Sabtu, Juni 05, 2010

Pin It

Widgets

Rachel Corrie, Pejuang Kemanusiaan yang Terlupakan

Akhir-akhir ini nama Rachel Corrie kembali mencuat ke permukaan, setelah 7 tahun yang lalu, kematiannya seperti ditelan bumi. Berbaring telentang mengenakan jaket oranye, Corrie yang ketika itu masih berusia 23 tahun mencoba menghentikan buldozer Israel yang hendak menghancurkan sebuah rumah warga Palestina. Tapi apa lacur, tentara Israel ketika itu tak mau berhenti dan dengan santainya melindas Corrie, tubuhnya pun sudah sulit dikenali. Israel menyebutnya sebagai tindakan bodoh dan pantas mati, sementara Amerika - tanah tempat kelahirannya - menuduhnya sebagai teroris. Di bawah ini petikan biografi singkat tentang Rachel Corrie..


Sebelum menjadi simbol perlawanan terhadap pendudukan Israel, Rachel Corrie hanya gadis biasa asal Olympia, Amerika Serikat.
Mahasiswi Evergreen State College ini cuti setahun dari kuliahnya, bergabung dengan Gerakan Solidaritas Internasional (ISM), lalu terbang ke Gaza pada 22 Januari 2003.
Di markas ISM Tepi Barat, Corrie menjalani pelatihan selama dua hari. Dalam pelatihan tersebut, Corrie mendapatkan pelajaran tentang cara-cara menghindari cedera ketika berdemo, menggunakan jaket ngejreng, tidak berlari, tidak ketakutan, berkomunikasi dengan menggunakan megafon, dan memastikan keberadaannya diketahui Israel saat melakukan aksi.
Dalam salah satu surat elektronik yang ditujukan untk keluarganya, Rachel Corrie mengungkapkan, sebenarnya dia masih ingin berdansa, punya pacar, dan membuat komik.
Tapi Corrie tak bisa diam dan bersenang-senang sementara di belahan dunia lain orang-orang menderita. Dia merasa bertanggung jawab.
"Jika aku terdengar gila, atau jika militer Israel tak lagi punya lagi kecenderungan melukai orang kulit putih. Tolong diingat, aku berada di tengah sebuah genosida, dimana aku secara tak langsung ikut bertanggung jawab -- karena pemerintahku (AS) bertanggung jawab besar atas apa yang saat ini terjadi," kata Rachel Corrie dalam email ke ibunya, 27 Februari 2003, seperti dimuat laman Guardian.
"Aku bermimpi buruk tentang tank-tank dan buldozer...."
"Di sini aku menjadi saksi dari situasi yang kronis, genosida tersembunyi, dan aku takut......Tapi, ini harus dihentikan. Hal yang baik jika kita mau menanggalkan apapun dan mengorbankan jiwa kita untuk menghentikannya."

Salah satu video Rachel Corrie that make me can stop crying... T_T :



Jadi, kapan kita akan mengepack barang dan berangkat ke Palestina?

sumber: Vivanews.com


-------------------------- Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



2 comments:

johnpaparinto mengatakan...

saya malu karna saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membela sodara2 kita di palestina..
"rachel corrie is the best"

tengku latifah Hanum mengatakan...

saya heran mengapa orang2 kristen indonesia sangat bangga dengan orang yahudi israel dan mendukung, sementara orang2 barat yang kristen ataupun yahudi sangat membenci dan mengutuk yahudi saya heran mengapa orang2 kristen indonesia sangat bangga dengan orang yahudi israel dan mendukung, sementara orang2 barat yang kristen ataupun yahudi sangat membenci dan mengutuk yahudi

Posting Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)