Jumat, Oktober 30, 2009

Lomba Paper Bank Syariah (DPbS BI – MES)

Call for Paper Sharia Banking (DPbS BI – MES)

Dalam rangka penyelenggaraan Seminar Akhir Tahun (SAT) Perbankan Syariah 2009 yang direncanakan pada bulan Desember 2009, sekaligus sebagai media untuk berkontribusi dalam pengembangan industri perbankan syariah nasional.

Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah

Menyelenggarakan Call for Paper Sharia Banking,
dengan tema antara lain:

1. Bentuk pembinaan nasabah khususnya nasabah UMKM perbankan syariah.
2. Inovasi produk pembiayaan bank syariah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
3. Strategi dan bentuk promosi dan komunikasi yang efektif dalam mensosialisasikan Perbankan Syariah kepada seluruh segmen masyarakat.


Ketentuan Paper:

a. Tulisan sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan dengan menggunakan format dan kaidah penulisan ilmiah yang lazim dan dengan elaborasi sumber-sumber pustaka yang memadai.
b. Ditulis dalam kertas ukuran A4, 1,5 spasi, font 12 Times New Roman dan minimal 20 halaman (tidak termasuk tabel atau grafik dan daftar pustaka).
c. Judul bebas sepanjang mengacu pada tema yang telah ditentukan.
d. Naskah asli, bukan saduran/terjemahan, dan merupakan hasil pemikiran penulis sendiri yang belum pernah dipublikasikan di media massa dan ditulis dengan bahasa Indonesia.
e. Paper harus disertai dengan biodata penulis, lengkap dengan alamat, telepon, rekening bank dan e-mail yang dapat dihubungi. Diharuskan untuk menulis biodata dalam bentuk CV (curriculum vitae) lengkap.
f. Peserta terbuka untuk peneliti dan akademisi dari lembaga pendidikan, penelitian atau konsultan.
g. Paper dikirimkan dalam bentuk softcopy (file pdf dan MS word) ke email: farizal@ekonomisyariah.org cc ke annisaa@bi.go.id dan dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 (dua) eksemplar, beserta CV (terlampir) dalam 1 amplop tertutup ke alamat: Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Jln Setiabudi Tengah No. 29 Setiabudi Kuningan, Jakarta 12910 paling lambat tanggal 23 November 2009 (cap pos).


Akan dipilih 4 paper terbaik yang akan dipresentasikan oleh penulis pada forum SAT Perbankan Syariah 2009 dan kepada penulis diberikan kompensasi masing-masing sebesar Rp.5.500.000,00 (termasuk pajak) sebagai bentuk penghargaan. DPbS-BI dan MES akan menanggung biaya akomodasi dan transportasi untuk penulis yang berasal dari luar Jabodetabek.

source: Masyarakat Ekonomi Syariah on Facebook.

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Senin, Oktober 26, 2009

Komputer Hang atau Lag dalam Waktu Lama

Fyuh... beberapa hari ini, Secarik Kertas lagi disibukkan dengan beberapa kegiatan. Terutama ketika jadwal dan suasan perkuliahan mulai kembali aktif, hehe.. Sebagai mahasiswa, biarpun ga ada absensi wajib tetep harus sadar diri dunk buat kuliah. Yah, biarpun tantangan dan hambatan berkuliah di Azhar University, my beloved campuss, begitu berat dan beragam, tapi neilhoja ga boleh kalah.... arrrggh.... Semangat-semangat!! So, aku juga minta maaf kalo udah ga sering update blog, atawa berkunjung ke rumah temen-temen.. Forgive me, guys.. :|

Oiya, back to topic. Hehe... rencananya di postingan kali ini, aku mau berbagi pengalamanku soal Komputerku yang beberapa hari terakhir bikin aku sebel.


Gimana ga sebel, PC kesayanganku yang biasanya wuz-wuz kalo diajak kerja, hari-hari terakhir ini keliatan manja dan teriak-teriak kalo diajak maraton. Langsung aku coba cek dengan berbagai tool yang udah ada di PC.

