Minggu, Mei 10, 2009

Tentang Nama Kiasan

Saat lagi utak-atik komputer, tiba-tiba muncul ide buat nyari arti nama. Kalo soal nama asli sih, udah tau dari dulu. Tapi gimana dengan nama kiasan a.k.a nama penaku?

Awalnya, aku pengen tau apakah nama ini bisa dikaitkan dengan kepribadian seseorang. Aku coba dengan satu nama yang cukup dekat ama aku, MySpace. Namanya... ups, rahasia, hahahaha... tapi aku lebih suka manggil dia, alfa. Kira-kira, ada gak ya, hubungan antara nama kiasan, atau nama pena, atau favorite name kita dengan sebuah kepribadian?



Yang aku jadikan rujukan utamaku adalah Jeng Wiki. Berhubung di situ ensiklopedia paling murah, dan bisa diakses dari mana aja. Sebenernya ada Britannica 2008, tapi males nginstallnya... hehehe.. jadi, biar gampang, pake yang online aja. MySpace

Ok, kita mulai sekarang,.. tadi namanya adalah alfa. Bagaimana hasil yang diperoleh dari Jeng Wiki? Nih, di bawah:
Alpha

Alpha may refer to:

Contents
[hide]

* 1 Greek letter
o 1.1 Physics
* 2 Place names
o 2.1 Australia
o 2.2 United States
o 2.3 Arctic Ocean
* 3 Media, literature and fiction
o 3.1 Television
o 3.2 Music
o 3.3 Books and magazines
o 3.4 Gaming
o 3.5 Fictional characters and places
* 4 Science and mathematics
* 5 Computing
* 6 Miscellanea
* 7 See also


Wah, ternyata buanyak sekali kata alfa dipake dalam berbagai bidang. Ada keilmuan ada komputer, tempat, sains, dll. Hem.. kalo aku kaitin ama sosok itu, ada benarnya. Secara, dia itu ada di mana-mana. Orangnya aktifis dan cerdas. Hampir sebagian besar bidang digelutinya dan ia kuasai, mulai dari kajian, organisasi, jalan-jalan, dll. Kecuali soal komputer dan hi-tech, hahaha.. di sini aku yang berperan [bantuin dia].. MySpace

Dan sebagaimana juga gak disebut sama jeng wiki, dia juga gak terlalu suka olahraga.

MySpace Lanjutnya, setelah dicermati dari atas ke bawah... dianalisa dan dikorek-korek, tampaklah hasilnya.. ada beberapa inti penggunaan-penggunaan kata alfa dalam semua bidang tersebut, diantaranya:
1. yang paling, atau pertama [huruf a, biologi, astrononmi, dll]
2. dalam pengembangan [software, dll]
3. asli, [stasiun alpha]

Hem.. tampaknya agak mirip sama dia. Meski gak superior, dia adalah yang paling, pertama dan punya legalitas tinggi. Hal ini diakui oleh orang-orang sekitar dia, terbukti dari seringnya dia dipercaya sebagai ketua berbagai kegiatan dan organisasi. Plus juga, dia anak pertama. MySpace

Untuk pengembangan, aku kenal betul dia. Orangnya tak pernah mau berhenti dalam satu titik. Ingin selalu maju dan berkembang. Dan yang aku salut, dia penuh konsistensi, feuh.. hal yang agak susah ditemukan dalam diriku. MySpace

Untuk soal keaslian, mmm... kayaknya dari cara dia berdandan. Gak muluk-muluk dan gak aneh-aneh. Atau mungkin, kecantikan dan keanggunannya yang asli dari dalam diri dia.. hem.. inner beuty? Bisa jadi. MySpace

Oke deh, segini aja dulu. Niat hati sih, pengen nulisin soal nama penaku juga. Tapi apa daya, waktu tak sempat. Masih ada yang harus dikerjakannnn!! Ujian di depan mata, Bung...

Ntar, kapan-kapan aku sambung lagi dengan karakteristik nama penaku.

