Rabu, Mei 19, 2010

Pin It

Widgets

Agus Mustofa, Sebagai Seorang Penulis

Tepat sehabis Subuh tadi, gak seperti biasanya, sehabis begadang, aku ga lanjut tidur. Kedatangan seorang tamu yang juga pernah ke sini, membuatku berkesempatan untuk menjemput beliau. Seorang penulis produktif, yang tidak saja berhasil menerbitkan buku setiap tiga bulan sekali, tapi juga mampu membuat setiap bukunya menjadi best seller di pasaran.

Siapakah dia? Para penikmat diskusi tasawuf modern pasti mengenalnya.. Buku-buku beliau antara lain, Akhirat Tidak Kekal, Pusaran Energi Ka'bah, Bersatu dengan Allah, Untuk Apa Berpuasa, Khusyu, Membela Allah, dsb. Anda mengenalnya? Ya, beliaulah bapak Agus Mustofa.. sang insinyur teknik nuklir yang digelari kawan-kawan beliau sebagai mahasiswa jurusan sastra nuklir. :D



Begitu banyak yang kami bahas pagi itu. Mengendarai tapi tidak menyopiri Singapore Airlines, beliau tiba di bandara Kairo sekitar pukul 06.00 pagi. Setelah sedikit bernostalgia dan melepas rindu (sebelumnya kami pernah bertemu bulan Maret kemarin bersama keluarga beliau), bu Agus langsung mengeluarkan jurus humorisnya,

"Lho, katanya panas Mas, sampe 43 derajat, tapi ini kok dingin?"
"Iya bu, kemarin sempat segitu. Tapi hari-hari ini kembali normal.. " sahut temenku, Rizki.
"Owh, ini pasti karena tau, Ibu mau ke Kairo.. "
spontan, kami kemudian tertawa... haha... ibu ini ada-ada aja... :D

Pak Agus dan keluarga, ternyata tidak seperti yang biasa kita bayangkan tentang tipikal orang besar dan penting. Selain memiliki pribadi yang ramah, beliau juga tidak segan bercerita dan sharing banyak hal.. termasuk rahasia menulis beliau. Setiap pertanyaan selalu beliau jawab dengan lugas dan utuh, khas tipikal wartawan, profesi zaman dulu beliau. Apalagi dengan keberadaan seorang istri yang 'renyah' dan hangat.. membuat kita selalu bisa merasa akrab dan tanpa jarak.

Agus Mustofa bagi saya, adalah salah seorang yang kembali memunculkan hasrat dan panggilan jiwa menulis saya. Hasrat dan semangat beliau begitu luar biasa, tiada hari tanpa menulis. Bayangkan, beliau mampu menerbitkan buku setiap tiga bulan sekali. Ingat,... menerbitkan, bukan hanya menulis! Dan yang lebih membuat saya salut adalah konsistensi beliau.., bahkan hingga sejak awal beliau menulis. Walhasil, semenjak 6,5 tahun lalu beliau mengawali profesi penulis, sudah 26 buku yang beliau terbitkan, tepat 6,5 dikali 4 adalah 26 buku. Begitu konsisten dan tepat target, luar biasa...!!

Ada satu kutipan menarik dari beliau, "Kita ini sedang berpacu dengan umur, seberapa banyak yang bisa kita lakukan dengan umur yang senantiasa berkurang.., maka saya gak pernah mau menyia-nyiakan usia saya."

Dan masih buanyak hal yang saya dapatkan dari beliau, yang mungkin saat ini belum bisa saya tuangkan di sini... dan saya kira sangat wajar, karena apa yang beliau lakukan, tidak pernah lepas dari kerja keras, kerja cerdas, dan sangat menghargai waktu.

Dan setiap kali saya melihat beliau bercerita, satu hal yang selalu terbayang... "Saya pikir, saya seharusnya bisa lebih hebat dari beliau.. ^^" Tapi pertanyaannya selalu sama, seberapa kuatkah kaitan antara keyakinan dan usaha keras ku? Hehe... itulah jawaban yang harus kubuktikan dulu... :D

Bagaimana dengan Anda?


-------------------------- Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)