Senin, Januari 12, 2009

Pin It

Widgets

I Love You...

Hanya tiga kata sederhana, tidak lebih..
Tapi mengapa banyak pria sulit mengucapkannya dengan tegas?

Hanya sedikit pria yang berani menyatakan cinta dengan terus terang. Yang lainnya, kebanyakan hanya menyampaikannya lewat isyarat dan perlakuan istimewa. Mungkin itu sudah dirasa cukup oleh pria. Kita, perempuan modern ini, dianggap pasti bisa membaca apa yang tersimpan di hati mereka. Tapi benarkah demikian? Banyak di antara kita sebenarnya menantikan kata-kata ajaib itu di telinga kita.

Apa kata pria tentang keengganan untuk mengucapkannya?
"I love you jadi kehilangan makna begitu diucapkan."
"Itu hanya ada di film-film. Di dunia nyata, tak lagi diucapkan."
"Kalau dari tingkah laku saja sudah kelihatan, buat apa diucapkan?"


Tapi mungkin ini jawaban yang paling masuk akal, "Keengganan mengucapkan I love you, karena ada konsekuensi yang mengikutinya. Pria takut menyatakan cinta, karena nanti kita berharap cinta itu berlangsung untuk selamanya. Padahal, buat pria, I love you bermakna: saya mencintaimu saat ini, detik ini; besok, saya kurang tahu alias tidak berani janji."

Dalam The Art of Living, Erich Fromm mengatakan, wanita harus bisa memahami pria, meski cinta tak diucapkan. Kalau seorang pria rela menembus hujan badai untuk menjemput Anda di kantor, atau menemani nonton Notebook untuk yang kesepuluh kalinya, maka itu bisa dianggap sebagai pernyataan cinta.

Menurut John Gray, penulis What Your Mother Couldn't Tell You and Your Father Didn't Know, "Semakin mendalam cinta seorang pria, semakin berat ia menyatakan cinta."

Jadi, memang sulit meminta pria untuk menyatakan cintanya secara terbuka. Tapi bila pernyataan itu teramat penting bagi Anda, maka cara yang bisa dicoba adalah: jebak dengan pertanyaan, "Jadi kamu tidak mencintai saya?" Jawabannya pasti, the three simple words we long to hear: I love you.

credit to www.redsecretdiary.com

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)