Kamis, April 15, 2010

Pin It

Widgets

Meratapi Sinetron Drama Ibu Pertiwi

Entah apa lagi yang bisa diucapkan setiap kali melihat halaman demi halaman berita online tanah air. Silih berganti kasus bergeser. Menjadi sebuah slide film yang tak utuh. Harus penulis sebut tak utuh karena, hampir sebagian besar jalan cerita slide itu tak pernah ketahuan ujungnya. Tak satupun dari puluhan kasus yang udah lewat bisa kita temui endingnya. Istilahnya, sebuah cerita tanpa akhir. Belum selesai satu kasus, datang lagi kasus-kasus yang lainnya. Entah fenomena apa ini..



Dan kebetulan, siang tadi aku pun dihadapkan dengan pertanyaan yang sama. “Ka, udah denger berita-berita tanah air?”

Lantas kujawab, “Iya, kasus Priok berdarah kan?”

“Hm…” sambungnya, “menurutku itu cuma pengalihan isu aja Ka. Saat banyak kasus-kasus polisi yang hampir terkuak, akhirnya bikin kasus yang lain agar perhatian media dan masyarakat beralih.”

[Sigh].. aku pun hanya bisa menghela nafas.

Sudah lama sebenarnya teori ini mengendap di kepalaku. Malah aku sendiri udah ambil kesimpulan ini sejak kasus Cicak-Buaya yang kemudian ditenggelamkan cerita drama Bank Century. Ada apa ini, begitu cepatkah perjalanan kasus demi kasus berlalu?

Jadi kupikir, tanpa harus mendengar lanjutan ceritanya, aku udah bisa ambil kesimpulan dan menentukan jawaban apa yang akan aku katakan. Tiba-tiba berkelebat dalam pikiranku, sebuah kata-kata mutiara di dinding temen Fesbukku.

Di dinding Fesbuknya, temen baik nan cantikku (karena dia cewek maka kubilang cantik, jadi ga usah GR, hehe..) di dunia blogger itu mengutip Quote of the Day, “Kalau anda ingin negeri ini menjadi lebih baik, jadilah solusi. Atau kalau tak bisa berbuat baik, berhentilah menertawakan atau mencela mereka yang mau melakukannya.”

Lalu aku simpulkan dan kubilang sama dia, “Intinya, mulailah dari saat sekarang berpikir untuk menjadi solusi dan bukan hanya pandai mengomentari. It’s so just that simple.”

Mak bagi Anda yang udah ngerasa pening kepala, gak perlu kita berpikir dengan nyut-nyutan, ngeliat berkelebatnya beragam kasus demi kasus. Atau merasa miris dengan tindakan kanak-kanak DPR, dagelan kejaksaan, polri dan dinas pajak dengan Markusnya. Mengikuti pergerakan slide mereka seolah membuat kita seperti orang yang sedang dibodohi, disuguhi melodrama artis dadakan hasil karbitan isu. Maka cukuplah kita duduk normal, sambil dengerin musik favorit dan baca Politikana.com dengan agak serius die-hard atau kadang OOT saja. Dengan tidak lupa tentunya, untuk menjadi solusi di kehidupan nyata kita di luar sana..

Salam Politikana! *Ups. ;))



--------------------------
Salam hangat dari neilhoja. "Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu."

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)