Nah, buat temen-temen yang pengen nyoba ngorek-ngorek karakter seseorang, boleh dicoba tuh, hehehe dikit inovasi dan keisengan di sela ujianku, MySpace

ps: Mohon doanya, teman-teman.. semoga tetap tabah, dan penuh semangat dalam menghadapi ujian kali ini.. diberi hidayah, taufik, kemudahan dan hasil yang bagus.. amin99x. ya Allah ya Rabbi.. hanya pada-Mu kugantungkan harapan. MySpace

emoticons by: Laymark

Senin, Mei 04, 2009

Info Beasiswa Mesir

Tanggal : 29/04/2009 11:52:00 Sumber : DIKTIS

Berdasarkan isi Konferensi Press Kedutaan Besar Mesir Jakarta tentang tawaran beasiswa Pemerintah Mesir Tahun 2009, kami informasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Untuk Tahun 2009 ini, beasiswa dibagi dalam 2 bagian:

a. 120 Beasiswa dari Universitas al-Azhar Mesir, (Jumlah tidak pas dari yang diucapkan);

1) 90 untuk Jurusan Agama jenjang S1;

2) 15 untuk tingkat SLTP/Menengah; dan

3) 20 untuk tingkat S2 dan S3.



b. 5 Beasiswa untuk jurusan umum di bawah kementrian Pendidikan Mesir. (untuk jurusan Arsitektur, Kedokteran, dan Farmasi)

2. Untuk melakukan pendaftaran, dilakukan sbb:

a. Langsung melalui Kedutaan Mesir dengan mengajukan permohonan untuk belajar di Mesir dengan melampirkan CV (Curiculum Vitae) yang menerangkan identitas; nama, no. telp, HP serta menerangkan di mana yang bersangkutan sekolah dan apa yang dipelajarinya;

b. Pelajar yang mengajukan beasiswa adalah dari lembaga/pesantren yang telah mendapatkan pengakuan (Mu’adalah) dari al-Azhar;

c. Dikirim fax ke 021-3145073;

d. Pendaftaran dilakukan antara tgl 1 Mei s.d. 8 Mei 2009; dan

e. Tanggal 10 Mei 2009, akan dihubungi atau diumumkan melalui surat kabar/TV untuk mengikuti ujian tulis dan lisan di Kedutaan secara berkelompok daerah: Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jakarta.

3. Materi yang akan diujikan adalah sbb:

a. Hafalan Al-Quran minimal 3 Juz (harus lulus);

b. Mu’amalat Fiqhiyah;

c. Siroh Nabawiyah;

d. Al-Hadits; dan

e. Yang terpenting bisa berbahasa Arab

sumber: Diktis

Minggu, Mei 03, 2009

Tips dan Trik Menghafal al-Quran

Bismillah…

Sedikit pengen berbagi nih, temen-temen. Mungkin, di antara salah satu ujian yang paling diperhatikan ama Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir), khususnya ‘santri’ Azhar adalah materi hafalan al-Quran. Bagi sebagian mahasiswa, mungkin ini adalah ujian yang cukup sulit. Hal ini dapat dilihat ketika cukup banyak mahasiswa yang masih ‘membawa’ a.k.a ‘belum lulus’ materi ini bahkan hingga tingkat akhir kuliah mereka.

Ujian ini dianggap sulit karena bentuknya hafalan, berbeda dengan berbagai materi lain yang bentuknya berfikir, sehingga tidak banyak menguras otak. Terlebih lagi, diantara temen-temen penulis sendiri sebagian besar tidak memulai hafalan ini di awal. Bahkan bisa jadi, saat membaca tulisan ini belum juga ngapalin? Heu heu… Ujian sendiri udah dekat, kira-kira bagaimana mensiasatinya?


Yah,… walaupun mungkin bisa jadi tips ini udah telat, karena ujian syafawi (lisan) sendiri udah di ambang pintu dan mungkin tak cukup lagi waktunya, akan tetapi paling tidak bisa jadi bermanfaat ketika ujian tahriri (tulisan) nanti. Atau bisa juga buat temen-temen yang memang pengen ngafalin Quran lebih dari sekedar muqorror (diktat) Azhar.

