Minggu, Mei 24, 2009

Pin It

Widgets

Mengenal Sosok Budiono

keywords: Budiono, boediono neoliberal, boediono blbi, kasus blbi, pilpres 2009, pemilihan presiden, cawapres sby, sby berbudi, sby budiono.

Awalnya aku gak terlalu tertarik dengan pilpres 2009 ini. Secara sebenernya udah ngeh aja dengan SBY, apalagi pas cawapresnya udah deket ke HNW.. makin tenang aja hari-hariku buat nyoblos. Tapi apa daya, tiba-tiba ada offline message dari temen yang bilang kalo cawapres SBY adalah Budiono. Hem... jadi mikir, kira-kira sapa sih Budiono. Sebegitu kuatkah penolakan masyarakat soal dia. Apalagi sampe-sampe di berita PKS juga marah-marah, meski udah diklarifikasi.

Sebagai warga negara yang baik, tentunya akan mengikuti pilpres nanti. Tapi tentu bukan asal ikut dan nyoblos dong.. Kita juga harus tau siapa yang akan kita beri amanat. Nah, setelah ngeliat reaksi kontar Budiono yang bagitu gencar.. aku jadi pengen tau lebih jauh siapa sosok budiono ini. Lanjut dulu...




Pantes Gak Sih Budiono Jadi Cawapres SBY?
diantara sekian banyak pasangan capres yang ada, yang paling menarik perhatian adalah cawapres sby, pak budiono.

salah satu alasan sby memilih budiono adalah karena orientasi kebijakan pemerintah ke depan adalah ekonomi. dan sampai sejauh ini, diantara partai koalisinya [pks, pkb, pan, ...] dianggap sby belum ada yang menandingi sosok budiono sebagai pakar dalam bidang ekonomi.

klik di sini

juga dari kalangan masyarakat dan mahasiswa [feb ugm, khususnya] mengenal sosok budiono sebagai seorang yang ramah, sederhana dan santun. sehingga banyak masyarakat berharap budiono akan menjadi bung hatta kedua yang menjalankan kebijakan ekonomi pro rakyat.

baca di mari

TAPI.....

ada ganjalan yang sangat penting terkait sosok ini. ketika dibilang, bahwa budiono adalah pakar ekonomi, semua orang setuju.. tapi apa yang dia perjuangkan bukanlah ekonomi rakyat, atau ekonomi riil.. tapi ekonomi pasar yang hanya menguntungkan kelompok2 kapital dan pengusaha besar.

catatan pak bud 1
catatan pak bud 2

adapun terkait tulisan faisal basri di atas.. dianggap beberapa orang, bertolak belakang dengan ideologi yang selama ini dia perjuangkan sebelumnya, yang justru menolak budiono...

sisi aneh Faisal Basri

hal lain adalah soal neoliberalis yang disematkan padanya.


Tapi untuk mengetahui apakah seseorang itu Neoliberalis atau tidak mungkin kita bisa pelajari Neoliberalisme/Globalisasi dari Ensiklopedia MS Encarta dan Wikipedia.

Dari situ kita ketahui bahwa lembaga penyebar paham Neoliberalisme adalah IMF, Bank Dunia (World Bank), dan juga WTO.

Ada pun agenda Neoliberalisme adalah melaksanakan:

1. Pasar Bebas (Free Market). Para spekulan dari berbagai negara bebas jual-beli saham/komoditas/valuta asing
2. Privatisasi (Penjualan BUMN)
3. Deregulasi (menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan misalnya aturan perusahaan asing dilarang mendirikan pom bensin di Indonesia)
4. Liberalisasi (membuka pasar dengan menghilangkan penghalang/pajak yang membatasi ekspor/impor)
5. Pengurangan peran pemerintah
6. Pengurangan pajak bagi menengah ke atas
7. Memotong Pelayanan Publik seperti menyerahkan Perusahaan Air Minum ke swasta, Privatisasi Pendidikan, (misalnya untuk masuk PTN sekarang jadi mahal), Rumah Sakit, dan sebagainya
8. Pengurangan Subsidi Barang seperti BBM, Air, Listrik

Dengan belenggu hutang (misalnya hutang LN Indonesia saat ini sekitar Rp 1.600 trilyun), IMF dan Bank Dunia memaksa negara-negara di dunia untuk melaksanakan agendanya. Sehingga sering mengakibatkan kerusuhan IMF (IMF riots) seperti terjadi di Indonesia tahun 1998.

Nah menurut beberapa pendukung Boediono seperti Faisal Basri dan Chatib Basri yang menyatakan bahwa Boediono sudah menangani ekonomi Indonesia dari akhir masa pemerintahan Soeharto, Megawati, dan juga SBY, apakah sistem ekonomi di Indonesia menganut Neoliberalisme atau tidak?

