Sabtu, Oktober 18, 2008

Diabetesi Boleh Makan Enak Kok!

Jumat, 17 Oktober 2008 | 15:24 WIB

MENGIDAP penyakit diabetes mellitus bukanlah berarti kiamat dalam kehidupan Anda. Meskipun tidak dapat sembuh, penderita diabetes (diabetesi ) sebenarnya tetap dapat menikmati hidup secara normal termasuk mengonsumsi berbagai jenis makanan, kendati harus disesuaikan kebutuhan kalori.

Menurut Prof. Slamet Suryono MD, Ketua Pusat Penelitian Diabetes dan Lemak RSCM/FKUI, dahulu sempat berkembang mitos bahwa hidup dengan penyakit diabetes merupakan suatu penderitaan yang menyiksa.

Penderita biasanya harus menjalani diet ketat dengan pantangan makanan manis. Gula dan bumbu pada makanan juga dihindari, sehingga kerap kali menu untuk diabetesi sering berbeda. Mitos-mitos tersebut, kata Prof Slamet, tidaklah berlaku karena penderita diabetes sebenarnya dapat mengonsumsi makanan apapun, kendati porsinya harus tetap diperhatikan.

"Dulu, ada mitos diabetesi tak boleh makan enak. Harus makan kentang, tak boleh menyentuh gula, makan terpisah dari keluarga. Tidak demikian lagi sekarang, semua dibolehkan tetapi dengan takaran tertentu," ungkap Prof. Slamet.



Pada prinsipnya, lanjut mantan Presiden Federasi Perkumpulan Endokrinologi ASEAN ini, pengidap diabetes dapat hidup normal asalkan mau menjalani empat modalitas utama yang tak dapat dipisahkan. Empat modalitas tersebut adalah mengikuti penyuluhan agar paham dan mandiri mengatasi diabetes, mengatur pola makan, melakukan olahraga teratur dan terapi obat-obatan.

Seorang diabetesi, ujar Prof Slamet, bahkan sebenarnya tidak memerlukan obat-obatan bila ia mampu disiplin memantau kadar gula darahnya dan mengontrol melalui pengaturan makan dan olahraga teratur.

"Obat-obatan itu adalah modalitas yang terakhir. Baru diperlukan bila gagal dengan pengaturan makan dan olahraga. Yang harus diingat pula, obat-obatan tidak untuk menggantikan pengaturan makanan dan olahraga teratur," ujar Prof Slamet.

Ia meyakinkan, bila dilakukan secara disiplin, benar dan teratur, upaya diet dan olahraga saja sebenarnya sudah mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada penderita diabetes.

"Pokoknya bila diet dan olahraga dilakukan secara ketat dan baik, gula darah pasien akan menurun dalam dua minggu. Dalam dua pekan sudah kelihatan, lebih lama lagi lebih baik. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi," tegasnya.

Dengan terapi obat, gula darah penderita memang dapat diturunkan lebih cepat ketimbang pengaturan makan dan olahraga. Tetapi yang biasanya kemudian terjadi adalah mereka menjadi ketergantungan terhadap obat.

"Memang kalo ingin cepat ya dengan obat, tetapi berarti itu melompat ke modalitas keempat, sedangkan nomor satu dua dan tiganya dilupakan. Yang akan terjadi adalah pasien menjadi dependent terhadap obat. Ini tentu kurang baik," paparnya.

Supaya pengaturan makan dan upaya olahraga menjadi efektif, Prof Slamet memiliki tip-tip yang dapat dilakukan para diabetesi. Berikut adalah tip-tipnya :

- Jaga nafsu makan
- Usahakan porsi tersebar dalam sehari supaya kadar gula darah tidak terlalu berfluktuasi
- Bagilah porsi makanan menjadi 3 porsi besar dan 3 porsi kecil.
- Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
- Teratur dalam jumlah, jenis dan jadwal
- Lebih banyak menu buah-buahan dan sayuran
- Gerak badan atau olahraga secara teratur minimal selama 30 menit 3 atau 4 kali seminggu.
- Pilih olaharga yang sesuai. Jalan kaki atau berenang relatif lebih baik.