Ada beberapa fase dalam menghafal al-Quran ini. Gampangnya kita ambil tiga fase saja;
1. Fase pra hafalan (taaruf)
2. Fase hafalan (tahfidz)
3. Fase menjaga hafalan (murojaah)

A. Fase Pra Hafalan

Hal pertama dalam fase pra hafalan, ada baiknya kita mengenal dulu dengan kitab suci yang akan kita hafal ini. Beberapa sifatnya antara lain:
1. Mudah dihafal. Allah sendiri berfirman dan diulang-ulang dalam surat al-Qomar, “Walaqad yassarna al-Qurana lidz-dzikri fahal min muddakir… (QS. Al-Qomar: 17)”. Selain dikuatkan dengan firman Allah, secara bahasa sendiri al-Quran sangat mudah dihafalkan. Terlebih di dalamnya, banyak ayat-ayat yang mirip, sehingga kita tidak perlu menguras otak lebih karena ada beberapa kalimat atau ayat yang sudah pernah kita hafalkan dulu.
2. Mudah pula terlupa. Dalam hal ini penulis sendiri kurang tau apakah riwayat ini adalah hadits atau apa, akan tetapi dulu Kyai penulis pernah bilang bahwa, “Menghafal Quran itu seperti mengikat unta. Bila longgar sedikit saja ikatannya, maka akan sangat mudah lepas.”
3. Al-Quran adalah kitab suci kita, barangsiapa dapat menghafalkannya maka akan mendapat banyak fadhilah, seperti: variasi bacaan dalam sholat, mengisi waktu luang ketika menuggu bus, di dalam bus dll.
4. Dengan menghafalkannya, terlebih bila memahami maknanya bisa membuat hati kita terbuka, menemukan kebenaran din ini, menemukan mukjizat-mukjizat di dalam al-Quran dsb. Intinya, insya Allah bisa menambah iman kita dan takwa kita..

Sifat-sifat di atas bisa ditambah terserah ama pembaca. Tapi penulis pikir cukup ini saja, ntar lama-lama gak jadi berbagi tips dan triknya, hehehe… Nah, dari yang penulis sebutkan di atas, mungkin dua sifat teratas perlu mendapat perhatian lebih.

Selanjutnya, setelah berkenalan dengan obyek yang ingin kita hafal, sekarang saatnya berpindah kepada subyeknya. Yakni diri kita sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita perhatikan dalam menghafal al-Quran ini?
1. Temukan motivasi yang tepat atau niatnya. Tentukan, apakah untuk ujian saja, atau untuk sesuatu hal yang di atas itu. Penentuan motivasi ini sangat menentukan tingkat kualitas hafalan dan kesungguhan kita dalam menghafal.
2. Berikan waktu khusus dalam keseharian kita.
3. Persiapkan diri dari banyaknya godaan yang melalaikan dan ketidak-disiplinan. Karena sebenernya, dari pengalaman penulis sendiri dan curhat temen-temen, kunci menghafal al-Quran adalah satu; ISTIQOMAH.
4. “Qalilun qarra khairun min katsirun farra..” lebih baik sedikit tapi kuat, daripada banyak hafalan tapi lemah. Artinya, menghafal al-Quran itu haruslah tadarruj, alias bertahap. Allah sendiri berfirman, “Wala ta’jal bil qurani min qabli an yuqdha ilaika wahyuhu, wa qul rabbi zidny ilman…” (QS. Toha: 114). Banyak sedikitnya menghafal, sangat tergantung pada kemampuan penghafal, ndak perlu dipaksa.

B. Fase Menghafal

Setelah bertaaruf, dan kenal-kenalan sebelum memasuki dunia hafalan ini, hehehe… kini saatnya kita melakukan proses menghafal. Fase di atas tadi, cukup dipahami saja dan dijadikan pengingat bila suatu saat kita merasa kesulitan dan pengen curhat :D.

