Rabu, Desember 03, 2008

"Met Ultah, ya..."

Tulisan ini aku dedikasikan buat beberapa temen yang udah ngasih aku ucapan. Sekedar tanda terima kasihku untukmu,...

Dari sisi kronologis, yang pertama ngucapin adalah temenku Ra (nama samaran FS), aslinya jambul (di Rouva) atawa Nablur, kalo biasa ana panggil. Sebelumnya, kita gak pernah kenal, coz di Gontor dulu, kita berbeda aliran. Dia aktif di Pramuka, yang notabene orang lapangan, sementara aku aktif di FP2WS, yang notabene orang ilmiah. Dua hal yang gak pernah bisa ketemu saat di Gontor dulu. Tapi kemudian, aku ama dia ketemu di sebuah Pondok di Pekalongan. Akhirnya, meski jalur yang ditempuh berbeda, tapi jiwa dan latar belakang pemikiran Gontory yang sama, membuat kami jadi akrab. Si Jambul alias Nablur ini, ngirim testi di FS tanggal 30 September. Pake gambar animasi, “Have a Cake..”

Nomor urut dua adalah mbak Ida. Kakakku yang sekarang udah menikah dan bekerja di Sampoerna Agro. Alumni UGM pertanian yang sekarang tinggal di Malang ini, adalah tipikal kakak yang sangat sayang ama adeknya ini.. he..he..he.., maka jangan heran, kalo aku lagi ketemu ama beliau, suka keluar manjanya... wkwkwkkwkw. Mbak Ida bilang pas tanggal 2 Desember malam, lewat chating, “Met Ulang Tahun ya, Dek..”

Sebelum malam beranjak larut, dan aku berbaring di tempat tidur. Seorang temen dari kelas samping yang juga masih Ketua Nozha, juga bilang lewat chating, “Met ulang tahun ya, Sul...”



Urutan kemudian adalah Rintany ‘yink’. Temen kenalan yang saat ini berada di Indonesia. Alumni PP al-Mawaddah ini, sekarang bergulat dengan jurusan HI di universitas al-Azhar juga, tapi di Jakarta.. he..he.. Bercita-cita jadi seorang diplomat, semoga terkabul angan dan cita sesuai dengan ridha-Nya. Yink bilang, dalam sebuah sms tanggal 2 Desember pukul 23:55, “(sementara disensor, lum dapet ijin dari yang krim..) Happy B’day Tad..”

Selanjutnya dari temen di Kairo, konsulaty si Cekur, alias Kurniawati. Spesialis dekor acara IKPM ini ngambil jurusan Bahasa Arab, sebuah jurusan yang konon ‘menakutkan’. Toh, ia masih mampu membuktikan kalo dia mampu. Terus berjuang ya, Sul..!! Wanita yang sehari-hari tinggal di kawasan Gami’ ini, kirim pesan singkat tanggal 2 Desember jam 23:56, “... Happy birrthday wat pimred ckrwala 2008... yg ke?..”

Dan pagi hari, setelah matahari agak menyembul dari balik ‘Imaroh (gedung apartemen), ada sebuah sms lagi masuk, dari Putri. Bunyi sms masuk dari hapeku, sejenak berhentikan aku dari ‘deres’anku. DJ Qommunity Radio yang juga masih tetangga flat-ku ini bilang, “many return of the day, met ultah y, moga asa, hrapan n cita yg terpatri tercapai,,mg doa n hrpan ortumu sllu mnyertaimu amin,,,”

30 menit kemudian, aku buka ym. Dan beberapa pesan ofline masuk, salah satunya dari Anggi Kusuma. Alumni Mantingan yang kini masih mengabdi sebagai DCC di Mantingan 1 ini, adalah temen kenal dari FS. Gadis asal Jawa Barat yang ingin nyantri juga di Azhar Kairo ini bilang, “anggi kusuma (03/12/2008 04:25:32 ص): yapp..wah antm ulang tahun ya..smoga panjang umur..”

Eh, mbakku kirim ofline juga, “Selamat ulang tahun adek..”