AC

Kapan Memutuskan Menikah?

Jumat, 17 Oktober 2008 | 05:38 WIB

PERKAWINAN merupakan komitmen antara dua orang yang tidak boleh disalahgunakan. Pastikan Anda menikah untuk alasan yang tepat, bukan untuk alasan yang salah.

Rasanya tak ada salahnya Anda mengajukan tiga pertanyaan berikut pada diri sendiri sebelum memutuskan naik pelaminan.

1. Apakah Anda berdua saling cocok?
Di dalam sebuah perkawinan, definisi kecocokan agak sedikit berbeda dan artinya lebih dari hanya memiliki kesamaan hobi, gemar makanan yang sama, film dan musik yang sama, dan seterusnya. Cocok di dalam sebuah perkawinan adalah memiliki kemampuan beradaptasi untuk berubah.

Penting diingat, manusia secara tetap berubah dari hari ke hari dan akan terus demikian di dalam perkawinan. Pekerjaan, anak-anak, mertua, merupakan beberapa perubahan yang berlangsung di dalam perkawinan. Kuncinya adalah memiliki pandangan yang sama dan tahu bagaimana mengatasi hubungan Anda berdua bila memiliki pandangan yang berbeda.



2. Apakah Anda berdua saling percaya?
Perkawinan tanpa rasa saling percaya bisa ditebak merupakan perkawinan yang akan berakhir dengan perceraian. Memiliki kepercayaan dari pasangan, merupakan suatu keharusan di dalam suatu hubungan. Bila ada keragu-raguan antara satu dan lainnya, berarti tidak ada rasa percaya. Suatu hubungan tumbuh dari rasa saling percaya dan tidak dapat bertahan tanpa rasa saling percaya.

3. Adakah komunikasi?
Tidak adanya komunikasi dapat menghancurkan suatu hubungan. Komunikasi sangat penting di dalam suatu perkawinan. Orang yang menikah perlu berkomunikasi setiap saat. Berbicara hanya pada saat genting atau tidak berbicara sama sekali, hanya menyakiti hubungan tadi. Tidak adanya komunikasi juga membawa pernikahan kepada perceraian.

Pasangan yang bercerai pada umumnya mengeluh, pasangannya tidak pernah mendengar apa yang mereka katakan atau menghindari percakapan dengan mereka. Komunikasi penting di dalam suatu hubungan. Bila tidak pernah berkomunikasi, bagaimana Anda tahu bahwa Anda saling cocok dan saling percaya satu sama lain?

Nah, bila Anda dan pasangan dapat menjawab ketiga pertanyaan di atas secara jujur dan saling memberikan jawaban yang memuaskan satu sama lain, mungkin perkawinan merupakan ide yang baik bagi Anda berdua. Namun, bila salah satu faktor di atas tidak ada, menikah merupakan ide yang kurang tepat. Perkawinan antara dua orang manusia harus berlangsung hanya bila memiliki ketiga faktor di atas.

Sumber: Dok. NOVA dan www.kompas.com




Minggu, September 21, 2008

About Me

Ok dear all my friend. In this page I will introduce myself, who is and what is neilhoja alike? Is he human, beast or a tree? Hehehe.. Of course I'm a human, born as a guy in Semarang, and grew in Pekalongan, both cities are in Central Java, Indonesia. And now, Im studying at Al-Azhar University Cairo, in Faculty of Islamic Theology. And now I'm on Tafsir Discipline. Oyea.. and my real name is Nailunni'am. You can touch me closer whether in facebook or twitter. :)

I'm really like in writing, that's why I build my blog. Rather using my emotion, I prefer too look anything using my mind. Analyze it, critize and more, give my opinion. My typical is an independent person, do not like to be stricted! My thought is simple, but deep. That's why I like reflection writing. But I also like game, challenge, etc. That's why I really like transporter, jason bourne, and sniper! Stay cool, but reach the goal..

My interest is in: islamic studies (jurisprudence, tafsir, theology, and sufis), philosophy, economic, computer, game, handphone, also football! Heu heu..