Okeh, sekarang saatnya kita masuk dalam persoalan teknis, yakni trik menghafal. Sebenernya, soal ini penulis lebih suka menyerahkan kepada pembaca soal bagaimana menghafal. Karena, dalam menghafal ini sangat bergantung pada kondisi /dzuruf si penghafal. Akan tetapi, agar bisa mendapat gambaran bagaimana menghafal yang baik, maka akan penulis sebutkan contoh dalam fase ini.
1. Membaca pelan dan mecoba memahami maknanya (grambyang) dari apa yang ingin kita hafal di pagi hari, pada malam hari sebelum tidur. Hal ini sangat bermanfaat untuk mempermudah menghafal di pagi harinya.
2. Lebih baik baik dilakukan setelah sholat subuh, mulai menghafal al-Quran secara tadarruj dimulai dari jumlatan fa jumlatan (kalimat per kalimat) bukan ayat per ayat! Setelah hafal (membaca tanpa melirik al-Qurannya) satu kalimat, baru berpindah ke kalimat yang lain. Setelah dari kalimat, baru kemudian menghafal satu ayat.
3. Setelah hafal satu ayat, boleh berpindah ke ayat lain, dan temukan keserasian dalam dua ayat ini. Sangat sering terjadi, ayat al-Quran ini memiliki satu tema setiap separuh halaman. Nah, setelah hafal setengah halaman, maka diulangi lagi dari awal dan tidak berpindah ke ayat lain sebelum ayat-ayat yang sudah dihafal benar-benar mantap.
4. Dianjurkan minimal menghafal satu halaman, atau lebih baik lagi dua halaman setiap harinya. Agar nanti yang tergambar di ingatan kita adalah seperti membuka al-Quran, satu di sisi kanan dan satu lagi di sisi kiri.
5. Lebih dan sangat dianjurkan untuk menyetorkan hafalan yang baru kita hafal, pada orang yang sudah hafal lebih dari kita. Bukan saja karena menjaga agar apa yang kita hafal ini sudah benar kata per katanya, akan tetapi juga sangat bermanfaat sebagai latihan dalam hafalan kita. Karena, seperti layaknya skil yang lain, semakin sering dilatih maka akan semakin lancar…

C. Fase Mengulang

Perlu diketahui dan diingat.. fase murojaah ini adalah yang sangat-sangat penting dan paling penting di antara dua fase di atas. Karena sepeti yang penulis sebutkan di atas, bahwa menghafal al-Quran itu mudah, akan tetapi menjaganya itu… masya Allah.

Okeh, tidak perlu berlama-lama dan mengeluh, heu..heu.. :D, langsung saja pada trik bagaimana melakukan murojaah yang baik dan benar sesuai kaidah yang disempurnakan, * walah… kok nyambung ke sana?

Sama seperti menghafal, dalam murojaah pun ada yang namanya tadarruj. Yakni bertahap pula dalam melakukannya.
1. Murojaah sebelum membuat hafalan baru. Yang perlu kita ulang hafalannya sebelum membuat hafalan baru adalah hafalan seperempat juz (5 halaman) sebelum hafalan baru kita. Jadi, jangan menambah hafalan baru bila seperempat juz sebelumnya masih berantakan hafalannya.
2. Murojaah hafalan baru. Setelah paginya kita menghafal, maka berikan waktu khusus buat mengulang hafalan baru kita itu. Paling enak adalah ketika sholat dhuha. Semakin sering diulang dalam sholat, semakin baik. Atau bisa juga sehabis sholat maghrib… atau terserah kapan. Yang penting, minimal kita ulang hafalan baru itu, sekali dalam sehari.

Nah, yang dua di atas itu adalah murojaah minimal yang harus dilakuin dalam sehari. Ada juga murojaah terkait banyaknya hafalan kita.
1. Murojaah per seperempat juz (5 halaman). Murojaah ini dilakukan setiap hari, dan berkelanjutan esok harinya. Lebih baik disetorkan juga murojaah yang ini. Sifatnya seperti hafalan baru, harus bener-bener mantap ketika disetorkan. Bentuk seperempat juz-an ini sangat ditekankan dan bisa sangat membantu kita, ketika harus menghafal banyak juz. Jadi nanti, bila sudah hafal banyak, yang cukup diingat adalah urutan ayat-ayat pertama dalam tiap halaman di seperempat juz. Jadi seolah-olah, tiap juz dalam al-Quran itu dibagi menjadi empat. Dan cukup yang seperempat itu yang digambarkan dalam otak.
2. Murojaah per 1 juz. Sama seperti murojaah seperempat juz, murojaah ini juga lebih baik disetorkan. Akan tetapi gak menutup kemungkinan untuk dibaca sendiri. Asalkan dengan catatan, lebih baik untuk tidak melirik al-Quran sedikitpun, kecuali hanya untuk melihat benar salahnya, bukan untuk meneruskan bacaan.
3. Murojaah per 5 juz. Kalau bisa, hal ini disetorkan juga. Akan tetapi, kecuali di pondok tahfidz, mungkin agak jarang yang mau nerima setoran 5 juz, hehehe… termasuk aku :D. Murojaah ini berlanjut juga. Jadi kalau sudah 5 juz, 10 juz, dst.. maka dibaca pula dari awal.

