Senin, Maret 09, 2009

Milisku oh Milisku…

ditulis untuk mengisi kolom 'Jaring Aspirasi' Buletin Suara PPMI Mesir

Sebuah catatan dan komentar Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) tentang milis mereka, InfoPMIK

Suatu hari, di sebuah warnet.

“Wuih, bro.. inbox ente penuh banget? Sampe seribuan gitu?” tanya seorang kawan Masisir.

“Iya nih, karena jarang dibuka tiba-tiba aja penuh dengan email dari milis.”

“Owh.” Komentarnya singkat.

“Jadi bingung nih, nyari email yang dikirim ortu ane…”

Menjadi anggota sebuah milis merupakan salah satu kebiasaan baru bagi mahasiswa baru di Mesir. Meskipun milis adalah sebuah grup diskusi yang bermanfaat, tapi terkadang bila kita jarang mengikuti dan membaca postingan-postingan di dalam inbox, bisa jadi malah seperti spam yang bikin inbox kita penuh hanya dalam waktu 10 hari. Tak ayal, surat penting yang seharusnya kita baca, bisa jadi malah tenggelam dengan postingan milis yang kita ikuti. Tentunya hal ini berlaku bagi temen-temen yang kurang memanfaatkan fasilitas filter di emailnya.


Senarai, pernahkah pembaca mendengar kata ini sebelumnya? Tak dinyana, rupanya senarai adalah bahasa Indonesia dari Milis, grup diskusi yang sangat sering kita dengar dan perbincangkan. Simak penjelasan situs Wikipedia tentang milis.
Menurut situs Wikipedia, Milis (bahasa Inggris: mailing list) atau senarai pada dasarnya adalah sebuah grup diskusi di internet di mana setiap orang bisa berlangganan dan berikutserta di dalamnya. Kita dapat membaca surat orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya. Secara sederhana, senarai adalah sebuah daftar alamat alamat pos-el yang mempunyai kesukaan/ kepentingan yang sama.
Dari penjelasan situs tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sejatinya keberadaan milis sangat membantu pertukaran informasi dan ilmu yang lebih cepat. Semakin banyak anggotanya, maka sebuah milis semakin dianggap keren dan bagus. Ini pula yang membuat infoPMIK, sebuah milis di kalangan Masisir dianggap sebagai milis paling aktif dan diakui.

Lantas bagaiamana sebuah milis bisa menjadi spam? Penulis pikir hal itu kembali kepada keaktifan anggota milis tersebut dalam mengikuti perkembangan di milis yang diikutinya. Bila pemilik email jarang membacanya, maka bisa dipastikan email-email dari milis yang masuk bisa menjadi spam. Apalagi bila kurang memanfaatkan fasiltas filter di emailnya.

Bagaimana dengan milis infoPMIK? Penulis yakin, banyak diantara kita yang sudah terdaftar sebagai anggota milis ini. Lihat saja dari jumlah keanggotaan yang dapat dilihat di yahoogroups sebanyak 2019 email terdaftar. Tapi, apakah dengan banyaknya anggota tersebut, milis kebanggan Masisir ini sudah memenuhi harapan Masisir sebagai media informasi dan keilmuan sebagaimana yang pengelolanya dengungkan? Atau malah jadi ajang debat kusir dan sekat bagi Masisir, sebagaimana keluhan beberapa anggotanya? Selanjutnya, mari kita lihat tanggapan Masisir terhadap milis favorit mereka ini. Disebarkan melalui angket oleh kru SP terhadap 100 orang Masisir secara acak.

Dan terbukti, ketika ditanya tentang keikutsertaan Masisir di milis ini, sebagian besar menjawab menjadi anggotanya. 51 % responden menjawab menjadi anggota aktif milis yang dikelola oleh Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo ini. Mereka beralasan bahwa penting artinya menjadi anggota aktif di milis infoPMIK agar tetap bisa mengikuti perkembangan dan kabar-kabar terbaru di kalangan Masisir.

Sementara 15 % responden lainnya mengaku hanya sebatas menjadi anggota dan kurang terlibat aktif. Yang menjadi alasan ketidak-aktifan adalah karena intensitas pemakaian internet mereka yang bisa dibilang jarang. Sisanya, sekitar 34 % responden mengaku tidak sama sekali menjadi anggota milis tersebut. Alasannya karena mereka sendiri kurang tahu bagaimana cara menjadi anggota sebuah milis.

