Minggu, Juli 05, 2009

Keeping Wealth with Gold

In global economic crisis today, there are a lot of problem that we've got and its really make us getting worse if we can't handle that problem, such as about monetary .So the question is “what are we going to do to challenge that situation?” Is there any alternative way to not only keep our investment healthy, but has a prospective income?

Let me suggest, a gold.

We know that gold can normally be a financial assets. It is caused by society habit of keeping wealth in the form of gold in long term, which can be appreciated as an investment decision with income (return) in an increase of price. In the other words, we'll have assets to keep our wealth in the future if we buy gold now. So, why don't you choose this way for a better future?

There are many kind of gold that you can buy include to buy gold bullion. And also you can get more advantages by one click away with easily access and safety system. I predict, that bullion will be the safest investment for us.

Lets start to invest in gold bullion, at anywhere and anytime to keep your wealth healthy always.

Cinta Dunia Maya dalam Islam bag. 3 (solusi) - habis

keyword: taaruf, pacaran, menikah, hubungan, dunia maya, internet, khalwat, pacaran islami, chatting, facebook

Akhirnya tiba saatnya tulisan terakhir dari 3 tulisan. Dalam tulisan kali ini aku akan ngebahas soal solusi dari permasalahan cinta dunia maya yang kemarin. Silahkan baca rangkaian artikel ini bag. 1 dan bag. 2 dulu sebelum baca tulisan terakhir ini. Setelah kita mengerti dan tahu bagaimana posisi cinta dalam Islam, kemudian kita juga tahu alasan mengapa Islam memberi aturan dan rambu-rambu lewat syariatnya, sekarang saatnya kita akan membahas solusi apa yang Islam tawarkan.. ^^


Dalam menjawab permasalahanku ini, aku tidak ingin mengandalkan ijtihadku yang notabenenya masih cetek ilmu dan belum tau apa-apa. Kalau masalah mencari dalil sih, mungkin masih bisa. Atau berdiskusi dengan landasan argumentasi ulama. Tapi kalau harus berfatwa dan mengeluarkan hukum, sebaiknya serahkan saja pada ahlinya. ^^

Dan dalam hal ini, lagi-lagi aku mengandalkan mbah gugel untuk mencarikan jawaban yang pas dengan kondisiku. Dan alhamdulillah akhirnya ketemu. Yang aku pakai adalah lembaga Islam online di internet, www.islamweb.net yang sudah teruji keabsahannya dan tidak menyimpang dari sunnah dan al-Quran.

Jawaban mereka, secara singkat adalah begini:

1. hukum : Islam dengan tegas tidak mengijinkan adanya hubungan pacaran / mesra / intim / berduaan antara lawan jenis di luar pernikahan, baik itu di dunia maya maupun nyata. Meskipun ngakunya gak pacaran. Ataupun dengan alasan bahwa nantinya akan menuju pernikahan a.k.a 'TAARUF'.
1. solusi: Dan yang diperbolehkan adalah dengan taaruf yang syar'i, bertanya kepada orang-orang shaleh, keluarganya, atau temannya, tentang wanita tersebut. Datangilah dari pintu depan, bukan dari pintu belakang... ^^ - gak jantan bet sih. :D


2. hukum: Taaruf lewat dunia maya, melalui tukar foto, chating, email, dsb juga tidak diperkenankan. Karena bisa sangat mudah disusupi kecurangan, permainan dan tipu daya diantara keduanya.
2. solusi: Yang diperbolehkan adalah bertanya kepada keluarganya, dan kemudian meminta kepada keluarga si wanita, untuk dapat melihatnya. Baru setelah itu, mau disepakati atau tidak. Dengan ini, kedua belah pihak tidak ada jalan untuk saling menipu.

3. hukum: Islam melarang adanya hubungan antar lawan jenis kecuali dalam koridor pernikahan, dalam bentuk apapun. Termasuk berbicara, chating, email, dsb yang tidak perlu dan tidak penting. (al-Ahzab : 53) Nah, kalaulah berbicara yang tidak penting lewat perantara maya saja dilarang, bagaimana dengan interaksi tanpa perantara (dunia nyata)?

4. nasehat untuk wanita: alangkah jauh lebih baik kalau hubungan ini diputus, dan aktivitas tersebut dihentikan. Karena banyak orang menjadi korban lewat jalan ini. Toh kalaupun lelaki itu emang lelaki baik-baik, maka dia akan lewat jalan yang baik pula, dengan cara mendatangi keluarganya. Dan jangan begitu saja diterima, tapi tanyalah dulu tentang keluarganya, keadaannya, akhalaknya, dan interaksi dia dengan masyarakat lainnya. ^^

Kesimpulan:
Gimana-gimana, udah pada jelas belum? ^^ jadi intinya, silahkan.. mo bersabar, menikah atau taaruf nih? Tapi bukan menjalin hubungan yang abu-abu lo ya, maju enggak mundur juga enggak, ck ck ck...