SMS terakhir masuk hari ini, dari Fiker, teman se-flat Cekur. Duet maut warga Gami’ ini selalu kompak bersama. Termasuk jurusan keduanya, yang sama-sama Fakultas Bahasa Arab. Setelah kejadian ‘pembantaian’ di acara ultahnya pertengahan September lalu, Fiker selalu semangat buat ‘ngebantai’ di ultah orang lain juga, peace... Dara Makasar ini nulis di smsnya jam 15:54, “Lewat lagu q suarakan nada, Lewat puisi terungkap rasa, Lwat swara jiwa bicara, Lwt sms ini jg q ucapkan Met Ultah... mAY Allah bless Us, . Maaf ni tlat, he8x.”

Ucapan terakhir sebelum tulisan ini dimuat, datang dari Alya. Salah seorang putri dari Ustadzku di Gontor dulu. Kalau boleh komentar, ia juga seorang wanita tangguh, tak kenal lelah. Tipe wanita yang gak cuma hobi menjelajah, tapi juga menggali ilmu sampai ke Tahrir (kawasan Metropolitan Kairo). Sekretaris penggantiku di majalah La Tansa ini berucap, “Happy b’day Ni’am..”

Tapi kok, yang kasih ucapan kebanyakan cewek ya?? Ups, jangan salah.. aku ngerti karena biasanya cowok suka jaim kalo masalah ginian. Karena buat kita, ngucapin ultah itu gak penting-penting banget... yang penting tindakan, alias tasyakuran!! He..he.. tul, gak para lelaki?? Tapi ma’alis lah.. aku lagi bokek, lagian tasyakuran juga gak penting di sini.. abis sama-sama mahasiswa, pasti ngerti lah, gimana susahnya... he..he..he.., peace.

Terakhir, intinya aku ngucapin thanks dah.. buat semua yang udah ngucapin selamat ke aku. Yang udah ngedoain, semoga Allah juga ngebales doanya dengan dikabulkan juga untuknya dengan yang lebih baik. Amin99x. Moga sama-sama kita diberi umur yang berkah, rizki yang lancar, dan jodoh yang qurratu a’yun (wuih... doa khas umur 20 ke atas, he..).

3 Desember...

Lahir merupakan salah satu ketentuan Allah yang siapapun tak bisa memilih tentang di mana, kapan, dan bagaimana ia dilahirkan. Maka ketika aku kemudian dilahirkan oleh seorang ibu asal Brebes, di sebuah rumah bidan di pinggir jalan kota Semarang, dan pada tanggal 3 Desember, maka aku hanya ingin sekedar menguak sebuah catatan dari tanggal ini. Tanggal spesial dalam hidupku.

Dari catatan sejarah di wikipedia, kutemukan beberapa fakta menarik tentang tanggal ini. Silahkan dilihat:
3 Desember adalah hari ke-337 (atau ke-338 dalam tahun kabisat) pada kalender Gregorian dengan 28 hari menjelang akhir tahun.



Peristiwa
* 1967 - Tim dokter yang dipimpin oleh Christiaan Barnard di Cape Town, Afrika Selatan berhasil melakukan operasi transplantasi jantung manusia yang pertama di dunia.
* 1984 - Tragedi Bhopal: Terlepaskannya gas metil isosianat dari sebuah pabrik pestisida di Bhopal, India menewaskan sedikitnya 18.000 korban jiwa.
* 1989 - George H. W. Bush dan Mikhail Gorbachev bertemu di Malta dan secara bersama mengatakan bahwa Perang Dingin bisa selesai dalam masa dekat tetapi belum tentu selesai. Di koran-koran di Amerika Serikat dan Uni Soviet, kata-kata kedua pemimpin dunia ini dibesar-besarkan seolah-olah Perang Dingin sudah selesai.
* 1994 - PlayStation diluncurkan untuk pertama kalinya di Jepang.