Nah, kayaknya cukup itu aja metode-metode yang kira-kira bisa dijadikan gambaran. Metode-metode di atas tidak mutlak sifatnya. Namun, secara pengalaman metode-metode di atas cukup membantu dalam proses menghafal al-Quran. Jadi bisa dijadikan tolak ukur dan gambaran buat temen-temen untuk menentukan sendiri metode yang cocok.

Selanjutnya, mungkin ada beberapa tips tambahan di bawah ini yang bisa dijadikan masukan buat temen-temen:
1. Akan lebih cepat dan mudah bila kita menghafal sambil mengetahui artinya. Bisa lewat terjemah al-Quran, atau bahkan dengan tafsirnya sekalian, :D.
2. Setelah tahu artinya, perlu diketahui bahwa al-Quran itu berbentuk setengah prosa (cerita) dan setengah puisi (berima). Dengan prosanya, akan membuat kita lebih mudah untuk mengaitkan antara satu ayat dengan ayat lainnya lewat siyaq atau jalan cerita atau tema khusus. So, temukan kesesuaian antar ayat! Dan lewat rima, memudahkan kita menghafal dengan mendengar bunyinya. Ini juga rahasia kenapa al-Quran dengan didengar berulang-ulang saja bisa membuat kita hafal.
3. Menej waktu dalam satu hari sebaik mungkin. Minimal ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yang pertama murojaah, yang kedua bikin hafalan baru.

Udah selesai?? Belum… ssssssst… nih, ada rahasia penting. Sebenernya, dari sekian banyak metode di atas, yang penting cuma tiga hal:

1. ISTIQOMAH / disiplin.
2. konsentrasi (ketika menghafal dan murojaah).
3. Doa / niat.

Hufh… alhamdulillah, akhirnya selesai juga tips dan trik menghafal al-Quran ini. Tidak banyak yang diharapkan, semoga saja bisa membantu temen-temen dalam menghafal al-Quran. Tambahannya, kalau boleh minta bantuan temen-temen juga moga kita semua dimudahkan dan diberi kekuatan dalam ujian kali ini. Dan semoga kita dijadikan sebagai ahlu Quran. Amin99x.

Allahummaj ‘alna min ahlil Quran, warzuqna fahma an-nabiyyin wa hifdza al-mursalin, wa ilhaama malaikati al-muqorrabin…

Wabillahi taufiq wal hidayah,
Maan najah, wa nanjah maan…

Jumat, Mei 01, 2009

Silaturrahmi Blitza & Nehyaz Kairo

Tak terasa 4 tahun tlah berlalu. Masa-masa saat kami menanti di bawah pohon mangga pagi itu, masih jelas terbayang. Menunggu panggilan kelulusan yang hanya Allah yang Tahu. Dan kini, 4 tahun setelahnya... tak disangka dan tak diduga, kita bisa bertemu lagi di sini. Khususnya para blitzer, heu heu... secara aku sendiri gak terlalu kenal dulunya, sama anak-anak Mantingan.. beuh... ndak itu konsul, ndak itu sapa... :D

Atas dasar inisiatif dari beberapa temenlah, kemudian para blitzer (lulusan Gontor angkatan 2005) kemudian berkumpul di sekretariat IKPM tercinta. Tak hanya bapak-bapak, hehehe... para ibu juga ikut ngumpul. Nah, mereka ini nih, yang alumni mantingan 2005 yang punya nama cukup panjang Nahya Zeefa de Mayla... hosh hosh.. capek?? :D

Pengen liat gambar-gambarnya? Kalo gitu, lanjut...