Secara sederhana, taaruf itu begini, "Kita berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya." Dengan ruhnya adalah kejujuran dan keterbukaan.

Nah silahkan, dan selamat bertaaruf... ^^

sumber:
http://www.islamweb.net/VER2/Fatwa/ShowFatwa.php?Option=FatwaId〈=A&Id=31054
http://www.islamweb.net/VER2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Option=FatwaId&Id=210
http://www.islamweb.net/VER2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Option=FatwaId&Id=1072
http://www.islamweb.net/VER2/Fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Option=FatwaId&Id=1932

rekomended link buat taaruf (link dan materi checked):
http://konsultasi-islam.blogspot.com/2008/09/taaruf-dalam-islam.html
http://www.ittelkom.ac.id/pinguin/modules/newbb/viewtopic.php?post_id=2768
http://www.percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=320

Jumat, Juli 03, 2009

Buying The New LCD TV

Some day, I went to my friend's flat. I was surprised that I found his new LCD TV. I just found the great LCD like him. For information, I used to watch my TV channel program on conventional monitor. My CRT monitor, as I ever used, not so bad. But my friend said, that using CRT monitor is not efficience at all. As he said, that CRT monitor using more power and producing more heat. Ofcourse the more consumption spend more money.

My friend suggest me to try finding the best LCD TV for me on the internet. And he said to try an online shop about LCD TV. Then, our adventure is begin! More and more time I spent my time in front of that shop, I found more items and more best product to buy. Not only about LCD TV, but we were also interested in Home Theatre products, the HDTV best items, and also we were not forget to looking for the Blue Ray player for my new LCD TV!.

But, that time I also found something interesting for my home theatre system! Yea... the AV Receiver, this product is very important so I can get the cynema quality system just right on my home theatre! Hem.. that's my story about how did I buy my new LCD TV. So simple and effective, right?... ^^

Kaya Miskin Jakarta dalam 18 Jam

ditulis oleh sanursukur untuk milis airputih

Nulis nulis nulis lagi. Pengennya sih nulis banyak tapi ga bisa kalo ga baca. Nulis sama baca emang sepaket. Orang bisa nulis bagus karena punya bahan. Bahan dari mana ? salah satunya dari buku en tentu aja buku harus dibaca. Minggu ini Cuma nulis dua puisi plus nulis ulang teks pidato bahasa jepang tahun 2007. emang sih seminggu ini saya ngga baca buku sama sekali.


Mungkin capek, males , ngga ada inspirasi. Padahal diluar ada banyak isu tapi saya ngga nulis. Bisa jadi juga efek pulang dari jakarta hari selasa lalu. Begitu pulang langsung masuk angin berat. Maklum orang katro seperti saya bakal gampang banget batuk batuk walau kena AC bus dikit aja. Waktu nyampe rumah emang ngga kerasa apa apa tapi dua hari kemudian saya langsung dikerok didada, dipunggung dibahu. Begitu liat hasilnya nauzubillah kaya orang abis dihukum cambuk lantaran mencabuli anak tetangga. Pada merah semua.

Jakarta emang ngasih kenang kenangan masuk angin berat setelah dia merampok seluruh isi dompet saya buat ongkos pulang pergi dan tiket masuk dufan. Tapi jakarta juga telah memesona orang udik dan kampungan seperti saya. Begitu memasuki kawasan jakarta pusat saya seolah sedang memasuki negri yang asing. Gedung gedung menjulang tinggi seperti dalam sky hawk, saking tingginya puncaknya tak terlihat karena ditutupi awan. Bermilyar milyar uang berputar dijalan jalannya. Setiap orang seperti sedang tergesa mengejar kemewahan.

Anak anak mudanya selalu tampil necis bak mau kondangan, harum dan berkelas. Tempat main, makanan , minuman dan kesenangan mereka sangat berbeda dengan kebiasaan saya dikampung. Saya tak begitu akrab dengan istilah istilah makmur mereka seperti jacuzzi, shisa, pub, karaoke, tequila, lady escort, penari striptease, kucing dan gigolo. Yang ada dalam pikiran saya, karena istilah istlah itu asing pasti untuk mendapatkannya harus mengeruk lebih banyak rupiah. Orang orang tuanya selalu tampil perlente karena karir menuntuk mereka berdandan demikian. Mereka tinggal ditempat tempat komunal.

