Sabtu, Oktober 18, 2008

Pin It

Widgets

Study of Islamic Thought

Alhamduillah...

Meski kemaren sempet males-malesan dan pesimis, akhirnya selesai pula acara kajian SIT (Study of Islamic Thought) Jum'at (16/10) sore itu. Bukan apa-apa, sebenernya kemaren aku udah pengen mengundurkan diri dari kajian ini. Bukan kenapa, tapi karena dalam kajian ini aku ngerasa gak bisa maksimal. Sebagai contoh, dalam kajian yang mengharuskan pesertanya menuliskan makalah, eh... aku yang udah 2 kali ikut, belum juga bisa memenuhi syarat itu. Meski ada apologi 'karena banyaknya tugas', aku pikir itu gak bisa jadi alasan. Toh, orang-orang yang berkecimpung di sana juga bukan orang sembarangan dan sama-sama aktivis di organisasi lain.

Sebut saja Mujib, atasanku (pemred) di majalah La Tansa - yang ini aku paham bener, gimana ribet dan susahnya ngurusin sidang redaksi, hunting tulisan, editing, lay-outing, printing dan terakhir... marketing *gubraks!! maklum.. aku juga pernah jadi pemred buletin Cakrawala, jadi dikit2 ngerasain gimana-gimana kerja dengan para kru yang notabene seorang mahasiswa, tourist - di mesir, aktivis organisasi, juga orang rumahan..... dan bukan, sekali lagi, bukan kru profesional - dalam artian digaji, lo.. ya - !! Nah, itu baru satu kesibukan, belum kerjaan sebagai koordinator keilmuan di IKPM, Afkar, Ziyadah Buuts, dll.

Ada juga Fadlan, sang koordinator keilmuan di KSW yang beragam acaranya sampai bikin aku, koordinator Media-Net KSW, kewalahan nulis beritanya di web. :D, afwan mas... ammar, banyak berita yang terlewat. Fadlan yang juga aktivis FLP mesir, pemred buletin ar-Raudlah, dll toh masih bisa menyempatkan diri aktif di kajian SIT ini. Bagaimana denganku??



Itulah sedikitnya tiga alasan yang bikin aku 'keder'. Sebenernya ini cuma masalah komitmen, kata Fadlan. Tergantung bagaiamana kita menyikapi kesibukan yang ada. Bisakah kita membagi waktu, untuk sekedar meluangkan waktu sejenak, membaca kitab, menelaah dan kemudian menuliskannya?? Sebenernya ini juga masalah dalam diri sendiri, sambung Mujib. Kalau toh, kita mau dan berjuang berusaha maksimal, mengembalikan kajian SIT ini ke jalurnya, ana yakin kita bisa. Tapi, kalau dari diri kitanya yang gak mau berusaha, maka sampai kapanpun, tak kan pernah ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Aku cuma bisa bilang, terima kasih dan maaf. Terima kasih karena temen-temen masih mau mengerti dan ngajak aku untuk berkembang dan maju bersama-sama, khususnya di kajian SIT ini. Dan maaf, karena selama ini, aku sendiri belum bisa berusaha maksimal, menulis makalah dan menelaah kitab. Meski, dalam kajian bisa dibilang aktif dan cukup memberi wacana, tapi aku pikir, syarat utamanya hingga kajian ketiga sore itu masih dibilang belum cukup.

Selanjutnya, yuk sama-sama kita maksimal di kajian SIT!!! Terakhir, meminjam istilah ust. Syukri, TOTALITAS, itulah kunci kesuksesan kita.

Oya, buat temen-temen yang penasaran dengan kajian SIT, silahkan berkunjung ke blognya: www.kajian-sit.co.cc

Artikel terkait :



0 comments:

Poskan Komentar

Punya opini lain? Ceritakan di sini kawan.. :)