciannya
Ku ingin saat ini menjadi pengayom baginya
Dan keluh kesahku jadikan ia sandarannya



Duhai Allah…
Meski jujur ku takut kehilangan dia
Tapi aku lebih takut akan pedih azab-Mu
Meski sungguh ku berharap hatiku hanya untuknya
Tapi ku lebih berharap akan indah rahmat-Mu

Duhai Allah…
Di waktu Dhuha ini ku bersimpuh
Pengharapan seorang hamba kepada Rabbnya
Jadikanlah cintaku adalah cintanya
Dan hatiku ini adalah hatinya
Dalam keagungan akan cinta-Mu
Dalam naung keindahan akan rahmat-Mu

“Am lil insani ma tamanna,”
Karna tak layak pengharapan seorang manusia
“Falillahil akhiratu wal ula…”
Maka jadikanlah itu kehendak-Mu dan keridhaan-Mu
“Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina
Qorratu a’yun, waj’alna lil muttaqina imama”

Duhai Allah…
Aku buta tanpa hidayah-Mu
Aku gelisah tanpa rahmat-Mu
Aku hina tanpa maghfirah-Mu
Dan sungguh aku dhaif tanpa pertolongan-Mu

Kini…
Ijinkan aku pasrahkan dia dalam haribaan-Mu
Dan dinginkan api cinta ini dalam rahmat-Mu
Lalu limpahi kami dalam cahaya hidayah-Mu
Agar cinta ini hanya berjalan di atas keridhaan-Mu
Amin.

neilhoja; sebelum waktu Dhuha, Bawwabah III
musim panas, 2008

Sabtu, Maret 22, 2008

Yang Tak Pernah Bertemu

Aku ingin cintaku

Semua orang mengejar cintanya
Dengan kata sayang menyapa
Saat pagi dan siang bersua
Melempar senyum dan canda

Tapi aku ingin cintaku

Saat kelam mulai beranjak
Dan mentari pun terbenam di ufuk
Purnama kembali bersama sang bintang
Di langit ditemani gelapnya sang malam

Tapi aku ingin cintaku

Ketika padi dan sawah disiangi
Ditemani siulan pak tani membajak kesana kemari
Dan jejangkrik pun riang bernyanyi
Romantisme indah bersama terik sang mentari

Katakan, aku ingin cintaku

Namun aku tak pernah berjumpa
Apalagi tergelak dalam canda
Aku hanya bisa membaca
dan mendengar riwayat tentangnya

Dan aku tetap ingin cintaku

Meski aku pun tak pernah bersua
Tapi aku yakin akan cintanya
Terekam dalam kata di akhir hayatnya,
Ummati...ummati...ummati...

Hanya aku bingung
Bisa kau tunjukkan aku di mana cintaku?
Sampaikan salam padanya,
Dan katakan, aku adalah salah satu ummatnya

Meski terkadang,
Aku lalai dan melanggar sunah-sunahnya
Aku keras kepala dan enggan menaatinya
Hanya karena, aku belum pernah tahu
bagaimana cara mencintainya...

Untukmu Rasulullah...
Dari Ummatmu yang seringkali lalai...

neilhoja, Bawwabah III

Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad saw.






Untuk Sebuah Nama


Cinta...
Aku tak kan bilang kamu cantik,
Meski tatap wajahmu buktikan itu

Cinta...
Aku juga tak kan bilang kamu manis,
Meski tak ada madu semanis senyummu

Cinta...
Pun aku tak kan bilang engkau indah,
Meski tak ada purnama seindah penciptaanmu

Cinta...
Tak kan kukatakan semua itu padamu,
Karena cantik, manis dan indah
adalah fitrahmu sebagai wanita

Namun ku mengagumimu, karna engkau adalah Cinta...
Seorang Putri di balik relung hatiku.


teruntuk seorang cleopatra berkebangsaan Indonesia


Minggu, Maret 09, 2008

Bidadariku...


Bidadariku...
Engkau bersinar cerahkan hari-hariku
Senyummu cahayakan malam-malamku...
Saat kau tercanda, kau benam hatiku
dengan cintamu..

Bidadariku...
Tlah kau beri aku sebait puisi
Yang tak pernah ada seindah darimu
Tlah kau beri aku selarik lagu
Yang tak pernah ada selembut nadamu


Meski tatkala aku putus hubungan denganmu
Lalu kau pergi tinggalkanku
Tapi ku tak kan pernah biarkanmu sendiri
Pergilah bidadariku
Dan gapai anganmu
Meski ku tak kan pernah biarkanmu sendiri

I Love U.

Jumat, Februari 22, 2008

wanita, engkau dan segala keindahanmu


Subhanallah....
Maha Suci Allah yang telah menciptakan rasa cinta diantara dua insani

Subhanallah...
Ketika tak pernah ada tempat berlari dari takdir ini

Subhanallah...
Aku pun bertanya-tanya tentang makhluk yang satu ini

Subhanallah...
Ini bukan soal bulu matanya yang lentik
juga bukan ketika kelopak matanya berkedip
senyumnya yang terkembang manis
atau juga sifatnya yang centil menggelitik


Subhanallah...
Tapi mengapa tak ada tempat tuk lari
tak ada ruang tuk bersembunyi
terpenjara dalam ruang jeruji besi
sebagaiamana nabi-Mu Yusuf yang dikhianati


Subhanallah...
Rabbi-ssijnu ahabbu ilayya mimma yad'unani ilaihi
penjarakanlah hati-hati kami
dalam apa yang Engkau Ridhai
tuk bertemu cinta anugerah-Mu yang hakiki


Walhamduillah...
Ini adalah sebuah keindahan.