Lebih lanjut, ketika ditanya soal suasana milis ini sebagai media komunikasi dan diskusi, 58 % responden menjawab suasana di dalam milis cukup kondusif dan bagus. Mereka beralasan, dengan banyaknya berita yang baru dan lebih dari 2.000 email yang terdaftar membuat arus informasi dan diskusi berjalan sangat aktif.

Namun, beberapa responden lain sebanyak 22 % menganggap bahwa milis InfoPMIk kurang kondusif. Hal ini terkait dengan tidak adanya peraturan yang jelas dan batasan-batasan diskusi. Sehingga tak jarang, banyak email atau postingan yang terlalu bebas dan keluar dari koridor keilmuan dan informasi bermanfaat. Sedangkan 20 % lainnya beranggapan, suasananya cukup kondusif. Karena keberadaan milis ini sangat merangsang pengembangan dunia tulis menulis. Meski disayangkan, kurangnya kesadaran anggota milis terkait penggunaan diksi yang baik. Tak jarang, kemudian muncul kata-kata yang kurang sopan.

Yang menarik, ternyata sebagian besar responden mengatakan bahwa di milis ini ditemukan debat kusir yang gak jelas. 78 % responden ini beranggapan bahwa, kurangnya objektifitas ilmiah dan minimnya validitas data menjadi sebab utama debat kusir tersebut. Sehingga tak jarang, yang terjadi sebuah debat yang mengedepankan ego dan kemenangan pendapat pribadi.

Dan hanya 12 % responden yang bilang sedikit menemukan debat kusir di dalamnya. Itupun tak lain karena responden tersebut jarang mengikuti diskusi dan perdebatannya, ujar mereka. Sementara 10 % lainnya mengatakan jarang menemukan perdebatan kusir tersebut.

Rupa-rupanya menurut pengakuan Masisir sendiri, keberadaan dan sikap milis ini masih tetap terjaga netral dan obyektif. Terlihat dari pengakuan 40 % responden yang menyatakan bahwa milis infoPMIK ini masih dianggap netral dalam bersikap dan tidak cenderung kepada salah satu golongan. Mereka berargumen, dengan banyaknya elemen dan lapisan Masisir yang ikut aktif dianggap mampu menjaga sikap positif ‘netral’ milisnya Masisir ini.

Namun sebagian lain menganggap kurang aktifnya moderator dan pasif dalam memberi solusi membuat milis ini jadi kurang netral. Sehingga riskan terjadinya kesalahpahaman antar anggota milis. Hal ini diakui oleh 38 % responden. Sementara 22 % lainnya malah beranggapan keberadaan milis ini cenderung kepada salah satu golongan dan tidak netral.

Terakhir, ketika ditanya soal penggunaan milis PMIK sebagai sarana kampanye partai, sebagian besar responden mengungkapkan ketidaksetujuannya. Tercatat 76 % responden memberi alasan bahwa misi dan visi milis harus dikedepankan. Bukankah milis ini murni kemasisiran dan tidak terkait partai politik apapun? Lebih lanjut, mereka juga memberi alasan bahwa keberadaan kampanye sama sekali tidak menambah wawasan dan pengetahuan. Yang juga ditakutkan adalah terjadinya sekat pemisah antar Masisir dengan adanya politisasi milis milik Masisir ini.

Sebagian yang lain juga beranggapan kurang tepat bila milis ini dijadikan media kampanye. Sebanyak 16 % responden menyayangkan bila moderator tidak bertindak tegas untuk itu. Karena, milis ini bukanlah milik satu partai tapi milik Masisir. Sedangkan yang mengiyakan kampanye, ada 8 % responden. Mereka beralasan bahwa kampanye merupakan hak asasi dan masih dalam koridor-koridor yang ditetapkan, yakni memberi pengetahuan dan wawasan bagi Masisir untuk memilih partai yang terbaik di antara yang baik.