Furthermore, if you wanna contact me and discuss anything about my blog, such a business, or talk about sensitive matter about what I wrote here, you can reach me in email: neilhoja@gmail.com

And so, I'm really sorry for my Foreign visitor, that found my blog is written in Indonesian, not in English. Because of here is where I share my opinion, experiences, and actually share my personal to my friends in my country, I should write these in our language. Also this is my choice to keep contact with them. But if you are interested to read my blog, you can select the flags in sidebar above to translate. Happy reading.. ^^ and thanks for your visits.

At last, how do I alike? hehehe... take a time to look at my photo ^^

neilhoja photo di rosul barr

Selasa, September 16, 2008

Ramadhan Mengaku

Di penghujung akhir rakaat shalat kami... setelah hati dan diri ini penuh luka karena dunia, mencoba meniti kembali jalan menuju ridha-Nya. Pemberhentian pertama, taubatku;

Aku berdiri di tengah keramaian
Tapi aku mematung dalam kesendirian
Kepalaku tertunduk lesu
Menangisi waktu yang telah lalu

Saat itu, kutemukan satu cawan merah jambu
Hatiku berdesir, terpesona keindahannya
Namun tiba-tiba sebuah suara berbisik
“Jangan, jangan kau isi sekarang cawan itu...”
Aku abai, dan kuisi cawan itu dengan tulus harapanku




Hari itu, aku membusung dada
Berselancar dalam ombak tinggi hirearki kekuasaan
Tapi lalu aku kian kehausan,
saat ku minum dari telaga kebanggaan
Sedang sajadahku, tergolek dalam keterasingan

Kini, air tulus cawan itu keruh dengan debu dan kotoran
Sedang papan seluncurku rapuh, dihantam karang

Di penghujung Syaban, kulihat selarik siluet Ramadhan
Dengan hati yang kering oleh cawan, dan kaki yang tergores karang
Ku tengadahkan tangan,
lalu di balik kelopak mata ku tatap Ramadhan
“Allahuma irham dha’fana,
Allahumma irham dha’fana...”


hoja elfaqir
Terinspirasi dari sebuah doa di masjid “Kedamaian”


Jumat, September 12, 2008

DP KSW dan Griya Kunjungi Pak Johar

Dewan Pengurus Kelompok Studi Walisongo dan Pengurus Griya bertandang ke rumah Pak Johar, kepala sekolah SIC, Kamis (4/9) kemarin. Ikut dalam rombongan tersebut, ketua KSW Saeful Amar, Mbah Yatno, sekretaris KSW Munir, Anwar, Eko, Agus Salim, Kodir (direktur Griya) Nasrul dan (bendahara Griya) Wildan, Nasrul, Qodir, Fadlan, Muh. Nur, Hartono, Nadzir, dkk. Turut juga dalam rombongan semua departemen keputrian, tambah Kiki, Vela, Wiwik, dan Ebah.



Rombongan itu sendiri berangkat dari markas KSW, sekitar jam setengah lima sore. Meski berangkat menggunakan tramco ‘ngetengan’ tetap tidak menyurutkan semangat para punggawa-punggawa Jawa Tengah ini. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan akrab. “Selain bertajuk silaturrahmi, acara ini juga kami manfaatkan untuk penyerahan penghargaan buat beliau selaku penasehat KSW.” terang Mas Hidayat, ketua II KSW. Acara dilanjutkan dengan buka bersama di kediaman beliau.

Esok harinya, Jum’at (5/9) giliran Pak Heri Widiyanto yang dikunjungi. Acara yang diadakan di kediaman Pak Wid, panggilan akrab beliau, juga bertema silaturrahmi. Namun, kali ini Pak Wid sendiri yang mengundang jajaran pengurus. Tidak jauh berbeda dengan acara kemarin di rumah Pak Johar, di rumah Pak Wid juga ada buka bersama. Yang berbeda, sebelum buka bersama diadakan pembacaan Yasin buat kakek dan nenek beliau.(neilhoja/ksw)