Di apartemen apartemen mewah dengan fasilitas yang bisa mengajak masuk saudara dan kemenakan gratis masuk dufan, berenang diwater boom sesuka hati, menikmati pemandangan laut sekenyangnya dari balkon apartemen atau memasukan selingkuhan kedalam kamar mereka yang sangat prifat. Banyak nian bangunan macam ini di jakarta, dalam iklan real estate seorang perempuan yang sudah tidak muda lagi dengan ekspresi yang dibuat buat enteng sekali menyebut harganya hanya satu miliaran saja. Tingkahnya yang mengatakan "saja" seperti tukang jualan kerak telor di Monas. Melihat gaya hidup mereka saya seperti tersesat dibelantara Manhatthan, Singapura, London atau Tokyoo.

Namun kekaguman saya tak berlangsung lama karena Setelah itu, utopia muncul dari Orang orang yang bicara dengan aksen berbeda, ganjil dan menggelikan. Seorang urban dari pelosok desa yang terserak dilembah sangiran, tempat ditemukannnya fosil fosil manusia purba, begitu sampai diibukota akan menggunakan istilah elu dan gua. Dipikirnya dengan berbicara seperti itu ia telah menjadi bagian dari kemewahan jakarta. Dipinggiran ciliwung penduduk berak, mandi dan sikat gigi dengan menggunakan air yang sama. Jangan terlalu heran kalau ketika bersih bersih badan seseorang bisa berdekatan dengan kotoran, karena kadang kadang hanyut juga mayat manusia disana.

Para pendatang haram, gongli, waria, buruh kasar, homo seksual, lesbian dan pengangguran berhimpitan tinggal dalam bedeng bedeng sempit. Tiap hari mereka tersaruk, tebopoh, terengan engah untuk mengepuli periuk nasi masing masing. Tiap hari juga mereka berkelahi bukan dengan musuh yang menyerang dari luar, tapi dengan sesamanya. Dengan satpol PP yang menggusur gerobak bakso mereka, dengan pungutan liar yang memereteli jerih payah angkot angkot mereka, dengan kemiskinan dan kelaparan. Orang orang ini selalu bermimpi bisa merasakan satu hal dalam hidup yang tidak pernah meraka dapat dari pemerintah daerah, "kemakmuran" . Inilah mereka yang termarjinalkan di negri sendiri, tersebat dipemukiman pemukiman sempit yang berharap dan berjuang demi mempertahankan hidup. Kekaguman saya serta merta berubah karena kini saya seperti memasuki pedalaman kampung di Rwanda, Etiopia, Zambia atau Senegal

kaya miskin jakarta tidak seperti putaran roulet, tidak pula seperti gelindingan bola salju, dimana istilah klasik selalu mengatakan, nasib akan berganti, hanya persoalan giliran atau kehidupan selalu dipertukarkan. Yang ada adalah stagnasi kehidupan. kekayaan dan kemiskinan makin tersungkur diatas dominasi para pemodal besar.

Yang kaya akan semakin kaya yang miskin akan semakim miskin. Persis ketika pendatang bermodal besar dari eropa datang dan mendominasi suku indian amerika. Kehidupan terasa sangat naif karena karena kemiskinan dan kekayaan ibarat minyak dan air. Jumlah orang yang peduli belum berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan. Tinggal sehari disana saya langsung ingin pulang. Hal hal singkat yang saya saksikan Membuat saya kembali kekampung. Hidup bahagia apa adanya, menulis lagi, lagi, lagi…..

sanursukur

Kamis, Juli 02, 2009

Cinta Dunia Maya dalam Islam bag. 2 (analisa)

keyword: taaruf, pacaran, menikah, hubungan, dunia maya, internet, khalwat, pacaran islami, haram, facebook

Pada tulisan kali ini, menyambung tulisan sebelumnya, penulis akan berbicara tentang posisi cinta dalam Islam. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Islam mengakui cinta. Dalil pengakuan ini dapat ditemukan dalam berbagai ayat dan hadist. Sebut saja misalnya surat al-Baqarah ayat 165:

قال عز من قائل : (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبّاً لِلَّه…) (البقرة/165)


atau pun surat al-Maidah ayat 54:

قال الله تعالى : (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِين)(المائدة/54 )

Sementara dalam hadits, dapat kita sebut riwayat dari Ibnu Abbas ra, oleh Imam Thabrani:

وعن ابن عباس رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عيه وسلم قال: "إن لله جلساء يوم القيامة عن يمين العرش - وكلتا يدي الله يمين - على منابر من نور, وجوههم من نور, ليسوا بأنبياء ولا شهداء ولا صديقين". قيل يا رسول الله من هم؟. قال: "هم المتحابون بجلال الله تبارك وتعالى". رواه الطبراني ورجاله وثقوا.

Untuk yang al-Quran, berhubung sedang tidak memegang al-Quran terjemah, maka nanti saja aku tuliskan artinya - mengingat keterbatasanku dalam mengartikan, dibandingkan para ulama.

