Jumat, Agustus 07, 2009

Pin It

Widgets

Menahan Waktu

ditulis untuk mengisi rubrik Salam Redaksi, buletin Suara PPMI Mesir, edisi awal Agustus 2009

Baru saja si Burung Merak, bung WS Rendra, atau biasa disapa bung Willy telah kembali ke haribaan-Nya. Dunia sastra Indonesia pun menangis. Bahkan gaungnya sampai di Mesir ini. Sebuah fenomena menarik, ketika tiba-tiba dua seniman dan tokoh kita begitu saja diambil dari hadapan kita. Manusia awam menyebutnya dengan mati.


Bung Willy, dalam sebuah wawancaranya dengan harian Republika, mengungkap ketertarikannya dengan al-Quran. Salah satu surat yang beliau sitir adalah konsep waktu dalam al-Quran. Bung Willy bilang, “Sebagai orang modern, saat itu sedang populer-populernya filsafat eksistensialisme, lalu ada kalimat seperti ini: Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Enggak ada lho kitab suci yang mengatakan bahwa kamu akan selalu merugi dalam perkara waktu.”

Segala sesuatu bisa kita jadikan sebuah kebudayaan, tapi tidak untuk waktu. Al-Quran bilang, kita akan selalu merugi dalam soal waktu, kecuali dengan tiga hal. Penggagas happines project, Robert Holden, Ph.D sepertinya setuju dengan konsep itu, dan menuliskan sebuah ungkapan, “Busy, busy, busy, busy, busy, busy…dead!”

Ya, akankah kita hanya akan terjebak dalam kesibukan dan kemudian mati? Buletin ini, Suara PPMI, akan segera menahbiskan edisi terakhirnya kali ini. Sejenak, kami dari redaksi nampaknya perlu mereview kembali masa-masa sibuk itu. Akankah bermuara dari kesibukan dan lantas berhenti pada hilir kematian? Semoga tidak. Dan kali ini kami akan sebentar menahan waktu, untuk menikmati masa pengabdian di detik terakhir ini. Meski pada akhirnya, kami harus berucap, sampai jumpa lagi…

Artikel terkait :



9 comments:

buwel mengatakan...

subhanalloh.....kalo nggak salah, hiduplah untuk akhiratmu seakan engkau akan mati besok dan hiduplah untuk duniamu seakan kau akan hidup selamanya....moga nyambung....heheheheh

♥ Neng Aia ♥ mengatakan...

kalau bisa menahan waktu.. aku bakal perbaiki semua kesalahan2 masa laluku sebelum beranjak ke masa depan...

mungkin ga yaaa?? heuheue... panggil doraemon dulu deh..

nyegik mengatakan...

wakh....tulisannya berat buanget nih

tito mengatakan...

keren sob, bagus banget neh dalem.. dalem.. sob! :D

saya jadi teringat sebuah buku juga, dimana ditulis dalam pembukaanya:
"manusia.. terlahir - menderita - dan mati"

ga ada letak kebahagiaan disitu.. :D
sepertinya ampir sama dgn konsep "Demi waktu, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, ... kecuali tiga hal...". mungkin 3 hal tsb bs bikin manusia bahagia. :)

btw.. good post! :D

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

turut bersedih dg kepergiannya.

neilhoja mengatakan...

@ cerpenis: iya.. mbak
@ mas tito: he eh, iya mas...
@ nyegik: hag hag hag, berat? digotong bareng2 dunk.. hehe
@ neng aya: kalo dah dateng doreamon nya, panggil aku neng.. hehehe
@ buwel: sep sep sep... :)

buwel mengatakan...

soreeee neil... :)

neilhoja mengatakan...

soreee wel.. hehe

willy weblog mengatakan...

Allow bro..aq datang..hehehe..thx yah informasinya. Oiya Link Qm dah qu pasang sob.. Sorry kalau merepotkan sob..hehehe..thx yah sob. Gw salut pagerank sob tinggi bgt. qu bakal sering mampir ke link sob deh setiap onlie.ok!

Posting Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)