Permasalahan utamanya yaitu desktop PC ku, mengalami pause atau hang atau lag dalam waktu yang cukup lama (sekitar 5 menit-an) kemudian kembali normal. Apa yang terjadi?

Setelah dicek dengan antivirus Kaspersky 2010, ternyata nothing bad.
Dicek dan dibersihin juga dengan Tune Up Utility 2009, ga ada masalah.
Kesimpulannya: tidak ada masalah dengan yang namanya software, baik itu system windows, program-program lain, ataupun virus.

Hmh.. kira-kira kenapa ya?

Setelah googling, ternyata kudapati, bahwa... "If there are times when the system pauses for a long time and starts again, this could mean that the hard drive has bad sectors on the platter."

Ternyata oh ternyata, ada masalah dengan HDD nya. Aku sendiri kurang tau persis apa yang jadi masalah. Karena, setau aku ga ada batasan berapa kapasitas maksimum HDD yang bisa diusung oleh sebuah processor. Berbeda persoalannya kalo terkait jumlah HDD yang bisa diusung, ini mungkin bisa jadi. Nah, yang jadi permasalahanku sekarang, masa dengan pentium 4 3.0 GHz dan Ram 3 Gb ga bisa ngangkat 2*160 Gb HDD dengan proporsional???

Sementara ini yang mungkin jadi hipotesaku adalah:
1. Processor ga kuat atau udah waktunya ganti. (padahal baru beli setaun lalu).
2. Dua HDD yang ga maksimal, bisa jadi karena beda merek.

Solusi sementara yang jadi pilihan:
1. Beli processor baru. (sekalian nyobain NFS Shift, hag hag hag..)
2. Format ulang HDD yang bermasalah ntu.

Dari temen-temen ada yang bisa kasih masukan? Bener-bener dah, gara-gara kompie lelet, kerjaan jadi berantakan. :|

Tapi untungnya, bisa nambah ide buat postingan. hag hag hag.. :P
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Kamis, Oktober 22, 2009

Analisa Hadis Palsu Iblis Bertamu Kepada Rasulullah

Sebagaimana yang pernah aku tuliskan di sini, bahwa kemarin baru saja menemukan sebuah hadist yang sangat masyhur di internet, tapi ternyata palsu. Hadist itu berkisah tentang percakapan antara Rasulullah dan Sahabat beliau, dengan seorang iblis yang menyamar. Iblis itu sendiri, datang dengan terpaksa karena diancam oleh malaikat. Ia dipaksa oleh sang malaikat untuk membuat sebuah pengakuan di hadapan Rasulullah dan menjawab semua pertanyaan beliau. Buat sobat yang belum tahu matan (teks) hadis tersebut, bisa dibaca di postingan sebelumnya, Hadis Pengakuan Iblis kepada Rasulullah.

Persoalan ini ternyata juga pernah ditanyakan di dunia Arab sana, dan ternyata jawabannya adalah memang benar hadis tersebut palsu. Salah satu yang menjawab, dan paling lengkap adalah Syaikh Abdurrahman as-Sahim di forum almeshkat.net

Selain menegaskan kepalsuan hadis tersebut, beliau juga memberikan analisa dan alasan-alasannya.
“Dan dari sebagian tanda-tanda kepalsuannya adalah penyebutan kata (Bersumpah dengan cerai), sebuah istilah yang tidak pernah terdengar di masa Rasul dan Sahabat.

Dan juga pernyataan iblis tentang apa yang menjadi pelindungnya (di bawah kuku manusia), yang bertentangan dengan hadis riwayat Syaikhani (Bukhari dan Muslim) di hadis Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. “Jika salah seorang dari kalian bangun tidur maka hendaklah ia beristintsar (memasukkan air ke dalam hidungnya seperti gerakan dalam wudhu) sebanyak tiga kali. Karena sesungguhnya syaithan bermalam di lubang hidungnya.”

