
Seberapa sering kita lewat sebuah jalan, tapi hanya sedikit yang bisa kita tangkap? Baik lewat mata, pendengaran, atau bahkan hati?
Manusia-manusia di abad ini memang benar-benar dipaksa untuk berpacu dengan waktu. Tanpa sadar, atau sadar tapi tak bisa berbuat apapun untuk melawan .. kita sudah terjebak dalam dunia kapitalis. Salah satu cirinya adalah individualistik.. dan rekayasa waktu agar begitu cepat berlalu.
Aku memang sempat merasakannya. Karena terlalu sering aku sadar lingkungan sekitar, setelah sedikit memelankan laju kendaraan.
Dan seperti juga malam itu sepulang dari Kampung Rambutan. Aku naik busway, karena terlanjur beli e-money dari BCA, sepekan sebelumnya. Tidak terlalu lama, karena bus mengambil rute tol langsung...