Kamis, November 10, 2011

Pin It

Widgets

Labyrinth of Mind


Start sinking in the labyrinth of mind..
do not know nor do understand why..

It really hurt so much, Dear
when we can't understand something we want to understand

And yea,.. lagi-lagi harus ku akui, bahwa otak ini terlalu lemah. Bahkan untuk sesuatu yang mungkin sudah akrab kita kenal. Otakku tiba-tiba kelu. Pengen menuliskan, dan merangkai kegelisahan ini dalam kata-kata pun tak mampu.

Aku adalah orang yang sangat logis. Bahkan hampir ga bisa berpikir kalau tidak ada alurnya. But meskipun rasional, aku bukan orang yang menolak keberadaan alam ghaib, atau fenomena-fenomena di sana. Karena buatku, dan sejauh pengetahuanku, mereka sangatlah masuk akal. Atau lebih tepatnya, masuk akal, bahwa mereka tidak bisa dijangkau oleh akal.

Mungkin temen-temen di facebook sempat melihat sekilas gimana perdebatan dan diskusi yang ku jalani dengan para atheist. Ga tanggung-tanggung, selama seharian aku bisa kuat nongkrong di depan laptop.. Makan sekedarnya, dan ga beranjak kecuali untuk sholat dan ke kamar kecil.

Beberapa temen sempet menyebut, diskusi yang berjalan sangat menarik. Tapi itu sebelum terjadi debat kusir, khususnya di page Ateis Indonesia. Namun di page yang lain, Anda Bertanya Ateis Menjawab, diskusi yang berjalan tetap damai.. dan bahkan memberi banyak pengetahuan.

Setiap pertanyaan dari para ateis, berhasil aku jawab dengan memuaskan -menurutku, salah satu buktinya, mereka ga membalas jawaban itu lagi. Hingga, dari yang awalnya ada sekitar 5-6 orang atheist yang 'keroyokan' menyerang, akhirnya sampai hari ini, hanya tertinggal 1 orang. Itu pun sudah 24 jam ini, belum dibalas lagi.

Salah seorang atheist itu pun menyebutku, sebagai seorang penanya yang paling 'wah'! But, I'd rather not to be called with that. Aku bilang padanya, apa yang aku tanyakan dan jawaban yang aku utarakan, semuanya hanyalah translasi dari kitab suci yang aku pelajari. So, it's merely based on a Book.

Memang ku akui, diri ini adalah seorang pemikir. Mungkin sudah beberapa kali ku sebut di blog ini. Maka ga heran, bila sesuatu yang sangat menggangguku bukanlah ketiadaan uang, atau ga bisa makan hari ini, atau apa kerjaanku hari ini,.. tapi yang sangat menggangguku adalah, 'sebuah pertanyaan yang aku ga bisa/ belum bisa nemuin jawabannya..'

Terjebak dalam labyrinth of mind..

Sama seperti sore ini. Ketika tiba-tiba aku harus nemuin realita yang kelu, kesel dan menyesakkan. Yaitu, menerima kenyataan bahwa akal-ku tak bisa berfungsi. Why?.... rrrrr...

Kata seorang temenku, "kamu ini orangnya sangat pengertian. tapi harus ada syaratnya, yaitu kamu harus tahu, apa alasan di balik itu. dan kamu ga bisa ngertiin orang, hanya dari bahasa tubuh mereka.. itulah kelemahanmu".

Maka, ketika diharuskan menjelaskan bagaimana lika-liku jiwa, emosi dan rasa, hati dan akalku pun kelu dibuatnya. And start sinking deeply...

And so, this is happen again. Aku selalu bilang, give me a word.., tapi saat mereka menolak, lalu apa daya? Ga ngerti harus nyalahin siapa..

Pesan Pak Jeli tadi pagi, menjadi pemimpin itu harus tegas. Semakin sedikit pemimpin bicara, semakin baik. Semua harus dilaksanakan sesuai SOP (standard operating procedure), sekali saja ia di bypassed.. maka semua akan kacau. Dan di sinilah tugas pemimpin untuk mengontrol dan memastikan semua berjalan sesuai dengan sistem, sesuai dengan SOP.

Dan lalu, bagaimana bila suatu ketika, SOP harus dilanggar? Seorang pemimpin harus segera mengambil keputusan dengan cepat, dan lalu memberikan pemahaman kepada bawahannya. Bisa lewat musyawarah, bisa lewat komunikasi persuasif..  itulah tugas pemimpin, menyatukan jiwa-jiwa dan emosi yang berada di bawahnya.

And so do this matter..

Hanya kepada-Mu ya Allah aku berharap, agar melembutkan hati-hati kami.. Maafkan hamba-Mu, bila sudah terlalu sering membuat-Mu cemburu dan kecewa..

Duhai Allah, sesungguhnya aku meminta diberikan petunjuk yang terbaik sesuai Ilmu-Mu, dan aku minta diberikan kekuatan dengan bantuan qudrah-Mu, dan sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari kemuliaan-Mu yang Maha Agung..

Semoga esok, 'mentari' kan bersinar lagi.. dan menuntunku keluar, dari gelapnya labirin ini. Semoga. Amin99x ya Allah..

I'm sorry..


#mendekap gelisah di balik selimut, winter @Cairo, 2011.
--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)