Dan juga dalam hadis tersebut, pernyataan iblis “Aku punya anak bernama Kahil yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.”

Bagaimana mungkin tidak dituliskan baginya pahala, sedangkan ia telah mendatangi majlis ilmu atau khutbah?


Jumhur ulama bahkan berpendapat, bahwa orang yang ketiduran ketika mendengarkan khutbah Jumat, tetap sah sholat Jum’atnya dan tidak berdosa.

Dan lagi, yang paling besar kebohongan dalam hadis palsu ini adalah, ceritanya tentang tawaran Rasul kepada Iblis untuk bertobat. Padahal sudah jelas, bahwa Iblis akan kekal di neraka, dan akan memberi pengakuan kepada para pengikutnya, dia adalah yang terlaknat, dan adalah yang dijanjikan neraka, bagaimana mungkin Rasulullah menawarkan jalan taubat kepadanya?

Kisah ditemukannya hadis palsu ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita. Agar tidak terburu-buru menyebarkan sesuatu berita atau kabar yang belum tentu kebenarannya. Allah sendiri telah memerintahkan kita untuk tabayyun (klarifikasi) akan segala hal, baik itu berita, ilmu apalagi hadist yang disampaikan kepada kita (al-Hujurat).

Lebih lanjut Syaikh Abdurrahman menerangkan,
Sungguh sangatlah berbahaya, menyebarkan hadis palsu buatan, karena barangsiapa yang menyebarkan hadis palsu, maka dia terkena dosa kebohongan pula, dan dia juga ikut berbohong sebagaimana orang yang membuat hadis itu dan berbohong atasnya.

Dan sungguh telah datang peringatan yang keras tentang hadis palsu, dalam hadis yang mutawatir (hadis sahih tingkat teratas) dari Rasulullah saw, “Berbohong (membuat hadis palsu) atasku tidak seperti berbohong atas nama seseorang. Barangsiapa berbohong atasku dengan sengaja, maka seperti telah menyiapkan tempat di neraka.”


Dapat kita bayangkan, berbohong atas nama presiden saja, bisa membuat kita dipenjara. Apalagi berbohong atas nama Rasulullah, sang penerima wahyu dari Allah? Naudzubillah.

Syaikh Hamid Ali menambahkan, hatta.. walaupun di dalam matan (teks) hadis tersebut, baik dalam makna maupun kalimat – sebagian darinya – juga disebutkan dalam sumber agama yang lain (al-Quran, Sunnah, Ijma) tetap tidak diperkenankan penyandaran kalimat atau berita (hadist) dari Rasulullah kecuali yang sudah benar-benar terbukti keabsahannya. Karena sesungguhnya, hadist dari Rasulullah adalah berita wahyu, dan wahyu itu bersumber dari Allah. Maka siapakah yang lebih dzalim dan besar dosanya ketimbang orang yang berbohong atas nama Allah?

Markaz Fatwa dari Islamweb.net pun urun pendapat, dikepalai oleh Dr. Abdullah Faqih, pusat Fatwa menegaskan bahwa hadis tersebut adalah hadis palsu yang sangat jelas. Terkait soal hukum penyebarannya, tidak dibolehkan kecuali untuk sekedar pengingat saja – dan juga harus disebutkan keterangan tentang palsunya hadis tersebut, pen.

Hukum Terlanjur Menyebarkan Hadis Palsu

Sebagaimana yang sudah disebutkan oleh para masyayikh di atas, bahwa penyebaran hadis palsu adalah tidak dibenarkan, bahkan termasuk salah satu dosa besar, dan itu jelas.

Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang tidak tahu status hadis tersebut, tetapi terlanjur menyebarkannya?