Menjadi milis paling diakui dan teraktif di kalangan Masisir adalah sebuah kebanggaan. Terlebih banyak pula yang menganggap bahwa milis infoPMIK adalah milisnya Masisir. Akan tetapi, anggapan itu juga seharusnya menjadi motivasi tersendiri dan tanggungjawab yang harus dipikul oleh sang moderator. Penulis teringat sebuah pesan yang disampaikan ayah Peter Parker, sang Spiderman, “Di dalam kemampuan yang besar, terdapat tanggungjawab yang besar.” Semoga saja milis kita bersama ini bisa lebih baik dan memberi manfaat yang lebih banyak bagi Masisir, seluruh Masisir dan bukan hanya segolongan daripadanya. Atau malah hanya menjadi spam ‘tak berguna’ yang memenuhi inbox kita, seperti kisah di atas? Semoga tidak.

Test Pribadimu..

Pengen tau, termasuk orang yang bagaimanakah diri ini? Coba ikuti dan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Tapi inget, harus jujur key,,,,

Seperti terlihat, ada keterangan di bawah ini. Jawab dari tiap-tiap karakter sesuai dengan kebiasaan kamu, apakah sering dilakukan, atau kadang saja, atau malah tidak sama sekali melakukannya. Itulah yang kamu masukan ke dalam nilai di tiap-tiap karakater tersebut.

Contohnya, misalkan pada sub Sanguin, Bicara dan berlaku spontan, bila kamu sering melakukannya, maka masukan nilai 2 pada pertanyaan tersebut dan begitu seterusnya. Setelah selesai satu sub, makah hitunglah total nilai yang ada dan kalikan 10, sesuai yang tertera di bawah tiap-tiap sub.

Yuks, segitu aja ... silahkan dicoba dan met mengenal diri kamu ;)

⊙Kterangan:
[2]. Sering
[1]. Kadang2
[0]. Tdk sma skali


⊙SANGUIN,
[―]. Bicara & brlaku spontan
[―]. Mdh ceria mdh ngambeg
[―]. Mudah memaafkan
[―]. Ska sesuatu yg baru
[―]. Bawel
[―]. Suka melebih2kn cerita
[―]. Boros duit
[―]. Pinter boong
[―]. Pelupa
[―]. Mudah prcya orang
a x 10 = … % sanguinis

⊙MELANKOLIS,
[―]. Teliti pd hal kecil
[―]. Pandai mngatur uang
[―]. Suka kerapihan
[―]. Peka trhadap prasaan org
[―]. Suka hal rutin
[―]. Pelit
[―]. Perfeksionis
[―]. Suka menyendiri
[―]. Cepat depresi
[―]. Pendendam
a x 10 = … % melankolis

⊙KOLERIS,
[――]. Pemikir cepat
[――]. Suka bekerja keras
[―]. Ceplas―ceplos
[――]. Mandiri
[―]. Pintar membujuk orang
[―]. Keras kepala
[―]. Suka memimpin
[―]. Tidak sabaran
[―]. Tidak mudah puas
[―]. Tidak mau ngaku kalah
a x 10 = … % koleris

⊙PHLEGMATIS
[―]. Murah senyum
[―]. Konsisten
[―]. Tidak mudah marah
[―]. Mencukupkan diri
[―]. Sabar
[―]. Malas
[―]. Cuek
[―]. Pemalu
[―]. Pasrah
[―]. Tidak suka konflik
a x 10 = … % phlegmatis

Uang dalam Perspektif Ekonomi Barat dan Islam

download makalah lengkap: klik di sini
mirror: atau di sini

Sekilas Sejarah Uang
Sebagaimana telah disinggung dalam bab sebelumnya tentang sejarah uang, kita tahu bahwasanya pada mulanya uang muncul sebagai sebuah solusi. Ia menjawab pertanyaan sulitnya bertransaksi lewat barter yang sebelumnya sudah ada.

Seiring berkembangnya ilmu dan metode transaksi, uang juga mengalami perkembangan. Dari sisi ini, dapat kita katakan bahwa perkembangan uang dalam dunia konvensional lebih maju dibandingkan dengan uang dalam ekonomi Islam. Mengingat, sikap yang berbeda antara ekonomi Islam dan konvensional terhadap uang. Meskipun, pada awalnya dunia Islam sudah mengenal uang jauh sebelum Adam Smith menuliskan buku “The Wealth of Nation” tahun 1766.


