Kamis, Maret 26, 2009

Pin It

Widgets

Menulis Online

ditulis untuk mengisi rubrik Editorial di buletin Suara PPMI Mesir Edisi 8

Fenomena Masisir adalah fenomena online. Hal ini tak dapat dipungkiri. Banyak faktor yang menggiring mahasiswa di sini, termasuk Masisir untuk ikut terjun dan bergelut aktif di dunia online atau dunia cyber. Salah satu sebabnya adalah semakin membanjirnya fasilitas internet yang sangat dekat dengan Masisir. Sebut saja kabel ADSL yang bahkan dapat kita temui di hampir seluruh flat Masisir. Disebut Desi Hanara, juga karena unsecured wireless yang ada di mana-mana, yang bahkan dapat kita temukan di flat! Juga ada penawaran dial-up dan usb modem, yang membuat aktifitas online tak lagi terbatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan mungkin ada satu lagi, yaitu online lewat perangkat mobile alias handphone yang sangat digemari ‘penduduk’ Buuts.


Tak ayal, karena semakin dekatnya dunia online dengan Masisir maka beragam aktifitas pun mulai terbentuk di sana. Sebut saja yang paling mudah adalah dunia chatting. Dapat dikatakan, setiap Masisir sudah sangat paham dan ngerti bagaimana berchating ria. Tak heran, gelar Lc yang disandang mahasiswa Azhar setelah wisuda pun, acap kali dipelesetkan menjadi ‘lancar chatting’. Tak lain, karena begitu dekatnya dunia online dengan Masisir.

Aktifitas online di kalangan Masisir pun bertambah, seiring intensitas yang digeluti mereka di dunia online ini. Jejaring sosial seperti Friendster dan Facebook pun seperti menjadi sarapan wajib Masisir sebelum memulai hari mereka. Fasilitas jejaring sosial ini membuat kita dapat bertemu dengan lebih banyak orang lagi, menemukan teman lampau kita, atau bahkan membentuk jaringan teman baru. Bahkan tak jarang, cinta pun bisa tumbuh dari sini.

Dengan beragam dan atraktifnya perkembangan dunia online, mau tak mau ada satu kegiatan lain yang juga mulai dilirik para insan akademis di sini, yakni dunia blogging. Dunia tempat para penggunanya bebas menyuarakan pendapatnya, menuangkan apa yang ada di dalam otaknya dan bahkan, kalau perlu menumpahkan habis apa yang ada dalam hatinya. Tanpa perlu takut, tulisannya itu gak dimuat, atau dikembalikan, atau dibabat habis oleh editor. Karena, sang pimred, editor, marketer, dan bahkan pelanggan setianya adalah si empunya blog itu sendiri.

Lingkungan dan kondisi sosial Masisir yang notabenenya adalah seorang insan akademis, memicu mereka untuk aktif dalam dunia tulis-menulis. Jiwa kritis dan sifat peka yang ada dalam diri mahasiswa ini mendorong mereka untuk selalu aktif melihat, membaca dan menilai beragam fenomena. Maka tatkala mereka mampu untuk mempublikasikan dan menyebarkan ide-ide mereka kepada khalayak ramai, akan menjadi sebuah pelipur dahaga dan pelampias tanggung jawab sosial mereka.

Dengan ini menjadikan dunia online bisa bermakna sangat positif. Selain sebagai lahan latihan dan pengasah rutin kemampuan menulis, juga bisa menjadi sumbangsih informasi yang mungkin sangat dibutuhkan oleh orang di luar sana. Percepatan arus informasi dan perkembangannya akan semakin cepat. Ilmu pengetahuan dan berita aktual, tak lagi akan dikungkung dalam dunia nyata, dalam bentuk buku dan koran, tapi juga akan meluas seluas dunia online itu sendiri yang tanpa sekat.

Akan tetapi, sekali lagi perlu diingat bahwa dunia online blogging tetap saja adalah sebuah objek yang memiliki dua sisi mata pisau. Ia bisa bermakna sangat positif dalam percepatan arus informasi dan penyebaran ilmu dari dan ke Masisir, akan tetapi juga mengandung sisi negatif. Seiring sifatnya yang bebas dan tanpa editing dan validasi data, bisa jadi ia menjadi sebuah propaganda dan penyebaran informasi ataupun data yang salah. Tentunya, hal ini harus disadari oleh setiap pengguna dan pegiat blogging.

Salah satunya adalah, agar tidak memposting tulisan-tulisan yang sifatnya provokatif atau penggelapan informasi. Membaca blognya bukan malah tercerahkan, akan tetapi malah terjerumuskan, ini yang menjadi masalah. Ingat, bahwa pembaca kita bisa siapa saja, orang awam, pakar atau bahkan anak kecil.

Selain itu juga harus disadari, bahwa tidak semua yang ditemukan dalam dunia online blog adalah fakta mutlak yang bisa mentah-mentah kita telan. Akan tetapi kita pun harus pandai-pandai membaca dan menilai sebuah informasi tersebut. Misalnya dengan melakukan cross check, dan lain sebagainya.

Dunia blogging atau dunia menulis online adalah sebuah fenomena yang tak dapat kita elakkan. Ia bisa menjadi sangat positif sebagai sarana aktualisasi diri, juga sebagai media pendorong dan pengasah skil menulis. Dan lebih jauh, setiap satu posting dari tulisan kita adalah satu tambahan khazanah dan informasi bagi seluruh dunia. Juga, bukan berarti dengan bebasnya berposting, lantas kita juga bebas menyebar informasi, apapun itu, akan tetapi sebarlah dan bagilah informasi yang bermanfaat dan mencerahkan. Akhir kata, met menulis online...

Artikel terkait :



3 comments:

Andre mengatakan...

Dunia blogging juga bisa menjadi suatu wadah untuk mengekspresikan diri dan tak kalah menariknya, bisa menjadi tempat cari duit ;;)

Neng Aia mengatakan...

biar gak mati gaya katanya... ;p

Nailun Ni'am mengatakan...

hee... setiap orang punya alasan unik terkait dunia online mereka. gak ada yang salah.. asalkan tetap berpedoman pada asas manfaat, buat diri sendiri dan orang lain. :D

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)