Jumat, Mei 06, 2011

Pin It

Widgets

Anggota DPR

Awalnya sebuah masukan sederhana dari PPIA Australia yang ingin memberikan informasi dan beberapa kiritk bagi anggota DPR yang akan melakukan kunker, alias kunjungan kerja.

Beberapa poin yang dikritik diantaranya, kenapa mengunjungi Australia ketika negara tersebut sedang mengalami reses. Atau yang lain, kalau benar ingin menanggulangi kemiskinan, kenapa tidak mengunjungi Northern Territory (NT) tempat di mana pemerintah Australia mengurusi warganya yang terbelakang.

Selain kejanggalan tersebut, beberapa hal yang menjadi booming juga munculnya video dengar pendapat di youtube. Permasalahannya adalah para anggota DPR ini ndak punya email pribadi ataupun resmi. Yang lucunya, kemudian dijawab "Komisi delapan @yahoo.com" tanpa dijelaskan bagaimana penulisannya. Tak heran kemudian bermunculan bahasa sindiran terkait alamat email komisi delapan ini. Dan ternyata, email itu adalah PALSU, alias bohongan...

Belum selesai polemik kunjungan kerja komisi delapan, baru-baru ini sudah muncul lagi berita mengenai jalan-jalan komisi sepuluh ke stadion Santiago Bernebeau, Madrid. Judulnya cukup menohok, "Komisi X DPR Tur ke Stadion Real Madrid". Plus ditambah hasil jepretan aksi foto-foto anggota DPR ini, oleh warga Indonesia di sana.

Kompas.com pun memperbarui topik pilihannya. Menambah satu tema, studi banding. Dan memunculkan beragam berita lama terkait 'keblingeran' anggota DPR yang melakukan studi banding.

Rasa-rasanya, bukan kali ini saja.. kita harus berulang kali mengelus dada terkait sikap 'aneh' anggota DPR kita. Di situs berita lain, inilah.com, memuat berita anggota DPR yang menampar salah seorang penjaga lift hotel Pasific Place. Kemarin, anggota DPR yang tertangkap kamera dengan kasus video pornonya. Belum lagi dengan kasus-kasus selingkuh mereka yang sudah menjadi berita basi..

Mau dibawa kemana negeri ini, wahai Bapak-Bapak terhormat?

Ada yang bilang, ini adalah karena praktik politik dagang sapi di kalangan partai..
Ada yang bilang, ini karena politik kita terlalu dekat dengan uang..
Ada pula yang bilang, karena mereka sudah lupa dengan stempel rakyat di belakang kata wakil..

Jujur, tanpa kita hina, dan tanpa kita caci maki pun.. rasanya anggota DPR memang sudah terhina dengan sendirinya. Dan saya pikir ndak ada gunanya kita mencaci mereka. Atau mencoba mengirimi mereka dengan gempol atau asah parang. Percuma... seperti itulah fakta yang kita harus hadapi..

Lalu, apa yang bisa kita kerjakan? Tidak adakah jalan untuk mencongkel anggota-anggota DPR kita yang ndak becus? Tidak adakah sistem di negeri kita yang mencoba menutup lubang DIGDAYA anggota DPR kita?

Sistem politik di Indonesia sudah rusak. Rasanya tidak ada yang memungkiri hal ini. Pertanyaan selanjutnya, menurut Anda, dengan apa kita harus mengganti orang-orang ini? Dan seperti apa sistem yang bisa kita realisasikan? Mencoba mengubah dengan masuk ke dalam sistem atau berada di luar sistem kemudian tidak tahu apapun tentang sistem tersebut?

Dan jangan lupa, persoalan anggota DPR ini hanyalah gunung es dari persoalan sesungguhnya. Belum lagi bila dikaitkan dengan keadaan di daerah yang lebih sering luput dari pemberitaan..

Pertanyaan sederhana, persoalan bangsa ini dimulai dari pemerintahnya, atau dari rakyatnya?

 
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)