Apakah BUMN-BUMN Indonesia seperti Indosat, Telkom, BNI, dsb diprivatisasi?

Apakah subsidi BBM dicabut sehingga harga BBM di Indonesia mengikuti harga minyak dunia/pasar?

Apakah layanan publik seperti air diserahkan kepada swasta?

Apakah pendidikan seperti Pendidikan Tinggi Negeri diswastanisasi dan jadi lebih mahal dari universitas swasta?


semua kebijakan di atas, budiono turut andil dalam setiap keputusan tersebut. yang paling gampang adalah ketika harga beras naik, budiono langsung mengambil keputusan untuk impor beras. sementara ketika harga gabah turun, budiono adem ayem aja..

lebih lengkapnya soal perdebatan dan data fakta budiono bisa di liat di sini

pro kontra budiono

belum selese... salah satu blogger kritis kawakan juga menulis soal budiono ini, dia mengutip pernyataan langsung budiono terkait kebijakan pemerintah ketika menjabat sebagai mentri ekonomi:


Dalam kesempatan ini, saya akan mengutip langsung pernyataan Pak Boediono atas Agenda IMF tersebut dengan tulisan pink (versi Inggris) di Jakartapost (27 Februari 2002):

Menteri Keuangan Boediono menyatakan optimismenya pada hari Selasa bahwa pemerintah sanggup memenuhi “Agenda Utama” yang dikeluarkan IMF sebagai syarat bantuan pendanaan [catatan: utang masih dikatakan sebagai dana bantuan].
Agenda-agenda IMF diantaranya adalah:

1. Negara harus menjual BUMN-BUMN strategis kepada pemilik modal dengan harga yang diintervensi oleh IMF. Indosat, Telkom adalah salah satu buah produk IMF pada saat itu.
2. Negara harus menjual bank-bank BPPN seperti BCA, Danamon, BII, dengan harga jauh dibawah kewajaran yang akan membebani anggaran (BLBI) hingga ratusan triliun. Salah satu contohnya adalah menjual BCA seharga 10 Triliun padahal harga obligasi rekap yang melekat pada BCA 58 triliun + aset-aset tetap. Negara dirugikan lebih dari 50 triliun + bunga berjalan yang jika ditotalin hampir 100 triliun. Inilah kasus BLBI yang hingga saat ini masih meninggalkan ketidakadilan bagi rakyat yang tidak tahu menahu.
3. Negara harus mengurangi dan pada akhirnya harus menghapus subsidi minyak, air, listrik dan pendidikan. Kebijakan ini terus dilakukan dan pada Desember 2008, secara resmi pemerintah SBY-JK mengatakan “Tidak ada lagi subsidi minyak, kita kembali ke harga pasar“. Untuk pendidikan, diterbitnyalah UU BHP. Dengan adanya penghapusan subsidi, maka perusahaan asing baik disektorBBM maupun pendidikan akan menjadi tuan di tanah kita.
4. Negara secara tidak langsung dipaksa untuk mengekspor barang-barang mentah ke luar negeri lalu diimpor dalam bentuk barang jadi.
5. Negara harus tetap mengutamakan memberi bantuan yang besar kepada lembaga-lembaga/perusahaan besar. Ini disebut juga sebagai paham trickle down effect

Pihak IMF diperkirakan tiba bulan depan di Jakarta untuk mereview program reformasi ekonomi negara ala IMF. Bantuan IMF sangatlah penting dan mendesak (krusial) bagi pemerintah untuk penjadwalan kembali skema pembayaran utang dengan [rentenir] Paris Club pada April 2002 mendatang.
Boediono sangat meyakini konsep reformasi ekonomi yang didikte oleh IMF. Tujuan IMF, Paris Club, WB dan begitu juga agen EHM seperti John Perkins akui adalah membuat kesepakatan untuk memberi pinjaman ke negara lain, jauh lebih besar dari yang negara itu sanggup bayar.

Dalam kesepakatan antarnegara itu, IMF, EHM CS berusaha menekan negara-negara lain agar memberikan 90 persen dari pinjamannya kepada perusahaan-perusahaan AS, seperti Halliburton atau Bechtel. Kemudian perusahaan-perusahaan AS tersebut akan masuk membangun sistem listrik, pelabuhan, jalan tol dan lainnya di negara-negara berkembang. Setelah mendapatkan utang, AS akan memeras negara tersebut sampai tak bisa membayarnya. Dengan alasan itu, barulah AS akan mendesak negara-negara lain untuk menyerahkan sumber kekayaan alamnya, seperti minyak, gas, kayu, tembaga dan lainnya ke AS. Bagaimana jika negara-negara itu menolak? John Perkins menyatakan, mereka bisa saja dibunuh. Ini bukan isapan jempol. Dua tokoh dunia, yakni Presiden Panama Omar Torijos dan Presiden Ekuador Jaime Rojos dibantai karena menolak kerja sama dengan AS. [beli buku : John Perkins : Confession of EHM - coba search internet tentang The Dead of Omar Torijos dan The dead of Jaime Rojos]

