Senin, Maret 09, 2009

Pin It

Widgets

Uang dalam Perspektif Ekonomi Barat dan Islam

download makalah lengkap: klik di sini
mirror: atau di sini

Sekilas Sejarah Uang
Sebagaimana telah disinggung dalam bab sebelumnya tentang sejarah uang, kita tahu bahwasanya pada mulanya uang muncul sebagai sebuah solusi. Ia menjawab pertanyaan sulitnya bertransaksi lewat barter yang sebelumnya sudah ada.

Seiring berkembangnya ilmu dan metode transaksi, uang juga mengalami perkembangan. Dari sisi ini, dapat kita katakan bahwa perkembangan uang dalam dunia konvensional lebih maju dibandingkan dengan uang dalam ekonomi Islam. Mengingat, sikap yang berbeda antara ekonomi Islam dan konvensional terhadap uang. Meskipun, pada awalnya dunia Islam sudah mengenal uang jauh sebelum Adam Smith menuliskan buku “The Wealth of Nation” tahun 1766.


Dalam sejarahnya, disebutkan bahwa dulunya uang yang digunakan oleh orang Arab adalah Dinar dan Dirham. Menurut Abdul Qadim Zallum, mata uang ini diperoleh dari hasil perdagangan yang mereka lakukan di negara-negara sekitarnya. Baik itu dari Romawi, Persia, dan Yaman. Dirham yang digunakan orang Arab saat itu tidak didasarkan pada nilai nominalnya, melainkan menurut beratnya, sebab Dinar dan Dirham tersebut hanya dianggap sebagai kepingan emas dan peraknya saja. Dinar dan Dirham tidak dianggap sebagai mata uang yang dicetak mengingat bentuk dan timbangan Dirham yang tidak sama dan karena kemungkinan terjadinya penyusutan berat akibat peredarannya. Untuk mencegah terjadinya penipuan atas perilaku transaksi, maka mereka menggunakan standar timbangan khusus yang telah mereka miliki, yaitu: 1. Auqiyah, 2. Nasy 3. Nuwah 4. Mitsqal 5. Dirham 6. Daniq 7. Qirath 8. Habbah


Konsep dan Fungsi Utama Uang
Ada perbedaan mendasar antara kedua sistem ekonomi ini. Menurut sistem ekonomi kapitalis, uang selain sebagai alat tukar ia juga adalah komoditas yang bisa diperdagangkan, sementara ekonomi Islam tidak mengakui fungsi yang satu ini.

Sistem kapitalis mengenal adanya tiga fungsi uang;
1. Medium of Exchange
2. Unit of Account
3. Store of Value

Sedangkan dalam ekonomi Islam, hanya dikenal adanya 2 fungsi :
1. Medium of Exchange (for transaction)
2. Unit of Account

Dalam Islam, fungsi pertama ini jelas bahwa uang hanya berfungsi sebagai medium of exchange. Uang menjadi media untuk merubah barang dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, sehingga ...

Persamaan fungsi uang dalam sistem Ekonomi Islam dan Konvensional, sebagaimana kita lihat di atas adalah uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account). Perbedaannya adalah ekonomi konvensional menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi motif money demand for speculation, yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan.

Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas karena....

Rumus time value of money :
FV=PV(1+i)n
Sebenarnya mengambil/mengadopsi dari teori pertumbuhan populasi, dan tidak ada dalam ilmu finance.
Rumus pertumbuhan populasi adalah sebagai berikut :
Pt=Po(1+g)t J

Jadi future value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-t, present value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-0, sedangkan tingkat suku bunga dianalogikan dengan tingkat pertumbuhan populasi. Ini merupakan kekeliruan fatal, sebab ....
Bentuk dan jenis Uang
Uang yang beredar di dalam masyarakat dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu uang kartal dan uang giral.

Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari dua, yakni uang logam dan uang kertas....
Jenis uang kartal berdasarkan bahan pembuatnya, uang logam dan uang kertas.
A. Uang logam

Uang logam memiliki tiga macam nilai.
1. Nilai Intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang. Misalnya berapa nilai emas dan perak yang

2. Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).

3. Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

B. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Berbeda dengan uang logam, uang kertas mempunyai nilai karena....

Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia,
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
* Penyetoran uang tunai kepada bank ....
* Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara...
* Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.

Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

Dalam ekonomi juga dikenal pembagian jenis uang yang lain, yakni ada dua:
1. Uang berupa komoditas (nuqud sil’iyyah / commodity money)
Nilai dari barang itu sama dengan nilainya sebagai uang, seperti ...

2. Uang berupa kepercayaan (nuqud i’timaniyyah / fiduciary money)
Bentuknya seperti uang yang beredar sekarang, di mana nilai nominalnya jauh lebih tinggi ...

Dampak Perubahan Fungsi Uang
Mengenai kebijakan sistem moneter, Islam sesungguhnya telah mempunyai instrumen tersendiri, diantaranya konsep bebas dari bunga (free interest economy). Adanya bunga dilarang oleh Islam karena instrumen bunga menimbulkan ...

Wallahu a’lamu bishshowab.

Artikel terkait :



2 comments:

beres mengatakan...

assalamualaikum :f :D ya akhi araaita anna diinara bisa mengatasi inflasi, berbeda dengan mata uang kertas yang tidak mampu mangatasi inflasi.
harga kambing pada zaman rasul sekitar 1-2 dinar hal itu hampir sama dengan harga kambing saat ini di indonesia kalau jumlah gram emas di rupiahkan. he..he... salam kenal :) kalipang@gmail.com
wassalamualaikum

neilhoja mengatakan...

waalaikum salam akhi..
syukron atas tambahan idenya. ya, saya setuju soal dinar itu. heheheh itu juga sepertinya udah saya bahas. di atas gak ada ya? mungkin di makalah saya itu ada.. silahkan donlot, akhi.. :)

salam kenal balik akhi..

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)