Minggu, September 27, 2009

Pin It

Widgets

Menatap Mata atau Menundukkan Pandangan?

Malam itu, aku baru aja pulang dari IKPM. Udara malam udah agak dingin kali itu. Menandakan musim pancaroba telah menyapa Mesir. Pusat kota Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir), yakni kawasan Hay Asyir, tepatnya di kawasan Gami, terlihat sepi. Hanya beberapa orang Indo saja yang kutemui. Dan seperti biasa, kawasan Gami yang terkenal dengan Propinsi Indonesia wilayah Mesir, membuatku berpapasan dengan beberapa orang mahasiswi. Dan lagi-lagi, persoalan klasik itu pun mengusikku, "Menatap atau tundukkan pandangan, nih?"

Dulu juga sering kejadian seperti ini. Dan suatu ketika, aku lebih memilih tundukin pandangan, dan gak ngeliat ke mahasiswi. Berjalan cepat, dan cuek aja. Dan ternyata hal pilihanku ini justru bikin aku jadi malu dan gak enak. Karena tiba-tiba si mahasiswi tadi manggil, "Niam!.."

Dalam hati aku bilang, "Duh ya, Allah.. ternyata temenku. Harusnya aku juga nyapa. Fyuh.. kenapa tadi gak ngeliat ke dia dulu ya.." Kirain.

Tapi ada juga pengalamanku yang lain, dan waktu itu aku memilih untuk menatap sang mahasiswi. Kali ini, alasanku adalah sapa tau kenal, masa gak nyapa sih. Aku pun lantas mengangkat dagu. Dan tepat sebelum pertigaan Bawwabah 1, kami pun bertatap muka, beradu pandang.

Deg! Cukup sedetik sebelum aku kemudian harus mengakui, bahwa dia adalah 'bidadari'. Mutiara terpendam Kairo yang aku bahkan gak pernah melihatnya. Maklum, aku emang sengaja gak terlalu ngubek-ngubek dunia akhwat Kairo, hehe...

Dalam hati, kali ini aku bergumam, "Duh ya, Allah.. kenapa tadi aku harus natap matanya, arrgh.." Pun ternyata aku sempat iseng, noleh untuk yang kedua kalinya. Untung saja, sang 'bidadari' udah terbang di kegelapan malam. Akhirnya, sepanjang langkah kaki menuju IKPM malam itu, bayang wajah berkerudung biru itupun masih menghantui. Hingga setidaknya dua jam kemudian, saat aku sadar, bahwa 'bidadari' tadi hanyalah sekilas lintasan dalam hidupku. Sementara masa depan, Allah sendiri sudah mengaturnya.

Termasuk ketika malam tadi, saat aku memilih menatap seorang gadis di dalam flatku. Jadi, ufh.. menatap mata atau tundukkan pandangan?

--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



1 comments:

iskandaria mengatakan...

Wajar banget sih kalo gak mampu nahan untuk menatap mata atau wajah si gadis. Palagi ia cantik atau manis. Daripada gelisah karena menahan pandangan, lebih baik disalurkan saja lewat tatapan :)

Toh, menatap lawan jenis tidak berdosa kalo menurut saya. Yang berdosa itu kalo ada hasrat untuk berbuat negatif/asusila terhadap yang ditatap.

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)