“Agenda Utama adalah persyaratan dan perihal yang harus pemerintah laksanakan. Tapi, saya yakin bahwa kita mampu memenuhi semua persyaratan tersebut tepat waktu.”, ungkap Boediono kepada Wartawan setelah sesi dengar pendapat di Komisi IX DPR.
Dari jumpa pers tersebut, sangatlah jelas bahwa Boediono sebagai Menkeu di era Gotong Royong sangat patuh pada IMF dengan agenda menjual Indonesia ke tangan swasta dan asing.


NO OFFENSE... kisah ini gw share biar kita semua tau.. orang seperti apa yang akan kita pilih nantinya. ngebela ekonomi rakyat apa ngebela para obligor kakap terdakwa kasus blbi??

aku sendiri tidak berada di pihak manapun. bahkan kalo sby gak ganti budiono, keknya gw mo GOLPUT AJAH... biar pemerintah dan negeri ini tau, kalo rakyat udah gak percaya lagi ama merekaaaaaaaaaa!!

komentar dan pendapat ku yang lain di kaskus:

melihat budiono secara obyektif

plus juga yang ini buat jawaban dari kaskuser lain... jangan cuma liat luarnya. tapi kita juga liat hasil kerjanya..

jawaban buat kaskuser lain

semoga tercerahkan gan......

NOTE: komentar ini bukan black campaign, karena gw ngomong gini setelah ngubek2 internet dan mbah gugle semalaman... akhirnya ditemukanlah sosok budiono yang sesungguhnya.

gw sih setuju presidennya sby, tapi kalo cawapresnya budiono...

SAY NO TO BUDIONO, SAY YES TO BUDI ANDUK....

silahkan dicek dan ricek gan,... dan CMIIW [tentunya pake data, minimal dengan link2 kayak gw di atas]. tulisan ini hanyalah kompilasi dari bacaan-bacaan dan dari hasil bersliweran di dunia maya. kalo ada yang salah, silahkan diluruskan... tapi tentunya dengan obyektif dan data fakta.

"Ya Allah berikanlah kami pemimpin-pemimpin yang baik... dan perbaikilah pemimpin-pemimpin kami..." ust. Syukri.

Artikel terkait :



10 comments:

Julia Perez mengatakan...

emang menurut lo yang oke antara ketiga calon sapa mas?

JK-WIN? ... bisa emang JK?
MEGA-PRO? .... mau jual aset apa lagi bu?
SBY-Budiono .... ??

Cebong Ipiet mengatakan...

semua kebijakan di atas, budiono turut andil dalam setiap keputusan tersebut. yang paling gampang adalah ketika harga beras naik, budiono langsung mengambil keputusan untuk impor beras. sementara ketika harga gabah turun, budiono adem ayem aja..
-------------
huehueheu kalok kek gini mah semua pemerintahan kaleee

masak cuman boediono yg dituding

saat budiono jadi menko, siapa persidennya? Mega bukan? Lah kalo budiono di salahin kenapa persidennya enggak. Masak persiden ndak tahu apa apa hayo..



Dalam kesempatan ini, saya akan mengutip langsung pernyataan Pak Boediono atas Agenda IMF tersebut dengan tulisan pink (versi Inggris) di Jakartapost (27 Februari 2002):
----------------- itu sumber taon 2002 kan? coba di cek lagi perkembangan selanjutnya saat utang IMF di lunasin. Saat taon 2002 saat saat masih krisis kelanjutan taon 1998. Mau dapet modal darimana coba? Dalam negeri udah belingsatan, bank ud g punya cashflow yg cukup.

Sekarang gini aja, yg mendengungkan ekonomi kerakyatan (halah cuman embel2 rakyat) pun ga jelas konsepnya. Bahkan para pengagung ekonomi kerakyatan pun punya bisnis di luar negeri (nah loh). Yg cuman sekulah di luar negeri aja dituduh neoliberal, kok yg punya banyak bisnis di luar negeri adem ayem aja.


semua pada beralibi dia tidak mementingkan rakyat kecil. Pada saat jabatan apa? Kalo dituding saat jadi gubernur BI, beh tugas siapa pula itu. BI adalah regulator ekonomi makro dan moneter.

ga adil aja kalau "kesalahan" satu pemerintahan dan turunan dari pemerintahan yg lalu ditimpakan pada satu orang

Cebong Ipiet mengatakan...

