Dalam pendahuluannya, Imam Asy’ari mengawali pembahasan dalam kitab al-Ibanah dengan penyebutan dua golongan ahlu azzaigh wa al-bid’ah, Mu’tazilah dan ahlu al-Qadr yang juga disebut Qadariyyah. Menarik memang, bila kita telisik asal mula dan tujuan mengapa beliau menggabungkan dua mazhab ini dalam satu kalimat dan bahkan satu pembahasan. Namun, sebelum kita melacak lebih jauh, ada baiknya kita mengenal lebih dulu, apa dan bagaimana dua golongan ini.Mu’tazilahKelompok pemuja akal ini mulai muncul di kota Bashrah (Iraq), pada abad ke – 2 Hijriyah , antara tahun 105 – 110 H , tepatnya pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifa Hisyam Bin Abdul Malik. Sang pentahkik, Abu Umar Muhammad bin Ali bin Raihan – selanjutnya penulis sebut Ibn Raihan – dalam syarahnya menuliskan...