Sedangkan untuk hadits di atas, mungkin secara sederhana bisa diartikan begini: "Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya pada hari Kiamat, Allah 'menemani duduk' - beberapa orang - di samping Arasy, yang keduanya itu berada di sisi kanan Allah. Tempat itu adalah di atas mimbar dari cahaya. Wajah-wajah mereka pun dari cahaya. Mereka bukanlah para Nabi, juga bukan para syuhada, dan juga bukan orang-orang yang jujur."
Kemudian ditanyakan pada Rasulullah, "Siapakah mereka ya Rasulullah?"
Rasulullah menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Keagungan Allah, Keberkahan dan Ketinggian Allah." HR. Imam Thabrani dan rijal - para perawinya - tsiqoh dan dapat dipercaya.

Para Ulama sendiri membagi menjadi banyak bagian tentang cinta dalam Islam. Yang mungkin secara sederhana aku sendiri membaginya dalam dua saja, bila dilihat dari hubungan manusia. Yang pertama cinta dalam hubungannya dengan Allah. Dan yang kedua, cinta dalam hubungannya dengan antar manusia. (Hablun minallah wa hablun mina an-nas).

Hubungan cinta kepada Allah, dalam tulisan ini tidak akan dibahas, karena tidak terkait langsung dengan topik postingan ku sebelumnya.

Jadi intinya, Islam mengakui cinta dan tidak menafikannya. Sebagaimana sikap Islam terhadap fitrah-fitrah manusia lainnya, seperti cinta, syahwat, sifat lupa, dsb. Tapi cinta yang bagaimanakah yang dikehendaki Islam, agar tidak menimbulkan mudharat atau kerusakan? Perlu diingat, bahwa konsep utama hukum Islam adalah menjaga yang 5. Kebutuhan jiwa - nafs, kebutuhan kehormatan, kebutuhan harta, nasb / keturunan, dan kebutuhan agama.

Jadi tidak mungkin agama Islam mensyariatkan sesuatu yang justru merugikan manusia, baik dalam jiwanya, hartanya, kehormatan, nasb, maupun agama mereka. Termasuk ketika mensyariatkan hukum tentang cinta.

Islam tidak akan menyuruh kita untuk membunuh cinta. Karena itu sama saja mengabaikan fitrah kita, yang akan membuat jiwa kita tak tenang. Pun Islam juga tidak membiarkan cinta begitu saja, yang bisa jadi akan membuat cinta menjadi liar dan tak terkendali. Yang pada akhirnya dapat membawa dampak kerugian pada kita, baik dalam segi harta - pengorbanan sia-sia, keturunan - dengan zina, atau pun masa depan kita - kehormatan.

Karenanya Islam datang dengan membawa solusi akan cinta ini, yakni dengan pernikahan. Yang bukan saja membuat jiwa kita tenang karena memiliki sandaran dan pelampiasan cinta. Akan tetapi juga lebih dari itu, memperbaiki keturunan, menjaga kehormatan, dan ladang pahala yang luar biasa luasnya. Lebih lanjut silahkan dicari di mbah gugel, manfaat dan keuntungan menikah.

Selanjutnya timbul pertanyaan, bagaimana dengan orang yang belum siap menikah, baik secara mental, fisik maupun waktu? Bagaimana mengendalikan dan menjaga cinta itu?

Karena cinta senantiasa datang dan pergi. Tak bisa seseorang menolak kehadirannya, sebagaimana ia juga tak bisa memaksakan kehadirannya. Namun bukan berarti kita tidak bisa mengantisipasinya. Islam juga sudah memberikan jawaban soal ini, agar barangsiapa yang belum mampu untuk melampiaskan cintanya dalam bentuk pernikahan, ada beberapa kiat yang diperintahkan Islam. Diantaranya:

1. Menjaga pandangan (sesuaikan kebutuhan)
2. Tidak berkata mendayu-dayu
3. Menghindari khalwat (berdua-duaan, baik dalam dunia nyata maupun maya)
4. Senantiasa berdzikir kepada Allah
5. Berpuasa, dsb.

Dan pada intinya, semua itu hanyalah bersifat teknis dan real. Akan tetapi pada akhirnya tetap kembali pada niat masing-masing individu dalam interaksi mereka dengan lawan jenisnya. Apakah niatnya untuk merebut hatinya, atau benar-benar karena ada keperluan? Silahkan cek kembali niat kita sebelum berinteraksi dengan mereka.. :)

Jadi intinya, Islam bermain tegas dan tidak abu-abu. Silahkan sejatikan cintamu dengan menikah, atau menjaganya dan bersabarlah... ^^

tambahan dalil-dalil cinta:
http://www.ebnmaryam.com/loveinislam.htm



Lanjut ke bagian 3; solusi cinta dalam dunia maya