Dalam sejarahnya, disebutkan bahwa dulunya uang yang digunakan oleh orang Arab adalah Dinar dan Dirham. Menurut Abdul Qadim Zallum, mata uang ini diperoleh dari hasil perdagangan yang mereka lakukan di negara-negara sekitarnya. Baik itu dari Romawi, Persia, dan Yaman. Dirham yang digunakan orang Arab saat itu tidak didasarkan pada nilai nominalnya, melainkan menurut beratnya, sebab Dinar dan Dirham tersebut hanya dianggap sebagai kepingan emas dan peraknya saja. Dinar dan Dirham tidak dianggap sebagai mata uang yang dicetak mengingat bentuk dan timbangan Dirham yang tidak sama dan karena kemungkinan terjadinya penyusutan berat akibat peredarannya. Untuk mencegah terjadinya penipuan atas perilaku transaksi, maka mereka menggunakan standar timbangan khusus yang telah mereka miliki, yaitu: 1. Auqiyah, 2. Nasy 3. Nuwah 4. Mitsqal 5. Dirham 6. Daniq 7. Qirath 8. Habbah


Konsep dan Fungsi Utama Uang
Ada perbedaan mendasar antara kedua sistem ekonomi ini. Menurut sistem ekonomi kapitalis, uang selain sebagai alat tukar ia juga adalah komoditas yang bisa diperdagangkan, sementara ekonomi Islam tidak mengakui fungsi yang satu ini.

Sistem kapitalis mengenal adanya tiga fungsi uang;
1. Medium of Exchange
2. Unit of Account
3. Store of Value

Sedangkan dalam ekonomi Islam, hanya dikenal adanya 2 fungsi :
1. Medium of Exchange (for transaction)
2. Unit of Account

Dalam Islam, fungsi pertama ini jelas bahwa uang hanya berfungsi sebagai medium of exchange. Uang menjadi media untuk merubah barang dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, sehingga ...

Persamaan fungsi uang dalam sistem Ekonomi Islam dan Konvensional, sebagaimana kita lihat di atas adalah uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account). Perbedaannya adalah ekonomi konvensional menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi motif money demand for speculation, yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan.

Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas karena....

Rumus time value of money :
FV=PV(1+i)n
Sebenarnya mengambil/mengadopsi dari teori pertumbuhan populasi, dan tidak ada dalam ilmu finance.
Rumus pertumbuhan populasi adalah sebagai berikut :
Pt=Po(1+g)t J

Jadi future value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-t, present value dari uang dianalogikan dengan jumlah populasi tahun ke-0, sedangkan tingkat suku bunga dianalogikan dengan tingkat pertumbuhan populasi. Ini merupakan kekeliruan fatal, sebab ....
Bentuk dan jenis Uang
Uang yang beredar di dalam masyarakat dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu uang kartal dan uang giral.

Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari dua, yakni uang logam dan uang kertas....
Jenis uang kartal berdasarkan bahan pembuatnya, uang logam dan uang kertas.
A. Uang logam

Uang logam memiliki tiga macam nilai.
1. Nilai Intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang. Misalnya berapa nilai emas dan perak yang

2. Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).

3. Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

B. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Berbeda dengan uang logam, uang kertas mempunyai nilai karena....

Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia,
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
* Penyetoran uang tunai kepada bank ....
* Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara...
* Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.

Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

Dalam ekonomi juga dikenal pembagian jenis uang yang lain, yakni ada dua:
1. Uang berupa komoditas (nuqud sil’iyyah / commodity money)
Nilai dari barang itu sama dengan nilainya sebagai uang, seperti ...

2. Uang berupa kepercayaan (nuqud i’timaniyyah / fiduciary money)
Bentuknya seperti uang yang beredar sekarang, di mana nilai nominalnya jauh lebih tinggi ...

Dampak Perubahan Fungsi Uang
Mengenai kebijakan sistem moneter, Islam sesungguhnya telah mempunyai instrumen tersendiri, diantaranya konsep bebas dari bunga (free interest economy). Adanya bunga dilarang oleh Islam karena instrumen bunga menimbulkan ...

Wallahu a’lamu bishshowab.

Jumat, Maret 06, 2009

Rindu tak terjawab

Malam ini aku merenung sendiri. Seperti malam-malam sebelumnya...
Tapi kali ini berbeda, entah apa yang menggelayut di hatiku, aku pun tak tahu
Aku hanya merasa itu adalah sebuah kerinduan,..
Tentang apa, pada siapa dan bagaimana, aku juga sedang sibuk mengejanya..