Menurut kacamata penulis, unsur ketidaksengajaan dalam Islam, sangat diperhatikan. Artinya, hukumnya sangat jauh berbeda dengan tindakan sengaja. Contoh kecilnya adalah dalam puasa wajib, bila tidak sengaja atau lupa dan makan, maka puasanya tetap sah, bahkan walaupun makannya itu sudah satu panci. Akan tetapi, ada juga perbuatan tidak sengaja yang tetap mendapatkan hukuman, contohnya tidak sengaja membunuh, tetap mendapatkan hudud (hukuman), meskipun jauh lebih ringan.

Dari dua contoh di atas, penulis berkesimpulan, bahwa bila suatu hukum ketidaksengajaan itu terkait dengan urusan manusia, maka hukuman tetap dilaksanakan. Namun bila, persoalan itu kaitannya khalis (murni) terkait dengan Allah (ibadah, dll), Sang Maha Pemurah lebih suka memaafkannya. CMIIW, mohon diklarifikasi.

Dalam kasus ini, penulis tidak ingin memutuskan dosa atau tidak, karena itu adalah hak prerogatif Allah. Hanya saja, saran penulis, agar yang terlanjur menyebarkan segera beristighfar, memohon ampun sama gusti Allah. Terkait postingannya, boleh dihapus atau dijelaskan bahwa hadis yang ia sebarkan tersebut adalah palsu. Lebih baik bila dipostingkan juga penjelasan lebih lanjutnya. Silahkan bila ingin memposting ulang tulisan ini, akan tetapi mohon sumbernya juga dicantumkan.

Wallahu a’lamu bishshowab.

source: khayma.com
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Selasa, Oktober 20, 2009

Hadist Palsu Iblis Bertamu kepada Rasulullah

Untuk analisanya sudah bisa di baca di tulisan ini: Analisa Hadis Iblis Bertamu Kepada Rasulullah / Percakapan Iblis dengan Rasul


Sebuah cerita hadis tentang kisah iblis yang tiba-tiba memberi banyak pengakuan di hadapan Rasulullah dan para sahabat. Hadist ini sendiri sudah sangat masyhur, khususnya via internet, yang kemudian juga rame-rame disebarkan di dunia blogger. Hadis yang bila kita temui di internet berjudul "Iblis bertamu kepada Rasulullah saw" ternyata adalah sebuah cerita, atau hadis maudhu (palsu) yang merendahkan martabat sahabat dan Rasulullah. Inna lillah... Kali ini, penulis mungkin belum sempat mendalami hal ini, tapi insya Allah dalam waktu dekat, akan aku tuliskan analisa ilmiahnya. Afwan..

Lantas bagaimana, bukankah isi hadist tersebut cukup bagus sebagai pengingat kita? Dan bukankah isinya baik dan tidak menjelekkan Rasul maupun sahabat? Apakah tetap kita tidak boleh menyebarkannya karena hadis itu palsu? Untuk pembahasan ini, akan aku tuliskan lain waktu.

Dan bagi temen-temen yang belum tahu hadistnya, silahkan dibaca di bawah:

dari Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. "

Rasulullah bersabda:"Tahukah kalian siapa yang memanggil?"

Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."

Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."

Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."

" Siapa yang memaksamu?"

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."


Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"
Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya? "
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"lalu siapa lagi?"
"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

"Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain."

"Apa tanda kesabarannya? "
"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar."

" Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya? "
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."

"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi Thalib?"
"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)


Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"
"aku merasa panas dingin dan gemetar."

"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."

"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila."

"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam."

"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul kepalamu?"
"Shalat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu? "
"Majelis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."


Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"
"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk."

"Siapa tamumu?"
"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu?"
"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "
"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "

Iblis segera menimpali:
"Tidak,tidak. .. tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."


Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.


Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah mahluk pertama yang berdusta.

Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar - benar menasihatinya.

Sumpah dusta adalah kegemaranku.

Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?"


10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?"
"10 macam"

"apa saja?"
"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

"berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.

Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang -orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27).

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, "silahkan", dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."
jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119) juga membaca,
"Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:
"Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong."


UPDATE....!!