Kelahiran
* 1857 - Joseph Conrad, seorang penulis Inggris yang berasal dari Polandia
* 1918 - A.H. Nasution, jenderal Indonesia (w. 2000)
* 1925 - Kim Dae-Jung, mantan Presiden Korea Selatan

Selain tanggal ini, juga ada seseorang, entah siapa.. yang mencoba mengurai arti dari sebuah bulan kapan aku lahir, Desember.

DESEMBER

- Sangat setia dan pemurah.
- Bersifat patriotik.
- Sangat aktif dalam permainan dan pergaulan.
- Sikap kurang sabar dan tergesa-gesa.
- Bercita-cita tinggi.
- Suka menjadi orang yang berpengaruh dalam organisasi.
- Senang apabila didampingi.
- Suka bergaul dengan orang.
- Suka dipuji, diberi perhatian dan suka dibelai.
- Sangat jujur.
- Tidak pandai berpura-pura.
- Cepat marah.
- Perangai yang berubah-ubah.
- Tidak ego walaupun harga diri yang sangat tinggi.
- Benci apabila dikekang.
- Suka bergurau.
- Pandai membuat lelucon dan berfikir dengan logika.

Selanjutnya, apapun itu tak selalu harus tepat dan sesuai denganku. Tak juga mesti, bila aku jadi Jendral, karena pada tanggal ini, Jendral Nasution juga dilahirkan. Ataupun tak semua dari apa yang mereka tulis tentang karakter bulan di atas sepenuhnya benar. Karena, siapa dan apa aku ini, yang jelas aku masih seperti ini, dengan sedikit kelebihan dan banyak kurangnya. Maka, jangan bosan-bosan maafin aku, ya...

Tapi, sekedar cerita, dari catatan bulan di atas kok kayaknya sesuai ya, dengan karakterku (menurutku lo, ya...). Gimana temen-temen, ada yang mo nambahin ato ada yang mo nyangkal? Silahkan dikomentari...

Sebuah Kado untuk Wanita

Hari ini, 3 Desember, adalah saat aku berulang tahun. Di saat beberapa orang memberi aku ucapan selamat, ijinkan aku juga ikut sekedar berbagi. Salah satunya adalah dengan posting tulisan ini. Untukmu wanita, karena mungkin aku tak yakin bisa merangkai kata lebih jujur daripada tulisan ini. Maka kubiarkan saja, wanita berbicara sendiri tentang siapa mereka...

Dari wanita, untuk wanita. Ditulis oleh elsandra@yahoo.com, kuambil dari blog Friendster dek Fath, ‘maaf dek, lum ijin... sekalian di sini aja ya, ijinnya... he..he..he..’



Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, di samping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya.

Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya.

Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya. Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya.

Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang tak berguna.

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau real dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak memiliki nilai guna?

Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dungu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karena ketidakmampuan kita mendidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya.

Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia bisa seganas srigala.
(elsandra/yelsandra@yahoo.com)

Selasa, Desember 02, 2008

Asal dari Cinta

ditulis oleh: Indri, dari web: yauhui.net

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.” Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.



Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong. Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu.

Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.” Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.” Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”

Saya hanya bisa berucap “terimakasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. “Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu:”PENERIMAAN TANPA SYARAT.”

—————————————————————————-

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

good day all

:x

sumber : fupei - Indri
www.yauhui.net

Berita Silatnas

Ups.. ternyata, di seberang sana para keluarga besar kita lagi pada tajamu' tau... seperti biasa, beberapa alumni tingkat tinggi hadir. Sebut saja pak Din dkk. Lebih lengkapnya, baca sekilas berita dari blog tetangga ini: suyuk.blogspot.com

29.11.08
Live update from Silatnas Gontor

0830 : Nyampe lokasi acara di Cendrawasih Room JCC. Rencananya datang
lebih awal buat bantu2. Tapi apa yang dibantu lagi. Panitianya
seabrek. Semuanya pake baju batik keren. Hohoho.. Lihat ada bus
berisi ustadz-ustadz Senior langsung dari Gontor. Buset. Pasukannya
lengkap nih. Plus puluhan santri senior 62008. Putra dan Putri. Wah
gak nyangka acaranya bakal semeriah ini. Di luar ruangan, ada
beberapa stand yang menampilkan produk-produknya: beberapa produk
wirausaha, beberapa bank syariah, lembaga ZIS, perguruan tinggi
ekonomi Islam dan karya2 seni. Plus tak ketinggalan di pojok ruangan
diadakan Arabic Speech Contest dan (English) Telling Story untuk
tingkat SMP/SMA/Pesantren untuk sebagai sub-acara. Di langit2
ruangan, spanduk-spanduk begitu banyak.