Ingatanku terbawa ke sebuah surau, tentang lantunan sebuah ayat
"Inna al-insana khuliqa haluuan, idza massahu asy-syarru jazu'an wa idza massahu al-khairu manuan.."
Tak terasa, air mataku meleleh...
Apakah aku rindu untuk menangis?

Siang tadi, lidahku pun serasa kelu
Bacaan ayat-ayat suciku tak seperti biasa
Ada yang salah dengan ingatanku?
Pikiranku selalu terbang.. mengembara tak tentu arah
Dan aku pun tercenung,
Mengetuk kekeluan hatiku akan ayat-ayat Mu


Peng-ejaanku tercekat pada sebuah majalah bulanan kampusku, al-Azhar
Saat sebuah malam, aku membelinya dari toko kelontong pinggir jalan Bawwabah II
Saat aku terduduk lesu di depan monitor kerja IKPM
Mataku yang basah karena membaca selarik cerita Nabiku, Muhammad saw
Tentang sebuah doa yang tak hentinya beliau panjatkan untuk umatnya

Ada juga cerita tentang sebuah kekesalan
saat sebuah hati yang pergi dan tak kunjung kembali
Berkelana entah ke mana,
Saat bertumpuk data bersahut-sahutan meminta dituliskan
Huff, wanita..

Sementara Qur'an hitamku terbujur kaku
Ayat "dzalika al-kitabu..." seakan menarik lidahku untuk segera dibaca
Sedang ayat "wa an laisa lil insani..." mengeluhkanku untuk dikerjakan
"Inna sholati wa nusuki..." ayat lain yang meratapi penjagaan hatiku
Sedang aku masih tercekat dalam bacaan "Thoha,.." dan tak mampu kuteruskan

Lantas ku bersimpuh, mataku sayu menatap langit yang kelu
Masih adakah celah untukku?
Bisik tangisan hatiku

Madrasah, 22:41 CLT



Selasa, Maret 03, 2009

Seragam Sekolah Buat Bejo

Malam itu anak-anak pengajian Amalia sedang mengaji. Bejo datang ke rumah. Bejo mengabarkan bahwa dirinya sekarang telah bekerja disalah satu Bank Nasional di Jakarta. Saya turut berbahagia mendengar kabar gembira itu. Bejo adalah salah satu santri di pengajian. Sejak tamat SMA Bejo langsung bekerja dan kuliah pada malam hari. Ditengah kesibukannya pada saat hari-hari libur Bejo suka datang ke pengajian bahkan suka membantu mengajar anak-anak.

Sekian tahun yang lalu Bejo adalah seorang anak kecil kelas 5 SD yang menangis dijalan. Sejak ayahnya meninggal Bejo tidak lagi mau sekolah, katanya malu dengan teman-temannya karena baju seragamnya sudah jelek, sampai pada satu malam saya membawakan baju seragam sekolah buatnya. Matanya berbinar-binar dan Bejo berjanji untuk sekolah lagi. Pada malam itulah Bejo berjanji untuk tidak menangis lagi. Bahkan baju seragam SD itu hingga kini masih tersimpan dengan baik. Emaknya Bejo pernah mengatakan pada saya bahwa baju seragam itu sengaja disimpan sebagai kenangan indah.


“Kak Agus, baju seragam itulah yang menyelamatkan saya dari ejekan teman-teman. Dan karena baju seragam itulah teman-teman mau maen bersama saya lagi.” Kata Bejo malam itu. Nampak mata Bejo memerah. Berkali-kali mengucapkan terima kasih.

Peristiwa kecil hanya baju seragam yang dialami oleh Bejo bisa mempengaruhi konsep dirinya tentang masa depan yang kelak menjadikan mereka sebagai orang-orang yang besar. Orang-orang yang besar adalah orang-orang yang selalu membawa kebaikan bagi orang banyak. Sebagaimana sabda Baginda Nabi Muhamad, Khairunnas anfa’uhum linnas (Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain).

Wassalam,

agussyafii

---
Tulisan ini dibuat dalam rangka program kegiatan "Amalia Cinta Rasul" (ACR), Hari Kamis, tanggal 26 Maret 2009 di Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, Sud-Tim, Ciledug. TNG. silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di 087 8777 12 431 atau http://agussyafii.blogspot.com