Oiya lupa, belum ngenalin kita-kita dari ikhwan, cie cie.. ikhwan jel... :P. Nama angkatan kita (cowok), adalah Blitza Remigion, atau biasa dipanggil Blitza aja. Angkatan ini adalah sebuah ikatan alumni Pondok Modern Gontor yang berada di kota Ponorogo sana.

Nah, selain dari yang ikhwan, kita juga punya temen-temen akhwat yang seangkatan... namanya, seperti yang udah aku sebutin di atas... Nahya Zeefa... yang biasa dipanggil Nahyez (tul gak?). Mereka ini, para akhwat dari alumni Gontor juga, tapi khusus putri (antara pondok putra ama putrinya, berjarak 100 km lebih), yang tepatnya berada di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur.

Acara sore itu, menurut sang ketua panitia dadakan... heu heu, Sayyid Zuhdi adalah sebagai rasa rindu yang tak terbendung lagi. Soalnya, udah 3 tahun kita berada di Kairo sini, tapi belum pernah sekalipun kita-kita dari Blitza maupun Nahyez ngadain Kopdar alias kumpul-kumpul. Meski diantara kita sendiri sering ketemu di berbagai kesempatan, tapi rasanya kalau gak ngadain special kopdar in special moment, at special place, rasanya ada yang kurang. Hehehe...

Nah, itu dari latar belakang. Acaranya sendiri, diadakan hari Rabu, tanggal 29 April kemaren, di sekretariat IKPM. Tak disangka, sebelum acara aja kita udah rame banget.. rasa-rasanya, kayak gak pernah ketemu aja... heu heu.. padahal kita yang dari cowok udah sering ketemu. Cuman, pas momen kali itu rasanya ada yang lain. Guyonan-guyonan gak jelas pun bertebaran. Satu dua kali, terkadang kita sama-sama saling bernostalGILA, hahaha tentang ceritera yang tak pernah ada habisnya di dunia penjara suci dulu sana... :D

Contoh guyonan kecil soal, suara si irex yang kubilang perlu diinstal ulang.. kekekekek... *peace rex... heu heu.. maklum, suara dia emang khas... serak-serak berlumpur gitu.

Atau juga si dudi, yang digojlok abis-abisan ama irex, dia bilang, "ma'alish lah dud.. akhwat yang dateng cuma dikit, padahal kan nt udah paling keren... :))" sontak aja semua orang ketawaa.... hahaha dasar irex :P.

Belum lagi si topiq yang juga kena sasaran, "Piq, lah nt ternyata blitza juga ya?? Tak kirain marhalah ahmar.. secara nt masih imut,... :)) " beu beu,... dasar anak-anak, ada-ada aja.. hehehe... :D

Tapi tentunya, acara ini gak cuma soal guyon dan nostalgila semata. Di saat acara formalnya, tampak di forum sore itu, ust. Khalid Muslih MA (kader sekaligus, wali kelas 6 B 2005). Ada juga ust. Suhartono, Lc, atau yang biasa disapa, Bang Tono yang malam itu bertindak selaku tamu khusus. Sebagai salah satu figur alumni juga yang cakap memberi tausyiah.

Tak ketinggalan, musyrif tercinta kita... ust. Indra Gunawan, Lc. Sebagai salah satu wakil Bapak kita. Sukses sebagai penulis buku, beliau juga masih sibuk dengan program pasca sarjananya di univ. Al-Azhar jurusan tarikh hadoroh (sejarah peradaban).

Acara sendiri diawali dengan nostalgila sesama kita. Kemudian berlanjut dengan acara formal. Mulai dari sambutan-sambutan dari sang ketua 'korban ide', sayyid zuhdi. Dilanjutkan oleh ketua marhalah 2005, fuad 'irex' hidayat. sementara dari akhwat mantingan, sambutan diwakili oleh, ustzh. Adelina Zulaeka (pake 'k', ya del?). Dan seterusnya dari ust. Khalid dan ust. Indra Gunawan. Acaranya ini sendiri dibawain oleh Nidaudin, tampil dengan santai dan kocak... meski terkadang jayus.. tapi ya, kita ketawa aja.. hahaha..