Untuk analisanya sudah bisa di baca di tulisan ini: Analisa Hadis Iblis Bertamu Kepada Rasulullah / Percakapan Iblis dengan Rasul

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Kamis, Oktober 15, 2009

Hukum Cadar dalam Islam | Klarifikasi tentang Syaikh Azhar

Beberapa hari yang lalu, terjadi sebuah kegemparan. Sesungguhnya hanyalah berita biasa, akan tetapi kekuatan media memang luar biasa. Bermula dari sebuah berita di salah satu koran Mesir terkemuka, al-Masry al-Youm, bahwasanya syaikh Azhar memaksa (ajbara) salah satu siswinya di kelas 8, untuk membuka cadar (niqob)nya, dan mengatakan bahwa niqob atau cadar tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam. Berita ini pun kemudian dimuat di salah satu koran ‘Islam’ Indonesia melalui situsnya, Republika online.


Hanya saja, cukup disayangkan ketika ditemukan dalam komentar terkait berita tersebut yang sekali lagi, dan berulang kali (dalam banyak kasus lainnya) yang tidak mendalami dan menyikapi berita ini dengan bijak. Banyak diantara komentator tersebut berapi-api dan bahkan ada yang sampai mengatakan bahwa syaikhul Azhar, adalah ulama su’ , inna lillah. Karenanya dalam tulisan ini penulis ingin mencoba menyikapi sebuah berita tersebut dengan cara yang lebih bijaksana dan tidak grusa-grusu (sebuah kebudayaan masyarakat kita dalam berkomentar). Mencoba mengurai permasalahan sebenarnya terkait pendapat syaikhul Azhar dan posisi beliau.

Penulis akan mencoba mengambil dua pendekatan terkait masalah ini. Pertama adalah pendekatan hukum fiqih terkait cadar, dan yang kedua adalah pendekatan posisi syaikhul Azhar selaku subjek dalam berita ini.

Memang ditemukan beberapa pendapat (ijtihad) – dan bukan khilaf, menurut Dr. Musayyar – di kalangan para ulama terkait hukum memakai cadar bagi wanita muslim. Beberapa ulama menganggap bahwa hukum memakai cadar adalah wajib. Dalil yang mereka pakai antara lain surat al-Ahzab 59 dan surat an-Nuur 31, akan tetapi sama sekali dalam dua ayat ini – dan ayat-ayat lainnya di al-Quran – tidak ditemukan nash sharih (kalimat tersurat) yang menunjukkan adanya kewajiban menutup wajah. Pendapat ini diambil hanya dari mafhum atau ‘tersirat’ saja – menurut mereka. Lebih lanjut silahkan baca buku Fiqih Ikhtilaf bab Wanita Bercadar, karya Ahmad Sarwat Lc.

Sementara Imam Empat Mazhab; Abu Hanifah, Malik bin Anas, Asy-Syafii, dan Ahmad bin Hanbal dan ulama lainnya, justru berpendapat sebaliknya. Dan inilah yang diakui sebagai pendapat jumhur, yang mengatakan bahwa hukum bercadar bagi wanita muslimah adalah mubah saja dan tidak wajib. Beberapa dalil yang mereka kemukakan adalah ijma’ para sahabat yang mengatakan bahwa wajah dan tangan wanita bukanlah aurat. Selain itu juga pendapat jumhur ulama dan mufassirun – para ahli tafsir.

Belum cukup, bahkan para ulama kontemporer semisal Nashiruddin al-Albani (lihat ‘Jilbabul Mar'ah al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah`, `Al-Irwa`, shahih Jamius Shaghir dan `Takhrij Halal dan Haram’) dan Yusuf Qardawi pun mengatakan bahwa hukum bercadar hanyalah mubah dan tidak wajib. Dan para ulama pun mengakui bahwa itu hanyalah adat dan bukan ajaran Islam, termasuk syaikhul Azhar, Syaikh Thantawi rahimahullah. Dalilnya adalah, adanya larangan bercadar ketika ihram.