HNW selamat, karena dia tidak memegang jabatan pemerintahan apapun sebelumnya...kecuali ketua MPR yg tidak mengambil kebijakan strategis apapun di pemerintahan

newbi mengatakan...

ikut menyimak gan...
lanjut.... :ngacir:

Anonim mengatakan...

yaahh.. emng udh skak ster die.. huehehee..

yg suruh jualin semuanya jg dia.. cm apakah kebijakan2 itu bukannya krn keadaan yaa?..

tp memang kebijakan2 di atas yg merugikan betul adanya.. dan itu merupakan sebuah fakta alias realita, akan tetapi (bkn ber-mksd membela)memang negaranya defisit keuangan dan tidak meiliki kemampuan serta kesiapan secara sdm dan sda.. lalu langkah apa yg semustinya di tempuh kalau anda menjadi pemimpin di negara ini apabila kondisinya seperti demikian?..

maka, dari itu saya berani katakan bhw negara ini memang membutuhkan ide dan kerja yg cepat dan /atau tepat setelah terbitnya pemerintahan edisi baru nanti (entah terbit dgn kertas pos kota, atau kertas kompas,atau kertas majalah fhm )..

neilhoja mengatakan...

@ cebong: hufh.. maaph, baru bisa jawab.
untuk yang semua pemerintahan itu.. makanya, emang sejak dulu indonesia ini berideologi ekonomi kapitalis. apalagi setelah budiono memegang peranan penting dalam perekonomian indonesia.
justru itu mbak, kita butuh pemerintahan baru, yang gak neoliberal, yang enggak ngejual negara..
pada masa mega? ya.. emang bener, ketika itu masanya mega dan di situlah letak permasalahannya. karena tau sendiri mega kan gak tau apa2 soal ekonomi, maka ketika disuruh jual ini jual itu biar negara gak bangkrut, ya dia angguk2 aja... :f

terkait soal ekonomi kerakyatan. aku sendiri dalam tulisan ini gak ngajuin ekonomi kerakyatan lo mbak, apalagi soal pengusung2 itu. akan tetapi jelas, ekonomi kerakyatan, berbentuk koperasi dan ukm jelas lebih mensejahterakan rakyat, ketimbang konsep ekonomi yang diusung budiono dengan privatisasi. yang lebih aku tekankan di sini, konsep neoliberal sendiri gak cocok di indonesia, karena jelas.. kita kalah kelas dibanding negara2 maju lainnya. kalo disuruh tarung head to head, ya jelas kita kalah.. perlu ada sistem proteksi gituh.. mbak.

gubernur bi? iya benar dia tugasnya ngurusin ekonomi makro dan moneter. tapi apa ekonomi makro dan moneter gak ada sama sekali kaitannya dengan ekonomi mikro dan pasar? yang lebih parahnya lagi ketika kasus bppn yang merugikan negara triliunan rupiah dibiarin aja... hufh... :f

hem... kenapa gak adil? kalo memang dia punya cacat dan andil dalam hal itu, apalagi memiliki peranan penting, sudah seharusnya dia tanggungjawab kan? okelah itu satu kesatuan pemerintahan, tapi bila ada satu bagian atau organisasi itu berbuat salah, apa dilimpahkan ke semua kesatuan pemerintahan itu??

lagi-lagi soal pemerintahan. karenanya kita butuh pemimpin dan pemerintahan model baru, bukan incumbent. setuju?? apa yang mau dilanjutkan? bencana? harga bbm naik? privatisasi? atau apa?...

neilhoja mengatakan...

mm satu lagi mbak ebong, kiranya link2 yang aku kasihin itu perlu deh dibaca dengan teliti..

keknya mbak ebong gak sempet baca ya, hehehe.. orang sibuk sih.. hihihii... :o

Anonim mengatakan...

bagus,bagus,bagus. . . . .
budiono memang agak mencurigakan dari awal,knp budiono terlihat bersih tanpa cela?
mungkin sbagian besar masyarakat tau kalo' orang baik di indonesia tidak bertahan lama?krn mereka yang baek kalah ma yang licik, so kalo' ada orang berlenggang bebas didunia politik pastilah agak mencurigakan,hehehehehehe
maap y pak kalo' su'udzon,y daripada ngrundel gitu,hahahahaha

neilhoja mengatakan...

hem hem.. wah, ada teori konspirasi baru nih, pak anonim...

Anonim mengatakan...

kometarku ga macem2, mas budiono jadi wapress TAMPILKAN PERFORMENSNYA Jangan KLEMAR KLEMER GITU, kalo presidenya Ngabekan wakilnya Klemar klemer, rakyatnya ?????????

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)