Minggu, September 06, 2009

Pin It

Widgets

Antara Tangga, Gempa dan Bangunan

Baru saja kemarin terjadi gempa yang berpusat di Tasikmalaya. Dan rupa-rupanya ada yang salah kaprah soal gempa dan bangunan. Banyak orang beranggapan bahwa ketika gempa maka harus segera keluar dari suatu bangunan agar bisa selamat. Tapi apakah benar begitu? Dan lantas, apa aja yang boleh kita lakukan dan gak boleh dilakukan ketika terjadi gempa dan kita sedang berada dalam sebuah bangunan? Seorang sarjana teknik sipil yang ngubek-ngubek soal bangunan dan konstruksinya berurun rembug di forum kaskus. Karena kelihatannya bermanfaat, aku posting di sini aja.. :D


Cuma mau kasi pendapat dari sudut pandang Insinyur Sipil (Gw selama 4 tahun belajar semua ttg bangunan termasuk perencanaan bangunan terhadap gempa, jadi ga ada salahnya berbagi info ke kaskuser yg blm mengerti)

Ini betul

Betul, sebisa mgkn jangan panik dulu, kalo cuma lantai 2 or 3 bolehlah turun lewat tangga, di atas (lantai) itu lebih baik ikutin cara di atas (berdiam, menunggu gempanya reda).

High rise building justru lebih tahan gempa dibanding bangunan sejenis rumah/ ruko yg 2-3 lantai (dari segi kekakuan pondasi dan tulang2/sengkang penahan gaya geser).
Jadi kalaupun ada gempa kemungkinan kecil bangunan itu akan roboh, karena dirancang tahan gempa sampai kekuatan tertentu tapi ada kemungkinan rusak/ringan maupun berat.

Jadi intinya waktu terjadi gempa lindungi diri sendiri dari reruntuhan/barang2 jatuh, saat gempa reda baru buru2 turun lewat tangga (kalau belum runtuh, karena tangga adalah bagian paling lemah terhadap gempa).

Perlu diketahui tangga darurat dirancang untuk jalan melarikan diri pada waktu kebakaran, BUKAN pada waktu gempa. Prosedurnya ada ditempel di tiap lantai high rise building termasuk apartemen dan perkantoran.

@ TS
Tolong kalo bisa diquote ke depan supaya bisa dilihat orang2 dan ga ada salah kaprah lagi. beruntung getaran gempanya sudah berkurang jauh sampai jakarta sehingga yg turun tangga maupun stay di atas sama nasibnya.

FYI, pada saat gempa gw juga ada di apartemen gw di lantai 35, cukup bikin mabuk laut juga tapi gw ga akan nekat turun lewat tangga darurat. (gempanya kira2 5 menit, turun tangga dari lt 35 bisa 10 menit lebih, bisa dinilai sendiri kan tindakan apa yg bijaksana)


wah ada yang belain ane TQ yah gan kesmong
Quote:
Originally Posted by kesmong
ane setuju gan....

gw jg anak teknik sipil.
kalo kata dosen gw, gempa cuma butuh 10 detik buat ngeruntuhin gedung.. jadi lo percuma lari lari kaya orang gila nurunin tangga dari lantai atas gedung.. ya kecuali lo semua itu the flash..

mendingan selama 10 detik itu lo ngumpet dah, kalo roboh ya nasib, kalo g roboh, ya baru lo turun dari gedung dengan tenang..

hehe


dikutip dari kaskus.us dengan editing minor.

Artikel terkait :



16 comments:

pencinta AHLUL BAYT mengatakan...

YANG PNTING KITA AMBIL HIMAHNYA AJA :)

SALAM KENAL YAA MAS :)

DUNIA POLAR mengatakan...

selain itu yg plg penting adalah berdoa, coz dmnpun kita, toh klo yang kuasa uda nakdirin kita mati, kita ndak akan bisa berbuat apa2, ya toh.. :D

indonesiatop mengatakan...

Gempa memang tidak bisa dihindari di kepulauan Indonesia ini. Potensi gempa akan selalu ada. JAdi kita harus siap-siap. Tapi mudah-mudahan enggak ada gempa lagi.

Nggapril mengatakan...

Satu lagi, katanya seh berlindung di bawah meja ga selalu bisa melindungi dari reruntuhan, tapi mending daripada ga ada, huehe

Deyn mengatakan...

ehh, trnyata kalo dipikir2
ada bnarnya jg yg
bagian "gempa cuma butuh 10 detik buat ngeruntuhin gedung"
serem mbayanginya, .
semoga gempa di indonesia cepat brlalu

Rusa Bawean™ mengatakan...

panggilan gan itu ala kaskus yaaa
:)

ROSMANA APOLLA PUTERA mengatakan...

salam kenal mas!!!

neilhoja mengatakan...

@ rosmana: salam kenal juga...
@ Rusa: hehe iya, ntu panggilan khas kaskuser
@ Deyn: yups... amin99x
@ angga: wkwkwk.... filsafat oportunis yo ngga?
@ indonesia top: iya bung... kita harus waspada
@ Dunia polar: pasrah sekali.. :D
@ pecinta ahlul bayt: salam kenal juga, yuhu..

cebong ipiet mengatakan...

diriku dikantor juga dipanggil Gan, lah bagian nraktir xixixiixix
yup, mending cari meja atau dibelakang sofa gede, cari sisi segitiga yang kira2 kalau tembok rubuh masih ada ruang

Zippy mengatakan...

Wah...gitu yah...
Saya juga baru tau, hehehe...
Maklum, kul'x di jur. Teknik baru semester 3, jadi belum tau soal gituan... :D

koleksi mainan mengatakan...

Ohh...gitu yah
berarti nasib-nasib pan juga dunkz kalo gempa diatas gedung lt.3 ke atas

T.T

belajar blog mengatakan...

Jadi ini bisa menghapus dogma yang ada dunkz
ngeri juga mao lari lewat tangga darurat malah masuk ruang gawat darurat

berita unik mengatakan...

Kalo gitu besok namanya diganti aja...
tangga khusus kebakaran...
biar orang ga salah kaprah

vie_three mengatakan...

ya emang begono, tapi yang namang orang panik kadang suka gak kepikiran kalau kayak gitu.....

ROSMANA APOLLA PUTERA mengatakan...

jalan-jalan lagi!!!

neilhoja mengatakan...

@ cebong: xixixi... kok aku ndak pernah ditraktir dirimu bong, :D
@ rosmana: yuhu... jangan lupa oleh2nya, hehehe
@ vietri: he em, makanya perlu latihan kali ya, :D
@ berita: setuju... ngusulnya di mana ya?
@ belajar blog: sudah seharusnya ...
@ koleksi mainan: hehe... sepertinya begono. pasrah.
@ zippy: hehe.. semangat bro, biar lulus tepat waktu.

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)