0900 : Sesuai jadwal acara dimulai. Peserta diminta masuk. Tapi acara
kayak gini seakan-akan sekali seumur hidup. Semuanya pada reunian
dengan teman-teman se-angkatannya.

0920 : Akhirnya acara dimulai. Tapi tetep aja. Tidak ada yang mo
duduk diam di tempat. Celingak celinguk nyari teman-temannya. Keadaan
jadi "terkendali" ketika pembacaan ayat-ayat suci al-Qur'an. Otomatis
semuanya duduk diam. Seakan sudah terprogram di chip kepala masing-
masing. Tradisi..



Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & lagu (kebangsaan
Gontorians:) Hymne Oh Pondokku. Indonesia Rayanya kurang khidmat
karena gegap gempita. Soalnya ini acara reunian yg penuh haru. Hymne
Oh Pondokku syahdu banget, seperti menyanyi dengan lirih. Beberapa
hadirin sampe nangis.

Berikutnya beberapa sambutan. Kyai Syukri ngasih sambutan ringkas,
padat. Artikulasi & retorikanya keren. Khas dia. Pengajar Mantiq/Ilmu
Logika gw tuh. Hohoho.. sayangnya, isinya masih indoktrinasi di satu
sisi, dan tasji'/support di sisi lain.


Mendikbud, Bambang Sudibyo ngasih sambutan.

Pelantikan pengurus IKPM Cab. DKI Jakarta

1030 : Kyai Syukri, Dien Syamsuddin, Habib Khirzin tampil bersama
dalam format diskusi panel. Saya gak terlalu mengikuti pembicaraan
mereka. Tapi intinya tentang peranan alumni di masyarakat. Saya sibuk
dengan kamera Canon ZLSR punya Himawan. Keluar masuk ruangan. Rupanya
yang ngobrol sambil berdiri di luar ruangan hampir sama banyaknya
dengan yang di dalam. Ya, kapan lagi bisa ngumpul2 selengkap ini.

1220 : Istirahat

SALUT BUAT PANITIA serta dukungan Pesantren Darunnajah serta paduan
suaranya, Akhi Dedy dkk. Putra mahkota Daarunnajah ini emang keren &
down to earth. Sip !

sebagai tambahan, ada juga nih.. link beritanya:
thanks buat ust. abufaiz64

1. http://www.presiden sby.info/ index.php/ pidato/2005/ 01/07/275. html
2. http://www.antara. co.id/arc/ 2008/11/28/ keluarga- besar-gontor- gelar-silaturahm i-nasional/
3. http://www.antara. co.id/arc/ 2008/11/29/ ponpes-gontor- bersikap- netral-pada- pemilu-2009/
4. http://mediaindones ia.com/index. php?ar_id= NDc0NDM=
5. http://www.tribun- timur.com/ view.php? id=111025
6. http://news. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2008/11/29/ 1/168994/ reuni-alumni- gontor-dihadiri- tokoh-nasional
7. http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/28/ 235145/1044993/ 10/sby-dan- tokoh-nasional- akan-hadiri- silatnas- ponpes-modern- gontor
8. http://www.myrmnews .com/situsberita /index.php? pilih=lihat_ edisi_website&id=68386
9. http://foto. detik.com/ read/2008/ 11/29/155557/ 1045176/157/ temu-alumni- gontor
10. http://www.surabaya post.co.id/ ?mnu=berita&act=view&id=23755432da68528f 115c9633c0d7834f&PHPSESSID=5335aa70e c13840852a14a729 c2a8c09