Di akhir kata, bang Tono sedikit memberikan kita pencerahan dan tausiyah terkait ujian dan persoalan hidup. Bila ust. Khalid bilang, kunci sukses adalah 3 D: 1. Daya Juang, 2. Daya Tahan, dan 3. Daya Pikul, maka bang Tono cerita soal perjuangan para ulama-ulama terdahulu dan sumbangsih mereka terhadap perjuangan agama ini.

Sebut saja, kesungguhan Imam Bukhori dalam menuliskan sebuah hadist. Yang diriwayatkan bahwa beliau, sebelum menuliskan satu hadist dalam kitabnya, maka beliau berwudu terlebih dahulu dan kemudian sholat istikhoro dilanjutkan doa. Baru setelah benar-benar yakin akan keabsahan hadist tersebut, beliau menuliskannya dalam kitab beliau. Kitab paling otentik kedua setelah al-Quran!

Di akhir acara, ditutup dengan doa bersama demi kemudahan kita dan kesuksesan bersama dalam menempuh ujian yang sebentar lagi akan kita jalani...

Nah, begitulah acara sore itu berjalan penuh dengan canda tawa namun tersimpan mutiara indah yang kan selalu terkenang di dalamnya. Cerita tentang sebuah kerinduan yang terbuncah. Cerita tentang eratnya sebuah hubungan antara kita... brother. Ingatlah selalu, karena perjuangan ini belum berakhir...

Sampai jumpa lagi kawan, entah 5 atau 10 tahun lagi... dan saat itu, aku, engkau dan kita... kembali bertemu dalam tawa, canda dan cinta... heu heu..

Kira-kira ada yang mo maju jadi presiden gak nih, sob?? :D Yang jaga gawang di Pondok, sapa ya? Ato yang pengen bikin matbakh dan jadi madam di ma'had... hahahaha...

Dah, segini aja.. ntar lama-lama gak dibaca. He..he...he... Oiya, untuk laporan keuangannya sendiri bisa dibaca di sini

Untuk foto-foto, silahkan diliat di bawah:






ini adalah foto para akhwat mantingan 2005, Nahya Zeefa de Mayla.. kullu sanah wa ihna chayo.. :D





kalo yang ini keluarga Blitza Remigion 2005, sang bapak anak-anak.. hahaha... *belum nikah kok udah bapak, heu heu... Alhamdulillah, Luar Biasa, Allahu Akbar!!

anaknya baru mau DA lho... taun depan insya Allah :)

foto-foto, credit to: Ahmad Budi Ahda

Tentang Kita

Lagi bosen, coba utak-atik nama... hehehe

Dan ketemulah hasil kek begini:

5. Perintis
Mereka adalah perintis.
Secara semulajadi mereka mempunyai sikap ingin tahu dan suka mengambil risiko serta sangat bersemangat (enthusiasm). Mereka perlukan kepelbagaian dan tidak suka disekat. Dunia ini adalah sekolah mereka, mereka memerhatikan setiap peluang untuk mempelajari sesuatu daripada setiap situasi yang ditempuhi. Persoalan yang bermain difikiran mereka tidak pernah terhenti. Golongan ini dinasihatkan untuk melihat sesuatu dengan teliti dan mendapat semua fakta yang diperlukan sebelum membuat sesuatu kesimpulan.

9. Pelakon
Golongan ini mempunyai kebolehan untuk menghiburkan orang lain. Mereka sangat penyayang dan pemurah. Dengan daya tarikan yang ada, mereka tidak mempunyai masalah untuk berkawan dengan sesiapa jua dan pada mereka tiada sesiapapun yang dianggap asing kepada mereka. Mereka mempunyai personaliti yang pelbagai sehingga menyukarkan orang sekeliling mereka untuk memahami mereka. Mereka umpama binatang sumpah-sumpah yang boleh berubah dan menyesuaikan diri mengikut persekitaran. Mereka mempunyai nasib yang sangat baik tetapi juga boleh menderita akibat terlalu bergantung kepada nasib dan perasaan (mood). Untuk berjaya golongan ini perlu membina landasan kasih sayang.

9 itu aku, 5 itu.... ada deh


kalo kek gini, cocok gak ya... :-"

rabbana hab lana... min azwajina wadzurriyyatina qurrata a'yun waj'alna lilmuttaqina imaman... amin99x alfatihah