Terkait pendapat dalam bidang fiqih, penulis merasa cukupkan sekian saja. Dan intinya, secara jumhur ulama berpendapat bahwa hukum cadar adalah mubah dan tidak wajib. Lantas bagaimana dengan syaikhul Azhar sendiri selaku subjek dalam berita ini?

Ada beberapa isu yang bisa dikaitkan dengan beliau. Salah satunya adalah perkataan beliau “Aku lebih tahu daripada kamu..” yang dianggap menyimpan kesombongan. Akan tetapi menurut penulis, penggunaan kata ana a’lamu (aku lebih tahu), bukanlah sebuah kesombongan khususnya dalam bahasa Arab. Penulis merujuk pada perkataan nabi Ya’kub kepada anak-anak dan keluarganya (QS Yusuf: 96). Jadi jelas, apa yang dikatakan syaikhul Azhar bukanlah bentuk kesombongan, terlebih siswi itu notabenenya termasuk salah seorang ‘santriwati’ beliau.

Yang kedua adalah terkait kebijakan beliau yang ingin melarang pemakaian niqob di sekolah Azhary. Sudah barang tentu, ketika Syaikh Thantawi mengambil sebuah kebijakan, pastilah ada alasan di baliknya. Termasuk kebijakan ini. Dalam sebuah siaran di televisi mesir, beliau memberikan alasan dan klarifikasi soal ini – niqob dalam Islam dan kebijakan larangan niqob di sekolah-sekolah Azhar.

Salah satu yang menjadi dasar kebijakan beliau adalah, bahwa di kuliyah banat (kampus putri) keadaannya tidak dicampur antara lelaki dan perempuan. Maka, untuk apa memakai cadar bila di sekelilingnya sama-sama perempuan juga? Berbeda mungkin bila sudah di luar. Dan jelas, bahwa yang dilarang bercadar adalah ketika akan memasuki kampus putri. Lalu, di mana salahnya?

Bahkan menurut penulis, bisa jadi cadar akan menjadi senjata makan tuan bila diperbolehkan di kampus putri. Apa pasal? Pemakaian cadar akan membantu seorang pria untuk menyamar menjadi wanita dan menyusup di kalangan mereka. Dan menurut salah seorang komentator di koran al-Masry al-Youm, hal ini – pria menyamar dalam niqob – pernah terjadi, meskipun bukan di kampus putri. Bukti lainnya adalah kebijakan pemerintah Kelantan di Malaysia yang juga akan melarang niqob, bahkan di jalanan, demi menghindari bentuk-bentuk kejahatan atau bahkan terorisme.

Dan terakhir, syaikhul Azhar adalah seorang kepala tertinggi di lembaga Azhar. Lantas, apakah tidak boleh seorang kepala sekolah memutuskan sebuah kebijakan yang bersifat eksklusif di kalangannya sendiri? Terlebih kebijakan ini sama sekali tidak bertentangan dengan syariat. Dan dengan jelas, syaikhul Azhar sama sekali tidak melarang pemakaian niqob, kecuali hanya di kawasan Azhar.

Memang benar, secara fiqih pemakaian niqob bagi muslimah adalah mubah, maka tidak pula diperkenankan bagi seseorang untuk menghukuminya sebagai haram (larangan). Akan tetapi, syaikhul Azhar selaku pemegang kebijakan, tentunya sudah memikirkan berbagai banyak hal – diantaranya apa yang sudah penulis tulis di atas – terkait larangan khusus ini. Toh, niqob juga tidak wajib mengenakannya, dan hanya dilarang di kawasan Azhar yang notabenenya sudah memisahkan antara lelaki dan wanita. Sementara di luar, sah-sah saja bagi seorang wanita untuk memilih memakai niqob demi menjaga iffahnya.

Wallahu a’lam.
--------
Lebih lanjut, republika pun sudah memuat ulasan tentang pendapat ulama dan keterangan dari Ulama Azhar lainnya. Lihat di sini.

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."